Medali Kehormatan EXO Senilai 1,6 Miliar Won Terjual Habis

Oleh : Dina Astria | Jumat, 27 April 2018 - 15:40 WIB

Suho, Baekhyun dan Kai EXO saat menerima medali EXO yang diberikan oleh Pemerintah Korea Selatan. (Foto: Soompi)
Suho, Baekhyun dan Kai EXO saat menerima medali EXO yang diberikan oleh Pemerintah Korea Selatan. (Foto: Soompi)

INDUSTRY.co.id - Korea Selatan - Boyband EXO terus memberikan bukti bahwa eksistensi mereka tak pernah padam dalam dunia hiburan Korea Selatan dan mancanegara. Pada 18 April lalu, EXO mendapatkan medali kehormatan yang diberikan oleh pemerintah Korea Selatan, sebagai bentuk apresiasi terhadap kesuksesan EXO menjadi salah satu pemimmpin Hallyu Wave di berbagai belahan dunia.

Makin bangganya, EXO menjadi artis K-Pop pertama yang mendapatkan medali kehormatan ini.

Sementar itu, KOMSCO, The Korea Mint Coorporation yang merupakan lembaga pencetak uang resmi Korea Selatan, mengungkapkan medali ini dijual dalam jumlah terbatas ke dalam dua versi, yakni versi khusus dan versi reguler.

Versi khusus dijual dengan sangat terbatas, dengan komposisi medali perak, berat 31,1 gram, diameter 40 mm, tingkat kemurnian – 99,9%. Lalu, versi reguler memiliki berat medali perak 15,55 gram, diameter 28 mm, tingkat kemurnian – 99,9%.

Medali ini hanya tersedia 5.000 medali dan 100 set yang tersedia untuk dijual. Biayanya pun seharga 165.000 Won atau sekitar Rp2 juta per medali anggota. Untuk semua 9 medali member EXO, totalnya senilai 1.485.000 Won atau sekitar Rp19 juta.

Meskipun biayanya terbilang cukup mahal, para EXO-L, sebutan penggemar EXO, tidak merasa ragu untuk membeli semua medali, dan benar dikabarkan penjualan medali ini terjual habis dalam waktu 1 jam saja.

Maka, total penjualan dari medali EXO ini adalah 1,6 miliar Won atau sekitar Rp20 miliar.

Publik pun menilai bahwa para EXO-L sangat mengagumkan dan tetap setia dengan idola mereka dari 6 tahun lalu, dimana EXO melakukan debut pertama mereka pada tahun 2011.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Biodiesel 20 Persen (B20)

Minggu, 18 November 2018 - 08:00 WIB

BI: Penggunaan B20 Bisa Kurangi Defisit Transaksi Berjalan

Deputi Gubenur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo mengatakan kewajiban penggunaan biodiesel 20 persenn (B20), yang sudah dicanangkan pemerintah, bisa mengurangi defisit neraca transaksi berjalan…

Presiden Ri Joko Widodo dan Presiden Xi Jinping (Foto: Istimewa)

Minggu, 18 November 2018 - 07:00 WIB

Presiden Jokowi-Presiden Xi Bahas Perkembangan Ekonomi Digital

Presiden Joko Widodo bertemu dengan Presiden Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Xi Jinping dan membahas perdagangan hingga ekonomi digital dalam pertemuan bilateral yang digelar di sela KTT APEC.

Tanaman kopi (foto Industry.co.id)

Minggu, 18 November 2018 - 06:37 WIB

Aceh Tengah Targetkan Produksi Kopi 800 Kh/Ha

Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah melalui Dinas Pertanian daerah setempat menargetkan produksi komoditas kopi di kawasan tersebut mencapai 800 kilogram per hektare pada 2018.

Menlu Retno Marsudi (Foto Istimewa)

Minggu, 18 November 2018 - 06:00 WIB

Impinan APEC Diharapkan Bantu Negara-Negara Pasifik

Para pemimpin Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) diharapkan membantu negara-negara di Kepulauan Pasifik menghadapi dampak perubahan iklim dan menangani isu-isu kelautan.

 Dody Budi Waluyo Deputi Gubernur BI (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 18 November 2018 - 05:18 WIB

BI Pastikan Revisi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2019

Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo memastikan adanya penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi pada 2019 dari kisaran sebelumnya sebesar 5,1-5,5 persen.