Film 22 Menit Mengangkat Kisah Heroik Polisi Saat Bom Sarinah

Oleh : Amazon Dalimunthe | Rabu, 18 Juli 2018 - 13:05 WIB

Para Pemain film 22 Menit, diantaranya Ario Bayu, memberikan keterangan tentang film yang akan beredar. (foto: Amazon)
Para Pemain film 22 Menit, diantaranya Ario Bayu, memberikan keterangan tentang film yang akan beredar. (foto: Amazon)

INDUSTRY.co.id - JAKARTA—Sebuah film tentang polisi heroik bakal tayang di bioksop mulai tanggal 19 Juli besok. Judulnya '22 Menit' karya sutradara Eugene Panji dan Myrna Paramita. Film  ini mengangkat kisah aparat kepolisian dalam mengatasi serangan teroris pada tanggal 14 Januari 2016 silam di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat.

Film berdurasi 80 menit ini menceritakan bagaimana Ardi (Ario Bayu), seorang anggota pasukan anti teror yang dengan sigap mengamankan wilayah bom  di Pos Polisi Jl Thamrin depan Sarinah. Juga seorang polisi lalu lintas yang kebetulan berada di kawasan tersebut yang bernama Firman (Ade Firman Hakim).

Berkat kesigapan Ardi, dalam waktu 22 menit mereka dapat mengamankan wilayah dari insiden mematikan tersebut. Selain itu di lokasi yang berbeda sejumlah tersangka terorisme juga ditangkapi untuk diminta petanggungjawaban. Demikian inti dari film yang konon, sama sekali tidak dibiayai oleh pihak kepolisian RI. Melainkan berasal dari dana Alex Mere sang Executive Producer.

Inspirasi membuat film produksi Buttonijo ini datang saat sang sutradara, Eugene Panji, tengah membuat sebuah kampanye kecil di Facebook."Proses cukup panjang. Satu setengah tahun aku mencari cerita (riset) gimana polisi bergerak. Bikin film ini berhati-hati karena agak sensitif dan bicara teroris pasti ada pihak  yang tidak suka.  Konteksnya dalam 22 menit polisi bisa menumpas terorisme " ujar Eugene.

Walaupun inspirasi dari film '22 Menit' ini diambil dari kisah nyata, namun Eugene menegaskan bahwa film ini bukan dokumentasi dari peristiwa tersebut. Selain itu, kisah '22 Menit' ini juga menghadirkan sudut pandang cerita masyarakat yang terjebak dalam situasi tersebut dengan menghadirkan sosok dua karyawati bernama Dessy (Ardina Rasti) dan Mitha (Hana Malasan), Shinta (Taskya Namya) yang merupakan kekasih Firman, dan seorang office boy bernama Anas (Ence Bagus).

"Saya mengambil sisi humanisme akibat terorisme. Makanya saya dan myrna membuat lima sudut pandang peristiwa 14 Januari 2 tahun lalu dan dari situlah terjadi film ini. Ini film terinspirasi bukan based on true story. Kita merekonstruksi kejadian nyata makanya kita sulit kalau memindah lokasi karena bentuk gedungnya tidak pernah berubah," tambah Eugene.

Para pemain film ini  juga sangat profesional dalam mendalami perannya. Seperti Ario Bayu yang menjadi tokoh sentral dalam film ini. "Ardi itu pekerjaannya polisi. Ardi seorang family man. Jarang seorang laki-laki yang memasakan istri sarapan. Ardi sangat galak, di luar sisi dikotominya tidak pandang bulu. Sebagai polisi sudah punya hal yang membuat menegakkan kebenaran dan keadilan," jelas Ario tetang tokoh yang ia mainkan.

Film ini akan tayang pada tanggal 19 Juli 2018 besok. Selain Ario Bayu film 22 menit juga diperankan oleh  Ence Bagus, Ade Firman, Ardina Rasti, Fanny Fadhillah, Taskya Namya, dan Hana Malasan. (AMZ)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

GIIAS Medan 2018 (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:45 WIB

Rangkaian GIIAS Roadshow 2018 Ditutup Pesta Harga Akhir Tahun di GIIAS Medan Auto Show

Menghitung mundur kurang dari dua minggu menuju penyelenggaraan rangkaian pameran mobil GAIKINDO Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2018 yang akan kembali dilangsungkan di Medan. Kembali…

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong

Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:00 WIB

Industri Pariwisata Menunggu Kehadiran Investor Arab Saudi

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menyatakan pemerintah Indonesia akan menawarkan peluang investasi sektor pariwisata dan gaya hidup (lifestyle) dalam konferensi…

Menteri Basuki saat meninjau lokasi pembangunan Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA)

Kamis, 18 Oktober 2018 - 19:29 WIB

Penyaluran Bantuan Rumah Risha Disalurkan Lewat Pokmas Untuk Jamin Akuntabilitas

Untuk mempercepat penyaluran bantuan, Pemerintah telah menyederhanakan format pencairan dana perbaikan rumah dari sebelumnya 17 formulir menjadi 1 formulir saja.

Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih berfoto bersama dengan para peserta pameranpada peringatan Hari Kopi Internasional di Makassar (Foto: Kemenperin)

Kamis, 18 Oktober 2018 - 19:22 WIB

Pacu Pertumbuhan IKM Pengolahan Kopi, Inilah Langkah Strategis Kemenperin

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong pertumbuhan industri pengolahan kopi di dalam negeri termasuk skala industri kecil dan menengah (IKM).

Dean Novel

Kamis, 18 Oktober 2018 - 19:02 WIB

Kisah Petani Jagung Berdasi (2): Memilih NTB Ketimbang Jawa

Dean betah berladang di NTB karena menurutnya petani di Lombok masih haus dengan inovasi. Masih mendengar jika diberi penyuluhan, masih penasaran dengan ilmu-ilmu baru dalam pertanian.