Buana Lintas Lautan Incar Dana Segar Sekitar Rp351 Miliar Lewat Rights Issue

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 20 Juni 2018 - 21:00 WIB

IHSG (Foto/Rizki Meirino)
IHSG (Foto/Rizki Meirino)

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), emiten Bursa Efek Indonesia (BEI) yang berbisnis di bidang angkutan minyak, gas dan kimia untuk pasar domestik dan internasional, akan melakukan penerbitan saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) II alias rights issue kedua untuk mengincar dana segar Rp351,856 miliar.

“Kami telah memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk pelaksanaan tindak korporasi ini pada 30 Mei 2018 lalu,” ujar Kevin Wong, Direktur Utama BULL, beberapa waktu lalu.

Kevin mengemukakan, perseroan pada rights issue yang kedua ini akan menerbitkan maksimum 2.513.257.581 saham baru dan 837.752.527 waran seri II. Harga pelaksanaan untuk membeli saham rights issue tersebut sebesar Rp140 per unit.

Dalam rights issue kedua ini, setiap pemegang dua saham BULL yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) perseroan pada 21 Juni 2018 hingga pukul 16.00 WIB memiliki satu HMETD. Setiap HMETD berhak untuk membeli satu saham baru perseroan.

Pada setiap tiga saham baru hasil rights issue tersebut juga melekat satu waran. Setiap pemegang satu waran berhak untuk membeli satu saham BULL dengan harga pelaksanaan Rp175 per saham.

”Dana segar yang diperoleh perseroan lewat rights issue ini akan digunakan untuk membiayai modal kerja perseroan, yaitu pembayaran kepada pemasok dalam rangka kegiatan operasional kapal, seperti pemeliharaan kapal, beban umum dan administrasi,” tukas Kevin.

Disamping itu, demikian Kevin, dana hasil rights issue itu juga akan digunakan untuk membiayai pembelian kapal secara langsung maupun pembelian kapal secara tidak langsung yang akan dilakukan oleh anak perusahaan yang akan ditunjuk kemudian, dalam bentuk setoran modal.

“Pembelian kapal baru oleh Perseroan dilakukan dalam rangka diversifikasi dan ekspansi usaha,” imbuhnya.

Selain aktif di kapal tanker minyak, FPSO/FSO dan gas sebagai bisnis utama yang terus dikembangkan, BULL juga membidik bisnis kapal curah kering, seperti kapal pengangkutan batubara serta kapal tunda dan tongkang guna menyambut Beyond Cabotage, Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 82 Tahun 2017 tentang Ketentuan Penggunaan Angkutan Laut dan Asuransi Nasional Untuk Ekspor dan Impor Barang Tertentu.

Peraturan tersebut mengatur tentang penggunaan kapal nasional untuk ekspor batu bara dan CPO.

”Indonesia merupakan negara pengekspor batubara terbesar di dunia, mencapai 364 juta ton pada tahun 2017. Dengan harga batubara yang terus meningkat seiring permintaan di sejumlah negara seperti Vietnam, Tiongkok, dan India, Perseroan melihat prospek besar di depan mata yang belum dikembangkan,” papar Kevin.

Permintaan dalam negeri, menurutnya, juga tidak kalah menggiurkan. Sama seperti kebutuhan kapal tanker yang terus meningkat, geografis Indonesia sebagai Negara kepulauan mengharuskan penggunaan kapal sebagai alat transportasi.

”Batubara di Indonesia umumnya dihasilkan di pulau Kalimantan dan Sumatera, sedangkan pengguna batubara umumnya berada di pulau Jawa. Kebutuhan dalam negeri sendiri mencapai 97 juta ton pada tahun 2017,” pungkasnya. (Aaham Sihombing)

 

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Petani (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 19 September 2018 - 10:06 WIB

Kementan Stabilisasi Harga Bawang dan Cabai

Harga komoditas bawang merah dan cabai menurun beberapa minggu terakhir. Salah satunya terjadi di Bima, harga bawang merah jatuh sehingga mengakibatkan masyarakat menghamburkan bawang merah…

BNI Syariah Raih Penghargaan di Alpha Southeast Asia Award 2018

Rabu, 19 September 2018 - 10:00 WIB

BNI Syariah Raih Penghargaan di Alpha Southeast Asia Award 2018

BNI Syariah meraih penghargaan sebagai The Best Islamic Finance Commercial Bank in Indonesia tahun 2018 di wilayah Asia Tenggara dalam acara 12th Annual Best Financial Institution Awards & 8th…

Rupiah (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 19 September 2018 - 09:10 WIB

Banggar DPR Setujui Asumsi Kurs Rp14.500

Rapat Panitia Kerja Badan Anggaran DPR RI menyetujui asumsi nilai tukar dalam RAPBN 2019 sebesar Rp14.500 per dolar AS, atau lebih tinggi dari asumsi awal yang disepakati dalam Komisi XI sebesar…

PT. Bank Negara Indonesia (BNI)

Rabu, 19 September 2018 - 09:06 WIB

BNI Pertahankan Keunggulan Layanan Trade Finance

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk untuk kedelapan kalinya sejak 2010 kembali menerima pengakuan sebagai bank yang memiliki layanan "trade finance" terbaik, hingga dinobatkan sebagai "The…

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perhubungan Carmelita Hartoto (Foto: Dok. Kadin Indonesia)

Rabu, 19 September 2018 - 09:05 WIB

Rupiah Melemah, Industri Pelayaran Tertekan

Penguatan nilai tukar dollar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah menekan kinerja sektor logistik, termasuk industri pelayaran. Pasalnya, sektor ini lebih banyak melakukan transaksi dan pembayaran…