Harga Batu Bara Naik 23% Pada November 2016

Oleh : Hariyanto | Sabtu, 05 November 2016 - 15:14 WIB

Harga Batu Bara Naik 23% Pada November 2016
Harga Batu Bara Naik 23% Pada November 2016

INDUSTRY.co.id - Data yang diperoleh di Jakarta, Jumat (4/11) menunjukkan, HBA November 2016 ini adalah rekor tertinggi sejak Mei 2013 yang tercatat 85,33 dolar per ton. Sejak Januari 2009, HBA tertinggi tercatat 127,05 dolar per ton pada Februari 2011, sedang terendah Februari 2016 pada 50,92 dolar per ton.

Sepanjang 2016, HBA berfluktuasi, yakni Januari mencapai 53,2 dolar per ton, Februari 50,92 dolar, Maret 51,62 dolar, dan April 52,32 dolar.Selanjutnya, HBA Mei 51,2 dolar, Juni 51,81 dolar, Juli 53 dolar, Agustus 58,37 dolar, September 63,93 dolar, Oktober 69,07 dolar, dan November 84,89 dolar.

HBA dihitung berdasarkan rata-rata empat indeks harga batu bara yang umum digunakan dalam perdagangan yaitu Indonesia Coal Index, Platts59 Index, New Castle Export Index, dan New Castle Global Coal Index.

Harga acuan dengan nilai kalori 6.322 kkal/kg itu menjadi acuan penjualan batu bara secara langsung (spot) selama November 2016 pada titik serah penjualan di atas kapal pengangkut (free on board/FOB vessel).

Berdasarkan HBA itu, selanjutnya dihitung harga patokan batu bara (HPB) untuk 75 jenis batu bara yang tergantung nilai kalor batu bara dan kandungan air, sulfur, serta abu.

Delapan jenis batu bara di antaranya adalah HPB pembentuk (maker) harga. Yakni, Gunung Bayan I dengan HPB November 2016 ditetapkan sebesar 91,15 dolar per ton, lalu Prima Coal 90,85 dolar, Pinang 6150 sebesar 81,97 dolar, Indominco IM_East 69,39 dolar, Melawan Coal 66,68 dolar, Envirocoal 62,32 dolar, Jorong J-1 50,21 dolar, dan Ecocoal 45,77 dolar. (Hariyanto/ Ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 18 Februari 2019 - 05:30 WIB

Pertamina Tak Masalah Persaingan Harga Avtur

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan perusahaannya tidak mempermasalahkan jika nantinya ada pesaing di bisnis penjualan bahan pesawat terbang (avtur).

Petani jagung

Senin, 18 Februari 2019 - 05:00 WIB

Tambahan Produksi Jagung 3,3 Juta Ton, Tak Perlu Impor

Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo mengucapkan terima kasih kepada para petani jagung yang telah memproduksi tambahan pasokan komoditas pangan itu hingga 3,3 juta ton sehingga Indonesia…

Pelabuhan Peti Kemas (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 18 Februari 2019 - 04:30 WIB

Dukung Industri Logistik, Pelindo 1 Selesaikan Pengembangan Pelabuhan Sibolga

PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 telah merampungkan pengembangan Pelabuhan Sibolga, Sumatera Utara, yang menjadi salah satu program pemerintah untuk meningkatkan kinerja pelayanan…

Petani desa di tengah sawah (Foto: Dok Industry.co.id)

Senin, 18 Februari 2019 - 04:00 WIB

Industri 4.0 Belum Bela Hak Petani Jamin Harga Pangan Terjangkau

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menegaskan bahwa saat ini pemerintah Indonesia masih belum bisa membela hak-hak petani dan menjamin harga pangan yang terjangkau.

Menperin airlangga bersama presiden jokowi di acara roadmap industri 4.0

Minggu, 17 Februari 2019 - 20:26 WIB

Dana Riset Dinilai Belum Khusus untuk Industri 4.0

Dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) Suhono Harso Supangkat mengatakan, dana riset dan pengembangan dari pemerintah belum khusus untuk revolusi industri ke-empat.