Trie Utami, Dewa Bujana Tampil di Bali Blues Festival 2017

Oleh : Herry Barus | Jumat, 26 Mei 2017 - 10:19 WIB

Trie Utami
Trie Utami

INDUSTRY.co.id - Bali Blues Festival 2017 dimeriahkan 18 artis lokal maupun asing yang akan diselenggarakan di Pulau Peninsula, kawasan wisata internasional Nusa Dua, Kabupaten Badung pada 26-27 Mei 2017.

Agung Bagus Mantra dari Pregina Art Showbiz di Nusa Dua, Bali, Kamis (24/5/2017) mengatakan kegiatan Bali Blues Festival kali ini menginjak yang ketiga kalinya. Bahkan pelaksanaannya di perpanjang menjadi dua hari dari tahun lalu yang hanya sehari.

"Peminat untuk tampil di ajang Bali Blues Festival tersebut cukup banyak, karena musik ini sudah semakin dikenal di Bali, sehingga penonton pun juga semakin ramai dalam setiap pagelaran band blues," ujarnya.

Ia mengatakan di tahun 2017, Bali Blues Festival mulai pengembangkan waktu penyelenggaraan dari sehari menjadi dua hari, hal tersebut untuk mengakomodir banyaknya artis yang sangat mendukung dan bisa terlibat dalam festival tersebut.

Agung Mantra lebih lanjut mengatakan untuk memperkenalkan lebih luas dan menambah jaringaan penelenggaraan festival, pihaknya melakukan promosi lawatan ke Byron Bay Blues Fest Australia pada April lalu.

"Byron Bay Blues Fest yang telah dikenal sebagai ajang blues terbesar di dunia dan telah bertahan memasuki ke-28 dengan rata-rata jumlah penonton lebih dari 100 ribu, serta ratusan artis yang tampil dari seluruh dunia," ucap Bagus Mantra didampingi musisi Balawan, Dewa Budjana, Gilang dan Trie Utami.

Ia mengatakan pendekatan Bali Blues Festival yang dilakukan adalah berbagi dari segi media promosi serta artis tampil ke depannya, serta untuk belajar dan mengevaluasi, kesepakatan untuk saling mendukung antara Bali Blues dan Byron Bay pun menjadi lebih optimistis.

Agung Mantra menjelaskan artis yang akan tampil sebanyak 18 artis atau band yang didapatkan dari masukan dan pengamatan serta permintaan masyarakat dari tahun sebelumnya. Termasuk juga tiga band hasil audisi penyelenggaraan "Sundown Blues Battle" tiap tahunnya, yakni John and Jail Story, Sunburst serta Souledout.

Sedangkan kenamaan Bali yang juga akan tampil adalah Northcross Road Singaraja, Brightsize Trio, Sound of Mine Feat Rio Sidik, The Bodhi, The Crazy Horse,Ronalgang, Dialog Dini Hari, Bali Guitar Club, Ika and Soulbrother.

"Mereka semua akan menampilkan berbagai komposisi pengembangan dari blues dengan warna mereka yang diharapkan agar pertunjukkan dalam dua hari penuh warna dan tidak membosankan," katanya. (Ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

HARRIS Hotels Merayakan Hari Kesehatan Nasional 2018 Menyediakan Healthy Corner

Senin, 12 November 2018 - 20:15 WIB

HARRIS Hotels Merayakan Hari Kesehatan Nasional 2018 Menyediakan Healthy Corner

HARRIS Hotels mengadakan program Healthy Corner di semua hotel di dalam jaringannya yang kini berjumlah 23 hotel di seluruh pelosok Indonesia dengan tujuan untuk memberikan inspirasi kepada…

GE

Senin, 12 November 2018 - 19:54 WIB

GE Healthcare Resmikan Pemasangan 1000 CT Scan di Kawasan Asia Tenggara

GE Healthcare, penyedia teknologi dan solusi kesehatan, terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia.

Menteri BUMN Rini Soemarno (Foto Humas BUN))

Senin, 12 November 2018 - 19:51 WIB

Tol Ngawi-Kertosono Bisa Dilalui Januari 2019

PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK), anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk yang mengelola tol Ngawi-Kertosono menyatakan tol seksi 3 Wilangan-Kertosono akan beroperasi pada awal 2019.…

IHSG (Foto/Rizki Meirino)

Senin, 12 November 2018 - 19:45 WIB

Urban Jakarta IPO di Kisaran Rp1.000-Rp1.250

PT Urban Jakarta Propertindo Tbk akan melepas sebagian sahamnya ke publik melalui skema penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) di kisaran harga Rp1.000-Rp1.250 per saham.

Pengunjung mengamati papan elektronik yang memperlihatkan pergerakan IHSG di gedung BEI (Foto Rizki Meirino)

Senin, 12 November 2018 - 19:40 WIB

BEI: Penghitungan Free Float Praktik Umum Bursa Dunia

Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai bahwa metode penghitungan terhadap kelompok saham atau indeks dengan memasukan rasio "free float" merupakan praktik umum di bursa dunia.