Konsep Bisnis Sosial ala Helga Angeline 'Burgreens' Beri Dampak Sosial Komunitas Petani

Oleh : Dina Astria | Rabu, 16 Mei 2018 - 19:30 WIB

Helga Angelina dan suami, bantu memberdayakan petani lokal dan wanita dalam produksi bisnis kuliner Burgreens. (Foto: Instagram Burgreens)
Helga Angelina dan suami, bantu memberdayakan petani lokal dan wanita dalam produksi bisnis kuliner Burgreens. (Foto: Instagram Burgreens)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Founder Burgreens restoran, Helga Angelina memang bertekad untuk menyebarluaskan gaya hidup sehat melalui bahan-bahan dasar yang digunakan oleh Burgreens dan beberapa program edukasi gaya hidup sehat. Helga juga menerapkan konsep bisnis sosial atau sociopreneurship kepada 200 petani dari sekitar 20 komunitas petani di Indonesia. Helga memang bekerjasama mengambil bahan-bahan dasar untuk bisnis restorannya dari para komunitas petani tersebut.

“Kalau bahan-bahan fresh produce, kita ambil dari komunitas petani dari Cipanas dan Bogor. Kalau yang kering, kita ambil dari Banyuwangi, Bali dan tergantung tiap area organic produce-nya apa,” jelas Helga Angelina saat ditemui Industry.co.id pada Senin (14/5) lalu, di Menteng, Jakarta.

Namun, bila dilihat dari segi konsep bisnis sosialnya, Helga menjelaskan bahwa begitu bisnisnya berkembang, dampak sosial para komunitas petani pun ikut berkembang.

“Kalau kita mengukur dari jumlah petani yang kita ajak kerjasama, dan berapa persen food cost kita yang langsung di terima mereka, memberikan dampak sosial yang baik. Dampak sosial disini seperti uang yang kita bayarkan ke para petani, mereka pakai untuk menghidupi keluarganya atau menyekolahkan anak-anaknya,” tambah Helga.

Seperti misalnya, salah satu komunitas petani yang bekerjasama dengan Burgreens yaitu Yayasan Usaha Mulia. Profit yang mereka dapat, mereka gunakan untuk merekrut pelajar-pelajar SMA untuk belajar menjadi petani organik dan memberikan edukasi gratis untuk para anak petani.

“Lalu, komunitas petani wanita di Bogor, mereka menggunakan profit mereka untuk mengajak para perempuan meningkatkan finansial dengan menjadi petani,” tambahnya lagi.

Selain itu, Burgreens juga memberdayakan ibu-ibu rumah tangga di Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan, untuk mengelola rumah produksi. Mereka bertugas membuat bahan-bahan seperti saos, patty burger, dan pencuci mulut yang akan dikonsumsi di empat cabang Burgreens.

“Semua bahan ini dibudidayakan secara organik dan langsung dibeli dari petani untuk memotong jalur distribusi dan meningkatkan pendapatan petani lokal”, papar Founder dari Burgreens ini.

Sebelumnya, Helga Angelina telah mendapatkan sejumlah penghargaan, diantaranya, One of 30 Under 30 oleh Forbes Magazine (Februari 2016), Anugerah Perempuan Hebat Indonesia oleh Liputan6.com (April 2017), Women of The Year oleh Her World (2017) dan Mitra Wirausaha Sosial PT Bank DBS Indonesia (Oktober 2017).

Komentar Berita

Industri Hari Ini

GIIAS Medan 2018 (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:45 WIB

Rangkaian GIIAS Roadshow 2018 Ditutup Pesta Harga Akhir Tahun di GIIAS Medan Auto Show

Menghitung mundur kurang dari dua minggu menuju penyelenggaraan rangkaian pameran mobil GAIKINDO Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2018 yang akan kembali dilangsungkan di Medan. Kembali…

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong

Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:00 WIB

Industri Pariwisata Menunggu Kehadiran Investor Arab Saudi

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menyatakan pemerintah Indonesia akan menawarkan peluang investasi sektor pariwisata dan gaya hidup (lifestyle) dalam konferensi…

Menteri Basuki saat meninjau lokasi pembangunan Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA)

Kamis, 18 Oktober 2018 - 19:29 WIB

Penyaluran Bantuan Rumah Risha Disalurkan Lewat Pokmas Untuk Jamin Akuntabilitas

Untuk mempercepat penyaluran bantuan, Pemerintah telah menyederhanakan format pencairan dana perbaikan rumah dari sebelumnya 17 formulir menjadi 1 formulir saja.

Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih berfoto bersama dengan para peserta pameranpada peringatan Hari Kopi Internasional di Makassar (Foto: Kemenperin)

Kamis, 18 Oktober 2018 - 19:22 WIB

Pacu Pertumbuhan IKM Pengolahan Kopi, Inilah Langkah Strategis Kemenperin

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong pertumbuhan industri pengolahan kopi di dalam negeri termasuk skala industri kecil dan menengah (IKM).

Mario Nicolas, VP Product and Business OY! Indonesia.(FotoDok Industry.co.id)

Kamis, 18 Oktober 2018 - 19:00 WIB

Melalui Aplikasi OY!, Kirim Uang Bisa Dilakukan dengan Mudah

OY! hadir sebagai sebuah wadah yang mempermudah kehidupan serta komunikasi sehari- hari masyarakat Indonesia. Melalui fitur Transfer Antar bank Tanpa Ongkos langsung dari dalam chat room OY!,…