Harga Saham PUPS Mahkota Group Ditawarkan antara Rp200-250 per Unit

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 22 Juni 2018 - 10:48 WIB

PT Mahkota Group Tbk (Foto Abe)
PT Mahkota Group Tbk (Foto Abe)

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Mahkota Group Tbk, perusahaan perkebunan kelapa sawit yang berkantor pusat di Medan, Sumatera Utara, akan menawarkan saham kepada publik dengan harga antara Rp200-250 per unit melalui mekanisme Penawaran Umum Perdana Saham (PUPS).

Saham yang ditawarkan merupakan saham biasa atas nama dengan total sebanyak-banyaknya 703.688.000 unit saham. Itu mencapai sekitar 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah PUPS tersebut.

“Sekitar 60% dari dana hasil PUPS tersebut akan digunakan untuk pengembangan industri hilir kelapa sawit dan sisanya 40% akan digunakan untuk membiayai modal kerja entitas anak," ujar Usli, Presiden Direktur Mahkota Group, dalam acara konferensi pers di Jakarta, Jumat (22/06/2018).

Usli mengemukakan, pengembangan industri hilir kelapa sawit tersebut dilakukan melalui investasi ke anak usaha perseroan, yaitu PT Mutiara Unggul Lestari (MUL). Oleh MUL, investasi tersebut disalurkan ke anak usahanya, yakni PT Intan Sejati Andalan (ISA).

“Dana hasil PUPS tersebut oleh PT Intan Sejati Andalan akan digunakan  untuk membiayai pembangunan pabrik refinery dan Kernel Crushing Plant di jalan Duri – Dumai, Desa Bathin Sobaga, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau,” papar Usli.

Usli mengungkapkan, pembangunan pabrik tersebut membutuhkan waktu 8 bulan, terhitung 3 bulan sejak perseroan menerima dana hasil PUPS. Pembangunan pabrik tersebut bertujuan untuk memberi nilai tambah bagi perseroan.

“Melalui pendirian pabrik tersebut, maka perseron dapat memurnikan minyak sawit mentah menjadi olein (minyak makan) dan stearin (bahan baku margarin dan oleochemical) serta produk turunan lainnya,” tukas Usli.

Usli berharap, dengan adanya pengembangan industri hilir tersebut, maka pendapatan perseroan diharapkan dapat ditingkatkan. Adapun anak usaha perseroan yang memperoleh modal kerja dari dana hasil PUPS ini adalah PT Mutiara Unggul Lestari, PT Berlian Inti Mekar dan PT Intan Sejati Andalan.

Usli menuturkan, manajemen Mahkota Group telah menunjuk PT Panin Sekuritas Tbk sebagai penjamin pelaksana emisi pada PUPS yang akan dilaksanakan pada 3-9 Juli 2018 jika Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan pernyataan efektif pada 29 Juni 2018.

“Sementara itu, saham yang ditawarkan ke publik tersebut akan dicatatkan dan diperdagangkan untuk pertama kalinya pada 12 Juli 2018,” pungkas Usli. (Abraham Sihombing)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menkeu Sri Mulyani (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 20 Maret 2019 - 08:30 WIB

Menkeu Pastikan Pemerintah Cairkan Rp2,66 Triliun Bayar Kenaikan Gaji PNS

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan pemerintah akan mencairkan anggaran Rp2,66 triliun pada April 2019 untuk membayar rapel kenaikan gaji pegawai negeri sipil (PNS) periode Januari-April…

Menteri BUMN Rini Soemarno (Foto Humas BUMN))

Rabu, 20 Maret 2019 - 08:04 WIB

Pertamina, RNI dan PTPN III Bersinergi Kembangkan Energi Terbarukan

Tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu Pertamina, RNI dan PTPN III menandatangani Nota Kesepahaman terkait kerjasama penyediaan bahan baku crude palm oil (CPO), Refined Bleached Deodorized…

Kerbau di persawahan

Rabu, 20 Maret 2019 - 07:38 WIB

Kementan tingkatkan pengawasan terhadap pemasukan daging kerbau asal India

Jakarta, Adanya pemberitaan di beberapa media online terkait kejadian kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di beberapa negara bagian di India, telah meningkatkan sikap kehati-hatian dan kewaspadaan…

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Selasa, 19 Maret 2019 - 21:30 WIB

Indonesia Posisi Kedua Sebagai Negara Dengan Optimisme Tinggi Terapkan Industri 4.0

Berdasarkan hasil riset McKinsey, Indonesia menempati posisi kedua sebagai negara dengan optimisme tertinggi dalam menerapkan industri 4.0, yakni 78%.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Ngakan Timur Antara

Selasa, 19 Maret 2019 - 21:06 WIB

INDI 4.0 Jadi Acuan Kemenperin Ukur Kesiapan Industri Masuk Era Digitalisasi

Kementerian Perindustrian terus memacu kesiapan sektor manufaktur nasional dalam memasuki era industri 4.0 khususnya lima sektor yang telah menjadi prioritas berdasarkan peta jalan Making Indonesia…