17 Juta Tenaga Kerja Terserap di Sektor Manufaktur Sepanjang 2017

Oleh : Ahmad Fadli | Selasa, 09 Januari 2018 - 18:07 WIB

Pengunjung pameran manufaktur di booth Siemens
Pengunjung pameran manufaktur di booth Siemens

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemperin) merilis mengenai penyerapan tenaga kerja. Kemperin memprediksi total tenaga kerja yang terserap di sektor manufaktur pada 2017 sebanyak 17,01 juta orang, naik 9,4% dibandingkan tahun 2016 yang mencapai 15,54 juta orang.

Pencapaian ini dipercaya dapat mendorong pengurangan tingkat pengangguran dan kemiskinan di Indonesia yang cukup signifikan. Selain itu Kemperin mencatat, ekspor industri pengolahan nonmigas sampai November tahun 2017 sebesar US$114,67 miliar atau naik 14,25% dibandingkan periode yang sama tahun 2016 sekitar US$100,36 miliar.

Ekspor industri pengolahan nonmigas ini memberikan kontribusi hingga 74,51% dari total ekspor nasional sampai November 2017 yang mencapai US$153,90 miliar.

Airlangga mengungkapkan, pemerintah akan mengadakan roadshow kepada investor dan rating agency agar mereka mengetahui bahwa regulasi-regulasi di Indonesia sudah diperbaiki sehingga iklim investasi saat ini menjadi lebih kondusif.

Untuk itu, guna semakin mendongkrak daya saing manufaktur nasional, hal utama yang sedang diupayakan Kemperin adalah memfasilitasi pemberian insentif fiskal kepada industri yang mengembangkan pendidikan vokasi dan membangun pusat inovasi di Indonesia.

"Dalam rapat terbatas, Kemenperin sudah mengajukan kepada Kementerian Keuangan terkait pemberian tax allowance sebesar 200 persen untuk vokasi dan 300% untuk research and development," jelas Menperin dalam keterangan resmi, Selasa (9/1)

Menperin pun menyatakan, fasilitas insentif fiskal tersebut merupakan hasil benchmark dengan Thailand dan negara lain. Diharapkan, akan turut meningkatkan daya saing Indonesia dibanding negara ASEAN lain.

Apalagi, pengelolaan ekonomi di Tanah Air dinilai semakin membaik mulai dari peringkat ease of doing business yang melonjak ke posisi 72 pada tahun 2017 dan peringkat layak investasi yang diberikan lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor's (S&P).

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Nikmati Nasi Padang Rendang dalam Penerbangan Bersama Garuda Indonesia

Rabu, 20 Februari 2019 - 21:00 WIB

Nikmati Nasi Padang Rendang dalam Penerbangan Bersama Garuda Indonesia

Maskapai nasional Garuda Indonesia pada hari ini, Rabu (19/2) meluncurkan secara resmi "The New Signature Dish of Indonesia" yang merupakan 21 varian baru menu in-flight meals Garuda Indonesia…

Taufik Hidayat, Direktur Utama PT PP Properti Tbk menyaksikan Walikota Semarang, Hendrar Prihadi yang sedang menandatanganan prasasti peresmian 8 kran air siap minum di Semarang, Selasa (19/02/2019).

Rabu, 20 Februari 2019 - 20:44 WIB

PP Properti Resmikan Kran Air Siap Minum bersama Walikota Semarang

PT PP Properti Tbk (PPRO), bersama Project The Alton dan Amartha View meresmikan kran air siap minum di delapan titik Kota Semarang, yakni Taman Indonesia Kaya dan Taman Simpang Lima.

PT Elnusa Tbk (Elnusa), (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 20 Februari 2019 - 19:00 WIB

Tahun Buku 2018, Elnusa Pecahkan Rekor Pendapatan Usaha

PT Elnusa Tbk (Elnusa), perusahaan terkemuka penyedia jasa energi, menutup tahun buku 2018 dengan kinerja yang menggembirakan. Elnusa berhasil mendongkrak kinerja dengan membukukan pendapatan…

Pelabuhan Tanjungbalai Asahan Sumut (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 20 Februari 2019 - 18:00 WIB

Pelindo 1 Rampungkan Modernisasi Pelabuhan Tanjung Balai Asahan

PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 terus berupaya meningkatkan kinerja dan pelayanan jasa kepelabuhanan dengan melakukan penataan dan pengembangan pelabuhan, salah satunya dengan…

BRI Syariah di Cirebon

Rabu, 20 Februari 2019 - 17:43 WIB

BRI Syariah Bidik Pelaku UKM di Kelas Keuangan Mikro Cirebon

Cirebon - PT Bank BRIsyariah Tbk atau yang lebih dikenal dengan BRIsyariah punya cara tersendiri dalam menggenjot pertumbuhan pembiayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Kali ini BRIsyariah…