Asosiasi Bela Hak Cipta Siap Somasi Youtube Soal Royalti Pencipta

Oleh : Amazon Dalimunthe | Jumat, 28 Desember 2018 - 09:15 WIB

Papa T Bob (Tengah) bersama pencipta lagu Wahyu WHL, Ryan Kyoto, Rudy Loho dan Younky RM
Papa T Bob (Tengah) bersama pencipta lagu Wahyu WHL, Ryan Kyoto, Rudy Loho dan Younky RM

INDUSTRY.co.id - JAKARTA-- Asosiasi Bela Hak Cipta  (ABHC) yang diketuai oleh pencipta lagu Papa T Bob akan mengirimkan somasi kepada pihak Youtube dan aplikasi berbayar lainnya di Indonesia, terkait pembayaran royalti hak terkait kepada para pencipta lagu. Hal ini disebabkan karena sudah terlalu banyak karya lagu dan music yang secara liar diunggah oleh pihak pihak tertentu untuk mendapatkan nilai ekonomi, namun para Pencipta tidak memperoleh hak haknya.

“Bayangkan berapa besar keuntungan yang diperoleh oleh para pengunggah lagu-lagu kami. Sementara kami yang menciptakan tidak memperoleh hak sebagaimana yang diatur oleh UU Hak Cipta. Youtube dan juga aplikasi lainnya hanya menyerahkan kepada yang mengunggah bukan kepada penciptanya, “ kata Papa T Bob kepada Industry.co.id

Untuk menangani permasalahan ini, lanjut Papa T Bob, mereka mendirikan asosiasi dan menunjuk Dr (C) Edi Ribut Harwanto SH MH atau lebih dikenal dengan panggilan Eddy Law sebagai pengacara mereka. Eddylaw sendiri  selain seorang pengacara juga seorang penyanyi dan musisi, sekaligus pencipta lagu.”Sehingga beliau sangat paham mengenai seluk beluk dugaan tindak pidana hak cipta dan hak moral terkait aspek hukumnya, “ucapnya.

Diketahui di kanal Youtube saat ini banyak lagu diunggah secara liar oleh pemilik konten baik secara perorangan maupun perusahaan. ”Hal ini tentu merugikan para pencipta lagu seperti kami. Sudah jelas pembayaran YouTube ada aturan mainya, namun kami tidak pernah dimintai izin oleh pemilik akun yang sepertinya bebas mengunggah karya- karya kami. Ini jelas pelanggaran pidana yang harus diusut tuntas, “kata Papa T Bob lagi.

Apa yang tengah diperjuangkan oleh  Papa T Bob medapat dukungan langsung dari sejumlah musisi. Diantaranya Yonas pareira, Hermes Sihombing, Youngky RM, Sugito, Richard Kyoto, Ryan Kyoto, Amien Ivos, Ruri Modisca, Rumy Azis, Dadang S Manaf dan puluhan musisi lainnya.

Eddylaw sendiri untuk menangani kasus ini tidak bertindak gegabah dengan langsung mengirimkan somasi. “Kami sudah ajukan surat untuk bertemu dulu dengan pihak perwakilan Youtube di Indonesia. Baru setelah pertemuan langkah berikutnya akan kami susun. Jika hasil pertemuan bersifat positif artinya Youtube mau dan tunduk pada hukum yang berlaku di Indonesia, tentu kita akan senang. Tapi jika tidak tentu kita akan ajukan somasi dan jika tidak dipenuhi kita akan lakukan gugatan. Pokoknya kita akan kejar terus apa yang jadi haknya para pencita lagu Indonesia,” ujar Eddylaw. (AMZ)

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Haris Munandar saat konferensi pers kinerja akhir tahun (Foto: Kemenperin)

Rabu, 16 Januari 2019 - 08:30 WIB

Empat Program Kerja Prioritas Kemenperin

Kementerian Perindustrian siap mengerjakan empat program kerja prioritas 2019 sebagai langkah strategis untuk membangun industri dan meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian agar lebih…

Ilustrasi hujan deras. (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 16 Januari 2019 - 08:25 WIB

BMKG Prakirakan Hujan Petir di Jaksel dan Jakbar

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi hujan disertai petir di wilayah Jakarta Selatan (Jaksel) dan Jakarta Barat (Jakbar) pada Rabu (16/1/2019) siang hingga…

UOB Memperbarui Perjanjian Strategis Bancassurance dengan Prudential (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 16 Januari 2019 - 08:00 WIB

UOB Memperbarui Perjanjian Strategis Bancassurance dengan Prudential

United Overseas Bank Limited (UOB) hari ini mengumumkan telah diperbaruinya perjanjian strategis bancassurance regional dengan Prudential Group untuk 15 tahun. Biaya sebesar SGD1,15 miliar akan…

Pengunjung mengamati papan elektronik yang memperlihatkan pergerakan IHSG di gedung BEI (Foto Rizki Meirino)

Rabu, 16 Januari 2019 - 07:46 WIB

IHSG Bergerak Menguat Terbatas

Jakarta - Secara teknikal IHSG break out resistance dan upper bollinger bands sehingga terus bergerak menguat menguji FR261.8% dikisaran 6424. Indikator Stochastic bergerak terkonsolidasi pada…

Menkeu Sri Mulyani (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 16 Januari 2019 - 07:30 WIB

Rawan Penyelundupan, Penertiban Kawasan Batam Segera Dilakukan

Pemerintah meluncurkan Program Nasional Penertiban Kawasan Bebas Batam dan Pesisir Timur Sumatera, demi memastikan penegakan hukum di daerah yang rawan penyelundupan.