PGN Siap Pasok Gas ke PLTU Cilegon

Oleh : Hariyanto | Rabu, 11 Juli 2018 - 15:34 WIB

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) (Foto Istimewa)
PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) (Foto Istimewa)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) siap memasok gas ke PLTGU Cilegon, Banten, milik PT PLN (Persero) pascakebocoran pipa milik produsen gas, Senin (9/7/2018).

"Kami siap menggantikan gas akibat kebocoran pipa tersebut, jika dibutuhkan demi menjaga pasokan listrik ke masyarakat," kata Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama dalam rilis di Jakarta, Selasa (10/7/218)

Kebocoran pipa milik produsen CNOOC tersebut diperkirakan mengurangi pasokan gas ke PLTGU Cilegon sebanyak 50 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) atau setara 30 miliar British thermal unit per hari (BBTUD).

PLTGU Cilegon yang memasok listrik ke sistem pembangkitan Jawa-Bali, membutuhkan gas 120 BBTUD.

Sesuai kontrak, CNOOC memasok gas ke PLTGU Cilegon sebanyak 60-90 BBTUD.

Sementara, PGN memasok gas 27-40 BBTUD untuk kebutuhan pembangkit tersebut.

Menurut Rachmat, PGN masih memiliki kemampuan pasokan ke PLTGU Cilegon sampai 60 BBTUD.

Ia menambahkan saat ini PGN tengah menunggu konfirmasi PLN terkait tambahan pasokan gas yang bisa disediakan sewaktu-waktu itu.

Pipa bawah laut milik produsen gas CNOOC, yang mengalirkan gas dari Pulau Pabelokan menuju Cilegon, bocor, Senin (9/7), sehingga berdampak pada pasokan gas ke PLN.

Kepala Divisi Program Komunikasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Wisnu Prabawa Taher mengatakan, kebocoran tersebut terjadi pada pipa gas bawah laut 20 inchi milik CNOOC di perairan Bojonegara, Serang, Banten.

Penyebab kebocoran sampai saat ini masih diinvestigasi tim gabungan SKK Migas.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pengunjung mengamati papan elektronik yang memperlihatkan pergerakan IHSG di gedung BEI (Foto Rizki Meirino)

Rabu, 19 September 2018 - 09:42 WIB

PANI-DIGI Resmi Diperdagangkan di BEI

Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana dua perusahaan yakni PT Pratama Abadi Nusa Industri Tbk (PANI) dan PT Arkadia Digital Media Tbk (DIGI) Direktur Penilaian Perusahaan…

Salyadi Saputra, Direktur Utama Pefindo (Kompas.com)

Rabu, 19 September 2018 - 09:39 WIB

Pefindo Perkirakan Penerbitan Obligasi Capai Rp140 Triliun

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memperkirakan penerbitan obligasi pada 2018 mencapai Rp140 triliun atau turun 13,04 persen dibanding tahun lalu sebesar Rp161,36 triliun.

Rupiah (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 19 September 2018 - 09:10 WIB

Banggar DPR Setujui Asumsi Kurs Rp14.500

Rapat Panitia Kerja Badan Anggaran DPR RI menyetujui asumsi nilai tukar dalam RAPBN 2019 sebesar Rp14.500 per dolar AS, atau lebih tinggi dari asumsi awal yang disepakati dalam Komisi XI sebesar…

PT. Bank Negara Indonesia (BNI)

Rabu, 19 September 2018 - 09:06 WIB

BNI Pertahankan Keunggulan Layanan Trade Finance

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk untuk kedelapan kalinya sejak 2010 kembali menerima pengakuan sebagai bank yang memiliki layanan "trade finance" terbaik, hingga dinobatkan sebagai "The…

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perhubungan Carmelita Hartoto (Foto: Dok. Kadin Indonesia)

Rabu, 19 September 2018 - 09:05 WIB

Rupiah Melemah, Industri Pelayaran Tertekan

Penguatan nilai tukar dollar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah menekan kinerja sektor logistik, termasuk industri pelayaran. Pasalnya, sektor ini lebih banyak melakukan transaksi dan pembayaran…