BPJS Ketenagakerjaan Raih Penghargaan KPK sebagai Lembaga dengan Sistem Pengendalian Gratifikasi Terbaik

Oleh : Wiyanto | Rabu, 13 Desember 2017 - 05:51 WIB

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto menerima penghargaan dari Ketua KPK
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto menerima penghargaan dari Ketua KPK

INDUSTRY.co.id - BPJSTK - BPJS Ketenagakerjaan berkomitmen penuh dengan berbagai cara dalam pengendalian Gratifikasi di tubuhnya. Hal ini melahirkan bukti nyata yang diganjar penghargaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai Lembaga dengan Sistem Pengendalian Gratifikasi Terbaik.

Penghargaan yang diterima langsung oleh Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto ini diberikan langsung pada penutupan rangkaian kegiatan Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia Tahun 2017 di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan (12/12).

Penghargaan ini diterima berdasarkan evaluasi KPK atas pengendalian gratifikasi yang dilaksanakan BPJS Ketenagakerjaan selama periode Januari - Desember 2017.

Agus menyampaikan, “Kami berterimakasih atas apresiasi dan penghargaan yang diberikan kepada BPJS Ketenagakerjaan sebagai Lembaga dengan Sistim Pengendalian Gratifikasi Terbaik, penghargaan ini merupakan komitmen semua Insan BPJS Ketenagakerjaan dalam menjunjung nilai Integritas dengan baik, sejalan dengan Visi dan Misi BPJS Ketenagakerjaan".

Seperti diketahui, Integritas merupakan salah satu nilai yang ditanamkan BPJS Ketenagakerjaan dalam  menjalankan roda organisasi untuk mewujudkan perlindungan paripurna bagi seluruh pekerja di Indonesia.

“Penghargaan dari KPK ini merupakan kado Istimewa yang BPJS Ketenagakerjaan terima dalam usianya ke 40 Tahun tepat pada tanggal 5 Desember 2017 beberapa hari lalu. Berawal pada era Perum Astek (1977 - 1990), PT Astek, Persero (1984 - 1992), PT Jamsostek, Persero (1995 - 2013), dan BPJS Ketenagakerjaan (2014 - sekarang)”, tambah Agus.

Agus juga berterimakasih kepada seluruh pemangku kepentingan BPJS Ketenagakerjaan yang senantiasa berjuang untuk menjadi institusi yang bersih , menjunjung tinggi Integritas, bebas dari korupsi, gratifikasi dan suap.

“Integritas adalah key success faktor yang utama bagi BPJS Ketenagakerjaan untuk senantiasa dapat melayani Indonesia dengan sebaik-baiknya. Sebagai institusi yang mengelola dana pekerja, penghargaan ini akan meningkatkan kepercayaan masyarakat pekerja kepada kami.  Penghargaan ini juga akan memacu seluruh jajaran BPJS Ketenagakerjaan untuk senantiasa berjuang menegakkan Integritas", tutur Agus menutup.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Presiden Jokowi dan KH Maruf Amin (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 21 September 2018 - 21:32 WIB

Jokowi-Ma`ruf Amin Nomor Urut 1, Prabowo - Sandiaga Uno Nomor Urut 2

Pasangan Joko Widodo-KH. Ma`ruf Amin mendapatkan nomor urut 1 dalam Pemilu Presiden 2019. Dengan demikian, pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga S Uno memperoleh nomor urut 2.

Ilustrasi Rokok Ilegal ((Ist)

Jumat, 21 September 2018 - 19:59 WIB

Dampak Peredaran Rokok Ilegal, Negara Dirugikan Rp 1 Triliun Pertahun

Peredaran rokok ilegal (tanpa cukai) di Tanah Air ternyata masih cukup besar. Berdasar temuan tim dari Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui survei cukai rokok ilegal sepanjang tahun 2018, ditemukan…

Hikvision Luncurkan EZVIZ

Jumat, 21 September 2018 - 19:50 WIB

Dolar AS Naik, Pasar CCTV Alami Penurunan Penjualan

Nilai tukar rupiah masih menunjukan tren pelemahan. Kurs mata uang Garuda masih bertengger di level Rp 14.898 per dolar Amerika Serikat.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto

Jumat, 21 September 2018 - 19:30 WIB

Menperin Yakinkan Investor Singapura untuk Tingkatkan Investasi di Indonesia

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto meyakinkan kepada investor dan pelaku usaha Singapura untuk meningkatkan investasinya di Indonesia.

Beras Impor (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 21 September 2018 - 19:20 WIB

Polemik Impor Beras, Siapa Layak Dievaluasi ?

Hembusannya seperti menemukan momentum saat terjadi polemik impor beras antara Dirut Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) dan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita.