Dukung Asian Games 2018, Bank BTN Siapkan KPR Khusus Atlet

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 01 Juni 2018 - 08:00 WIB

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) kembali berinovasi dengan berencana akan meluncurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) BTN Khusus Atlet yang memudahkan para olahragawan termasuk atlet-atlet nasional yang berprestasi untuk memiliki rumah.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) kembali berinovasi dengan berencana akan meluncurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) BTN Khusus Atlet yang memudahkan para olahragawan termasuk atlet-atlet nasional yang berprestasi untuk memiliki rumah.

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), atau Bank BTN, akan meluncurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) BTN Khusus Atlet agar memudahkan para olahragawan termasuk atlet-atlet nasional yang berprestasi untuk memiliki rumah.

Langkah itu adalah bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan Asian Games 2018, khususnya sekaligus memberikan apresiasi kepada para atlet Indonesia yang berlaga di momen olahraga tersebut dan atlet nasional pada umumnya.

Program KPR BTN Khusus Atlet ini juga dimaksudkan perseroan guna mendukung suksesnya Program Satu Juta Rumah.

“KPR BTN Khusus Atlet ini lahir dari semangat tinggi perseroan untuk menambah semangat para atlet nasional dalam berprestasi di ajang Asian Games 2018,” ujar Maryono, Direktur Utama Bank BTN, dalam acara Buka Puasa Bersama Media di Jakarta, Rabu (30/05/2018).

Kendati demikian, menurut Maryono, produk ini juga diracik untuk dapat memberikan kemudahan bagi atlet-atlet nasional lain secara keseluruhan agar dapat memiliki rumah.

Maryono menuturkan, para atlet nasional tersebut perlu didukung sehingga dapat memiliki rumah layak dengan mudah, murah, dan cepat. Produk anyar ini juga menjadi langkah Bank BTN dalam memberikan stimulus kepada para atlet yang turut berlaga di ajang Asian Games 2018 untuk menang dan membawa nama baik Indonesia.

“Mereka adalah para atlet butuh dukungan dan hanya kita yang dapat ikut  membesarkan para atlet di dalam negeri. Produk ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan para atlet untuk memiliki tempat hunian yang layak, sehingga bisa terus mengharumkan nama baik bangsa," papar Maryono.

Ada berbagai manfaat yang dapat diperoleh para atlet nasional berprestasi dari produk terbaru Bank BTN tersebut. Di antaranya,yakni suku bunga murah mulai dari 5%. Bank BTN juga menawarkan promo berupa uang muka mulai dari 5%. Kemudian, melalui KPR BTN Khusus Atlet, debitur juga bisa memiliki hunian tanpa biaya administrasi, provisi, dan appraisal.

KPR BTN Khusus Atlet tersebut juga dirancang dengan beberapa kelebihan dibandingkan jenis pinjaman pemilikan rumah lainnya. Melalui jenis KPR ini, para atlet bisa mengangsur hingga 30 tahun. Seperti diketahui, produk KPR pada umumnya hanya berjangka waktu paling panjang 20 tahun.

“Kami juga memberikan jangka waktu kredit hingga 30 tahun khusus bagi para atlet nasional. Inilah salah satu kelebihan yang kami maksudkan sebagai bentuk dukungan kepada atlet Indonesia untuk bagaimana mereka kesejahteraannya juga terjamin dari sisi terpenuhinya kebutuhan hunian mereka , " tambah Maryono.

Bank BTN turut menggelar beberapa kegiatan lain dalam rangka mendukung penyelenggaraan Asian Games 2018. Di antaranya, Bank BTN telah melakukan kerjasama dengan Indonesia Asian Games Organizing Committee (INASGOC) untuk mendukung pesta olahraga Asia ke XVIII tersebut. Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatangan Perjanjian Kerja Sama terkait Sponsorship Asian Games 2018 antara Bank BTN dan INASGOC di Jakarta, Rabu (30/05/2018).

Sebagai bentuk kepedulian Bank BTN bagi para atlet, perseroan juga memberikan bantuan berupa dana pembinaan kepada Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI). Dana pembinaan tersebut diberikan perseroan sebagai bentuk apresiasi kepada para atlet panjat tebing Indonesia karena telah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

“Ini adalah bentuk dukungan sosial yang diberikan korporasi kepada atlet panjat tebing melalui program CSR [Corporate Social Responsibility] Bank BTN. Kami peduli kepada mereka dan ini menjadi semangat korporasi untuk mendukung atlet pada umumnya untuk berprestasi lebih baik untuk Indonesia,” kata Maryono.

Sementara itu, hingga April 2018, Bank BTN terus mencatatkan pertumbuhan KPR. Per April 2018, KPR BBTN tercatat tumbuh 22,03% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp112,3 triliun pada April 2017 menjadi Rp137,05 triliun. Capaian pertumbuhan tersebut berada di atas rata-rata kenaikan KPR/KPA industri perbankan nasional. Data Otoritas Jasa Keuangan merekam KPR/KPA di industri perbankan nasional hanya naik sebesar 11,9% yoy per Maret 2018.

Maryono meyakini perseroan akan mampu mencapai target pertumbuhan KPR pada tahun ini dengan berbagai inovasi produk dan transformasi digital yang dilakukan. Apalagi, masyakarat Indonesia masih memilih KPR sebagai opsi utama untuk membeli hunian. "Melihat angka kebutuhan rumah yang masih tinggi serta berbagai inovasi yang kami lakukan untuk memfasilitasi kebutuhan akan hunian tersebut, kami optimistis KPR akan tumbuh di atas 20% pada tahun ini," ujar Maryono.

Adapun, berdasarkan data Bank Indonesia per triwulan I/2018 menunjukkan sebanyak 75,8% konsumen di Indonesia masih menggunakan KPR sebagai fasilitas utama dalam pembelian properti residensial. Kemudian sebanyak 14,93% konsumen di Tanah Air memilih membeli rumah secara tunai bertahap dan sisanya yakni 9,27% memiliki rumah dengan skema pembayaran tunai.

“Peluangnya masih terbuka lebar dan kami optimis dapat memenuhi kebutuhan itu dengan kesiapan yang sudah dilakukan Bank BTN,” tukas Maryono. (Abraham Sihombing)

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri BUMN Rini Soemarno (Foto Humas BUMN))

Rabu, 20 Maret 2019 - 08:04 WIB

Pertamina, RNI dan PTPN III Bersinergi Kembangkan Energi Terbarukan

Tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu Pertamina, RNI dan PTPN III menandatangani Nota Kesepahaman terkait kerjasama penyediaan bahan baku crude palm oil (CPO), Refined Bleached Deodorized…

Kerbau di persawahan

Rabu, 20 Maret 2019 - 07:38 WIB

Kementan tingkatkan pengawasan terhadap pemasukan daging kerbau asal India

Jakarta, Adanya pemberitaan di beberapa media online terkait kejadian kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di beberapa negara bagian di India, telah meningkatkan sikap kehati-hatian dan kewaspadaan…

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Selasa, 19 Maret 2019 - 21:30 WIB

Indonesia Posisi Kedua Sebagai Negara Dengan Optimisme Tinggi Terapkan Industri 4.0

Berdasarkan hasil riset McKinsey, Indonesia menempati posisi kedua sebagai negara dengan optimisme tertinggi dalam menerapkan industri 4.0, yakni 78%.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Ngakan Timur Antara

Selasa, 19 Maret 2019 - 21:06 WIB

INDI 4.0 Jadi Acuan Kemenperin Ukur Kesiapan Industri Masuk Era Digitalisasi

Kementerian Perindustrian terus memacu kesiapan sektor manufaktur nasional dalam memasuki era industri 4.0 khususnya lima sektor yang telah menjadi prioritas berdasarkan peta jalan Making Indonesia…

Kemen Kominfo

Selasa, 19 Maret 2019 - 19:33 WIB

Kominfo Blokir 11.803 Konten Radikalisme dan Terorisme

Jakarta-Kementerian Komunikasi dan Informatika telah melakukan pemblokiran konten internet yang memuat radikalisme dan terorisme sebanyak 11.803 konten mulai dari tahun 2009 sampai tahun 2019.…