Kerjasama Pemanfaatan Inovasi Iptek Pertanian untuk Sumberdaya Manusia Indonesia yang Berdaya Saing

Oleh : Wiyanto | Rabu, 04 Juli 2018 - 16:19 WIB

Balitbangtan kerjasama dengan LIPI, BATAN dan Perguruan Tinggi
Balitbangtan kerjasama dengan LIPI, BATAN dan Perguruan Tinggi

INDUSTRY co.idJakarta - Jejaring adalah hal yang terus diperkuat oleh Kementan. Menyadari potensi-potensi yang ada di lembaga lain cukup besar, Kementan melalui Balitbangtan membuka diri untuk melakukan kerjasama yang bisa memberikan manfaat lebih bagi bangsa.

Terbaru, Balitbangtan bergandengan dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan tenaga Atom Nasional (BATAN) dan dua universitas yaitu Institut Pertanian Bogor dan Universitas Brawijaya untuk melakukan penandatanganan kesepakatan bersama tentang kerjasama penelitian, pengembangan dan pemanfaatan inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi bidang pertanian.
Kesepakatan itu ditandatangani Selasa (3/7/2018) pada saat pembukaan Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi (WNPG) XI di Hotel Bidakara, Jakarta.

WNPG sendiri merupakan forum multistakeholder antara akademisi, pemerintah, industri dan masyarakat untuk memberi rekomendasi arah perubahan kebijakan pangan dan gizi di Indonesia.

Dalam acara yang merupakan kerjasama LIPI dengan beberapa Kementerian dan Lembaga, termasuk Kementerian Pertanian ini fokus membahas mengenai percepatan penurunan dan pencegahan stunting untuk sumberdaya manusia Indonesia yang berdaya saing.

Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko menjelaskan bahwa pertanyaan pokok yang ingin dijawab dalam WNPG XI ini adalah bagaimana upaya untuk mempercepat efektivitas kebijakan, program dan strategi penurunan dan pencegahan stunting di Indonesia. “Tujuan penyelenggaraan WNPG XI untuk merumuskan strategi percepatan efektivitas kebijakan serta program pangan dan gizi terkait prevalensi stunting secara lintas pemangku kepentingan untuk lima tahun kedepan” tambah Kepala LIPI.

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani yang hadir dalam kesempatan itu mengatakan , kasus malnutrisi seperti gizi buruk dan stunting masih menjadi persoalan di Indonesia. “Persoalan stunting pada anak akan berdampak pada kualitas sumberdaya manusia Indonesia kedepan, untuk itu penurunan stunting harus menjadi prioritas dalam upaya mewujudkan bangsa Indonesia yang maju dan berdaya saing” jelas Menko PMK.

Terkait dengan riset pangan dan gizi kedepan, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengharapkan WNPG XI ini dapat menjadi arah dalam pengembangan riset pangan dan gizi agar hasil penelitian bisa berdampak langsung pada perbaikan kualitas sumberdaya manusia. “Secara spesifik, mampu berkontribusi pada pengurangan dan pencegahan stunting” tutup Menristekdikti.

Selain Menko PMK dan Menristekdikti, pada pembukaan WNPG XI juga hadir Menteri PPN/Kepala Bappenas dan secara khusus ada pengarahan dari Wakil Presiden M. Jusuf Kalla yang merupakan penanggung jawab program nasional prevalensi stunting.

 
 
 
 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

GIIAS Medan 2018 (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:45 WIB

Rangkaian GIIAS Roadshow 2018 Ditutup Pesta Harga Akhir Tahun di GIIAS Medan Auto Show

Menghitung mundur kurang dari dua minggu menuju penyelenggaraan rangkaian pameran mobil GAIKINDO Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2018 yang akan kembali dilangsungkan di Medan. Kembali…

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong

Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:00 WIB

Industri Pariwisata Menunggu Kehadiran Investor Arab Saudi

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menyatakan pemerintah Indonesia akan menawarkan peluang investasi sektor pariwisata dan gaya hidup (lifestyle) dalam konferensi…

Menteri Basuki saat meninjau lokasi pembangunan Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA)

Kamis, 18 Oktober 2018 - 19:29 WIB

Penyaluran Bantuan Rumah Risha Disalurkan Lewat Pokmas Untuk Jamin Akuntabilitas

Untuk mempercepat penyaluran bantuan, Pemerintah telah menyederhanakan format pencairan dana perbaikan rumah dari sebelumnya 17 formulir menjadi 1 formulir saja.

Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih berfoto bersama dengan para peserta pameranpada peringatan Hari Kopi Internasional di Makassar (Foto: Kemenperin)

Kamis, 18 Oktober 2018 - 19:22 WIB

Pacu Pertumbuhan IKM Pengolahan Kopi, Inilah Langkah Strategis Kemenperin

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong pertumbuhan industri pengolahan kopi di dalam negeri termasuk skala industri kecil dan menengah (IKM).

Dean Novel

Kamis, 18 Oktober 2018 - 19:02 WIB

Kisah Petani Jagung Berdasi (2): Memilih NTB Ketimbang Jawa

Dean betah berladang di NTB karena menurutnya petani di Lombok masih haus dengan inovasi. Masih mendengar jika diberi penyuluhan, masih penasaran dengan ilmu-ilmu baru dalam pertanian.