Resmikan Pabrik Pupuk Pusri IIB, Menteri Rini Harapkan Harga Pupuk Terjangkau Oleh Petani

Oleh : Hariyanto | Jumat, 11 Mei 2018 - 12:52 WIB

Menteri BUMN Rini Soemarno (Hariyanto/ INDUSTRY.co.id)
Menteri BUMN Rini Soemarno (Hariyanto/ INDUSTRY.co.id)

INDUSTRY.co.id - Palembang - Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan efisiensi pabrik pupuk sehingga harga komoditas strategis tersebut bisa lebih terjangkau oleh petani.

"Kita membangun pabrik baru pupuk di Pusri untuk menggantikan pabrik yang lama agar bisa lebih meningkatkan efisiensi produksi pupuk," kata Menteri Rini kepada pers di Palembang, Jumat (11/5/2018).

Hal tersebut disampaikan Rini bersama Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat Peluncuran dan Peresmian Pabrik Pusri IIB, Proyek NPK 2,4 Juta Ton serta peletakan batu pertama Pabrik NPK Fusion II Pusri.

Rini mengatakan pabrik Pusri IIB nantinya yang akan menjadi pengganti pabrik Pusri II akan lebih efisien produksi pupuk sehingga harga pupuk bisa makin turun. Demikian juga dengan Pusri IIB penggunaan gas juga lebih sedikit turun 40 persen dibanding pabrik lama.

"Selain itu penggunaan energinya jauh lebih rendah dengan menggunakan batu bara, ini menyebabkan harga pupuk busa lebih rendah," kata Rini.

Menteri Airlangga mengatakan pabrik pupuk yang baru dibangun itu memang lebih efisien karena penggunaan gas hemat tentu harga petani lebih rendah dan subsidi dari pemerintah akan turun.

"Ini tentunya akan lebih mengefisienkan produksi pupuk yang pada akhirnya harga murah, tapi dengan adanya produksi meningkat," kata Airlangga.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Aas Asikin Idat mengatakan pabrik Pusri IIB dibangun sebagai bagian dari program revitalisasi industri pupuk nasional.

Revitalisasi adalah salah satu upaya Pupuk Indonesia untuk meningkatkan daya saing produk, terutama di pasar internasional, dengan cara meningkatkan efisiensi produksi.

Konsep revitalisasi adalah mengggantikan sejumlah pabrik yang sudah tua dan boros konsumsi bahan baku gas-nya dengan pabrik baru yang hemat energi, ramah lingkungan dan efisien konsumsi bahan bakunya.

Selain Pusri IIB, bagian dari proyek revitalisasi lainnya adalah Pabrik Kaltim-5 di PT Pupuk Kaltim, Bontang dan Pabrik Amurea 2 di Petrokimia Gresik.

"Kapasitas produksi Pusri 2B adalah 907.500 ton urea per tahun dan 660.000 ton amoniak per tahun. Konsumsi gas Pusri 2B adalah 24 MMBTU per ton urea, jauh lebih rendah dibandingkan pabrik yang lama, yang konsumsi gasnya mencapai 37 MMBTU per ton urea," katanya.

Pabrik ini dibangun oleh konsorsium Rekayasa Industri dan Tokyo (Jepang), dengan total biaya investasi sekitar Rp8,5 triliun.

Sumber bahan baku gas untuk Pusri 2B berasal dari Pertamina EP dan Medco, dan mulai tahun 2019-2023 akan dipasok dari Conoco Phillips Grissik, dengan pasokan sebesar 62 MMSCFD.

Pabrik ini juga menggunakan bahan bakar batu bara untuk pembangkit steam dan listrik sehingga mengurangi ketergantungan terhadap gas bumi.(ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

PT PP Pro (Ist)

Kamis, 27 Februari 2020 - 10:17 WIB

PT PP Properti Akan Mendapat Dana Segar Sebesar Rp 416 Miliar

Dana tersebut berasal dari hasil penawaran umum Obligasi Berkelanjutan II PP Properti Tahap I Tahun 2020.

UD Trucks Extra Mile Challenge

Kamis, 27 Februari 2020 - 10:15 WIB

Ajak Pengemudi Naik Kelas, UD Trucks Kembali Gelar Extra Mile Challenge

UD Trucks Indonesia kembali menggelar Extra Mile Challenge. Ajang yang penyelenggaraannya memasuki tahun keempat ini masih terus diminati oleh para pengemudi UD Trucks di seluruh Indonesia.

Akhir Bulan, Pemerintah Pastikan Harga Gas Untuk Tiga Sektor ini

Kamis, 27 Februari 2020 - 10:10 WIB

Mengapa Faisal Basri Kekeh Menolak Rencana Harga Gas untuk Industri US$6 per MMBTU, Tidak Pro Pertumbuhan?

Dasarnya menurunkan harga gas industri itu apa? hitung-hitungannya dari mana sehingga harga gas industri harus 6 dolar,

L’Oréal Indonesia Terima Penghargaan Kinerja Keberlanjutan Holistik Terbaik

Kamis, 27 Februari 2020 - 10:00 WIB

L’Oréal Indonesia Terima Penghargaan Kinerja Keberlanjutan Holistik Terbaik

-L’Oréal Indonesia dengan bangga menerima dua penghargaan Sustainable Business Award Indonesia dalam kategori Pengakuan Khusus pada Manajemen Air (Special Recognition in Water Management)…

Direktur Utama Sirkuit Sentul Tinton Suprapto saat menemui Bupati Pandeglang Irna Narulita

Kamis, 27 Februari 2020 - 10:00 WIB

Temui Bupati Pandeglang, Tinton Suprapto Pastikan Bakal Bangun Sirkuit Internasional di KEK Tanjung Lesung

Tinton memaparkan rencananya dalam membangun sirkuit bertaraf internasional di wilayah Kabupaten Pandeglang, tepatnya di Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung.