Atasi Kemacetan, Menhub Budi Usulkan Libur Lebih Awal, Anda Setuju?

Oleh : Herry Barus | Selasa, 20 Maret 2018 - 10:17 WIB

Menhub Budi Karya Sumadi (Industry.co.id)
Menhub Budi Karya Sumadi (Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengusulkan agar cuti bersama Lebaran 2018 bisa dimajukan lebih awal untuk mengurangi potensi kemacetan yang kerap terjadi pada momentum tersebut.

Budi seusai Forum Infrastruktur India-Indonesia (IIIF) di Jakarta, Senin, (19/3/2018) mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Refornasi Birokrasi (PAN-RB) untuk mengusulkan agar libur bisa dimajukan dua hingga tiga hari lebih awal.

"Kita juga ingin berkoordinasi dengan Kementerian PAN-RB untuk membuat libur anak-anak bisa dua atau tiga hari lebih awal. Sehingga kalau mau pulang (mudik) tidak di H-1 tapi dari H-7 atau H-8 sehingga memberikan relaksasi, atau tekanan (kemacetan) berkurang," katanya kepada awak media,

Budi mengatakan selama ini kemacetan saat Lebaran diklaim karena minimnya waktu libur yang diberikan pemerintah. Akibatnya, banyak masyarakat melakukan mudik dan balik Lebaran di waktu yang berdekatan dengan hari H.

Pemerintah biasanya menetapkan cuti bersama Lebaran dua hari sebelum dan setelah hari H. Dengan hitungan tersebut, maka ada sekitar waktu seminggu libur Lebaran. Dalam jangka waktu tersebut, kebanyakan masyarakat akan menggunakan waktu yang relatif sama untuk melakukan mudik dan balik karena minimnya hari libur yang tersedia.

Selain berkoordinasi dengan Kementerian PAN-RB, Budi mengatakan pihaknya juga berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta kepolisian dan pemangku kepentingan lain untuk mensukseskan mudik Lebaran tahun ini.

Ia berharap koordinasi yang dilakukan pemerintah akan membuat momentum libur Lebaran dapat berjalan lancar dengan persiapan yang baik.

"Mudik adalah amanah yang menantang untuk saya, oleh karena itu kami, Kemenhub, mempersiapkan dengan baik," pungkasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kementerian PUPR terapkan teknologi RISHA

Selasa, 21 Agustus 2018 - 10:50 WIB

Dirjen Cipta Karya: Rehabilitasi dan Rekonstruksi Tuntas Dalam Satu Hingga Dua Tahun

Teknologi Risha menggunakan sistem modular sehingga mudah dipasang dan lebih cepat penyelesaiannya dibandingkan konstruksi rumah konvensional.

PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) (Ist)

Selasa, 21 Agustus 2018 - 10:30 WIB

Anak Perusahaan RNI Luncurkan Program Kemitraan Tebu Desa Penyangga

Anak Perusahaan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) yang bergerak dalam sektor agroindustri, PT PG Rajawali II meluncurkan Program Kemitraan Tebu Desa Penyangga dengan Pabrik Gula (PG)…

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto

Selasa, 21 Agustus 2018 - 10:30 WIB

Menteri Airlangga: APBN 2019 Akan Difokuskan pada Pembangunan SDM

Pemerintah telah menetapkan untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2019 akan difokuskan pada pembangunan sumber daya manusia (SDM).

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono

Selasa, 21 Agustus 2018 - 10:25 WIB

Rehabilitasi Fasilitas Publik dan Rumah Tahan Gempa di Lombok Diintensifkan

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berupaya untuk merehabilitasi fasilitas publik dan rumah dalam rangka percepatan pemulihan kehidupan sosial-ekonomi masyarakat pasca…

Ditjen Cipta Karya tandatangani kontrak dengan para penyedia jasa untuk pelaksanaan konstruksi

Selasa, 21 Agustus 2018 - 10:10 WIB

Tiga Infrastruktur Ini Ditergetkan Rampung Akhir 2019, Ini Masing-masing Anggaranya

Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya tandatangani kontrak dengan para penyedia jasa untuk pelaksanaan konstruksi Stadion Manahan Kota Surakarta, Pasar Atas Kota Bukittinggi, dan Pasar…