Kementan Siap Lepas Varietas Unggul Sorgum Manis Hasil Bioteknologi

Oleh : Wiyanto | Kamis, 12 Juli 2018 - 15:30 WIB

Sorgum Manis Hasil Bioteknologi(Foto Dok Industry.coid)
Sorgum Manis Hasil Bioteknologi(Foto Dok Industry.coid)

INDUSTRY.co.id

Bogor - Sorgum ( Sorghum bicolor L. Moench )  merupakan tanaman dari golongan serealia yang mempunyai banyak kegunaan yaitu  biji sebagai sumber bahan  pangan,  batang sebagai bahan pakan ternak maupun bahan baku bermacam industri seperti bioetanol dan gula cair.

"Varietas sorgum saat ini jumlahnya masih terbatas, sehingga perakitan varietas baru   diperlukan baik sebagai sumber pangan, pakan dan energi," ujar Prof Dr Ir Endang Gati di Jakarta, Kamis (12/7/2018).

Salah satu jenis sorgum ialah sorgum manis. Sorgum ini memiliki kadar gula lebih tinggi pada batangnya dibanding jenis sorgum lain. Karena itu, selain bijinya bermanfaat sebagai pangan bergizi, batangnya sebagai pakan, nira batangnya juga dapat menjadi pemanis (gula sirup sorghum). Bila difermentasi gula dapat menjadi alkohol untuk keperluan farmasi, industri kimia maupun bioenergi.

Upaya peningkatan produktivitas dan mutu, serta perlindungan tanaman dapat dilakukan dengan perbaikan genetik atau pemuliaaan tanaman (varietas unggul), teknologi budidaya, pasca panen, proteksi tanaman.  Penggunaan varietas unggul lebih praktis dan mudah diterapkan, namun perakitannya memerlukan strategi yang tepat.  Salah satu masalah pemuliaaan sorghum adalah koleksi dan keterbatasan keragaman genetik.  Hal ini terkait dengan asal tanaman ini yang bukan asli Indonesia dan karakter tanaman itu sendiri.

Salah satu strategi penting pemuliaaan sorghum adalah dengan menerapkan bioteknologi selular dibantu mutasi.  Kementan melalui Balitbangtan menggunakan teknik tersebut dengan menggunakan varietas asal Numbu.  Hasilnya adalah beragam galur, yang selanjutnya dilakukan seleksi sesuai kebutuhan atau target perakitan.

Menurut Endang Gati dari BB Biogen Balitbangtan menyatakan bahwa hasil  uji adaptasi di delapan lokasi  diperoleh tiga galur harapan  hasil Galur ini dapat mencapai potensinya dilokasi yang subur dan kering seperti NTB dan Pekalongan, sangat tahan terhadap penyakit karat, bercak daun dan antraknosa. 

Terdapat tiga galur harapan yaitu MB-3,  MB-5, MM-4 dengan potensi hasil masing-masing 9,3, 8,3, 8,3 ton/ha. Sebagai sorghum manis, masing-masing memiliki brix 15,2, 14,6 dan 15,5%. Galur-galur tersebut lebih unggul dibanding varietas yang ada. Galur-galur harapan dapat dikembangkan pada lahan kering marjinal, sangat tahan penyakit karat, bercak daun dan antraknosa. Pengujian seluruh tahap dan dokumen pelepasan telah disiapkan. Demikian pula perbanyakan benih terus dilakukan.

Harapannya galur harapan ini dapat segera menjadi varietas unggul dan dapat ditanam diberbagai daerah terutama yang beriklim kering. Varietas unggul ini diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan, pakan, dan pendapatan petani lahan kering terutama beriklim kering.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi PLTA Batangtoru di Medan

Kamis, 21 Februari 2019 - 21:42 WIB

Warga Batangtoru: Percayakan Keselamatan Orangutan Kepada Kami, Mereka Keluarga Kami Ratusan Tahun

Medan Masyarakat di sekitar lokasi pembangunan PLTA Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, terus menyuarakan dukungan terhadap proyek energi bersih terbarukan itu. Mereka menuding, penolakan…

Pejualan Indihome di masyarakat.

Kamis, 21 Februari 2019 - 21:33 WIB

Telkom Umumkan Pemenang Grand Prize IndiHome Family Vaganza

Jakarta Bertempat di Trans TV Jakarta, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melaksanakan pengundian Grand Prize Program IndiHome, dalam sebuah acara bertajuk Grand Prize - IndiHome Family…

Kebun Kelapa Sawit (Ist)

Kamis, 21 Februari 2019 - 21:00 WIB

Dukungan Pemda Penting Bagi Industri Sawit

Keberadaan perkebunan dan industri sawit sebagai investasi padat karya telah menjadi solusi Pemerintah untuk mendorong peningkatan lapangan kerja serta penyerapan tenaga kerja daerah.

KAI bekerjasama dengan Gerakan Suluh Kebangsaan mengadakan Jelajah Kebangsaan dengan rute dari Merak ke Banyuwangi, 18-22 Februari 2019.

Kamis, 21 Februari 2019 - 19:51 WIB

KAI Jadi Tuan Rumah Kegiatan Jelajah Kebangsaan

PT Kereta Api Indonesia (Persero) senantiasa mendukung kegiatan-kegiatan positif yang dapat memajukan dan mencerdaskan bangsa.

Foto Ilustrasi Kawasan Kumuh

Kamis, 21 Februari 2019 - 19:33 WIB

Tahun Ini, Pemerintah Bakal Tata Kawasan Kumuh Capai 24 Ribu Hektar

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) akan melakukan melaksanakan penataan terhadap 888 hektare (ha) kawasan kumuh pada 2019.