BAZNAS Resmikan Kampung Tanggap Bencana

Oleh : Hariyanto | Jumat, 24 November 2017 - 10:43 WIB

BAZNAS Resmikan Kampung Tanggap Bencana
BAZNAS Resmikan Kampung Tanggap Bencana

INDUSTRY co.id -Subang - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) meresmikan Kampung Tanggap Bencana di Desa Sukakerti, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Jawa Barat.  

"Kampung Tanggap BAZNAS ini merupakan bentuk inisiasi ketangguhan yang utuh bagi masyarakat dengan sinergitas program BAZNAS," ujar anggota BAZNAS Ir. Nana Mintarti, MP di lokasi program yang terletak di Kampung Sukamukti itu, Kamis (23/11/2017).

Hadir Direktur Koordinator Pendistribusian, Pendayagunaan, Renbang dan Diklat Zakat Nasional BAZNAS Mohd Nasir Tajang, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar dan Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Barat KH. Arif Ramdani. Acara ini juga ditandai pemberian sarana usaha Kopi Tangguh Sukamukti.

Nana menjelaskan, Sukamukti merupakan kampung terparah terdampak bencana banjir bandang pada Mei 2016 silam. Di mana sebanyak 63 dari 134 rumah rusak dan seluas 32,5 hektare areal pertanian milik warga gagal panen. 

"Hasil parcipatory rural appraisal atau PRA, longsor terhitung sering terjadi dikarenakan keadaan alam Kampung Sukamukti yang berada di antara dua igir bukit sehingga kampung ini berada pada wilayah rawan longsor," ujarnya.

Tetapi, lanjut dia, kejadian banjir bandang yang dipicu longsor yang sangat besar dan terbesar dalam kurun waktu 20 tahun terakhir. 

Pada kejadian tersebut keegiatan penghidupan warga lumpuh dalam waktu tiga bulan setelah kejadian banjir bandang tersebut, terutama penghidupan pertanian dan perdagangan karena warga tersita waktunya untuk mengungsi dan merekonstruksi rumah.

Nana memaparkan, salah satu dampak psikososial yakni trauma yang terjadi pada anak-anak yang selalu cemas ketika hujan deras terjadi.

Direktur BAZNAS Mohd Nasir Tajang menambahkan, hasil pendampingan masyarakat melalui program Kampung Tanggap BAZNAS, mendorong warga Kampung Sukamukti memiliki kesiapsiagaan terhadap bencana.

"Tetapi itu belum terstruktur secara baik dan terdapat potensi livelihood atau penghidupan, yang bila diberikan sistem kesiapsiagaan di dalamnya diharapkan dapat membangun sustainable atau kebersinambungan, baik saat tidak terjadi bencana maupun saat terjadi bencana, sampai pada keadaan pascabencana," ujarnya. 

Nasir mengemukakan, kesiapsiagaan dibentuk pada dua sisi sesuai dengan definisi bencana itu sendiri, yakni kesiapsiagaan terhadap kehidupan dan penghidupan. 

"Pembentukan kesiapsiagaan terhadap kehidupan masyarakat antara lain seperti pengenalan tentang materi pengurangan risiko bencana, analisa partisipatif risiko bencana, penentuan bencana prioritas, penyusunan sistem peringatan dini dan rencana aksi sampai pada uji coba rencana aksi atau simulasi," katanya. 

Di samping itu, imbuh Nasir, inisiasi terhadap ketangguhan penghidupan yakni menemukan potensi aset tradisional dengan memberikan alat usaha dan sistem simpanan dalam bentuk hasil panen yang dapat dimanfaatkan saat kondisi paceklik, gagal panen atau kondisi darurat bencana sebagai stimulan pengembangan penghidupan bagi warga terpapar ancaman bencana.

"Badan Amil Zakat Nasional merupakan barometer praktik penyaluran zakat di Indonesia, dengan pembuka program BAZNAS Tanggap Bencana dalam bentuk Kampung Tanggap Bencana, peningkatan ketangguhan dan kebersinambungan penghidupan hendaknya dapat mengurangi keterpaparan dan angka kemiskinan pascabencana melalui sinkronisasi program-program penyaluran BAZNAS," ucapnya. 

Nasir menyatakan, simultan sistem simpanan hasil panen dan alat usaha bagi warga hendaknya dapat menjadi modal awal bagi pendampingan penghidupan mereka dengan program Zakat Community Development (ZCD) agar dapat terus bersinambungan dan berkembang dikemudian hari. 


"Hal ini merupakan bentuk deferensiasi praktik program peningkatan ketangguhan masyarakat melalui penyaluran dana zakat yang dibandingkan dengan lembaga penanggulangan bencana di Indonesia, maka dengan bentuk sinkronisasi program ini diharapkan dapat menunjukkan kiprah lembaga zakat dalam upaya pencapaian pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs)," tuturnya.

Nasir berharap, melalui kegiatan program Kampung Tanggap Bencana akan mengujicobakan rencana aksi masyarakat yang telah disusun selama proses pendampingan yang telah berjalan selama satu bulan. Yakni, imbuh dia, dengan melakukan simulasi bencana. 

Pada pelaksanaan simulasi bencana ini, lanjut Nasir, dukungan program kesehatan BAZNAS yang dalam praktik tanggap darurat bencana juga memiliki banyak andil menjadi penting sebagai bentuk antisipasi kecelakaan saat pelaksanaan simulasi. 

Menurut dia, simbolisasi penyerahan alat usaha simultan menunjukkan deferensiasi praktik pendampingan ketangguhan masyarakat yang utuh. "Yaitu, tidak hanya tangguh saat tanggap darurat bencana, tetapi juga memiliki sistem penghidupan yang bersinambungan serta berkelanjutan yang akan disaksikan oleh stakeholder utama penanggulangan bencana di Indonesia, seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan pihak terkait lain," ujarnya.(nin)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Huawei

Senin, 18 Desember 2017 - 15:33 WIB

Huawei Diperkirakan Akan Luncurkan P11 Diawal 2018 Mendatang

Huawei lanjutkan kerjasama dengan produsen kamera asal Jerman , Leica yang akan meluncurkan Huawei P11 yang diperkirakan akan diluncurkan pada awal tahun 2018 mendatang.

Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Ist)

Senin, 18 Desember 2017 - 15:30 WIB

2018, Serangkaian Event Olahraga dan Agenda Pariwisata Bakal Hadir Meriahkan Batam

Selain meningkatkan pariwisata di Kepulauan Riau, Badan Pengusahaan (BP) Batam memiliki beberapa agenda untuk meningkatkan ekonomi terutama dari bidang pariwisata.

ICAEW Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Pesat Sebesar 5,3 Persen di 2018

Senin, 18 Desember 2017 - 15:14 WIB

ICAEW Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Pesat Sebesar 5,3 Persen di 2018

Lapora terbaru Economic Insight: South-East Asia mengungkapkan, prospek perkembangan Indonesia tertahan oleh belanja konsumen yang lesu. Namun, pertumbuhan masih diperkirakan akan naik hingga…

Gedung Bank Indonesia

Senin, 18 Desember 2017 - 15:00 WIB

BI Siap Beri Sangsi Perusahaan Pembayaran Tak Berijin

Bank Indonesia (BI) berkomitmen menjaga perlindungan konsumen dan sekaligus keberlangsungan usaha pada pelaku jasa sistem pembayaran.

Go-Jek (ist)

Senin, 18 Desember 2017 - 14:30 WIB

Bank Indonesia Proses Ijin Akuisisi Gojek

Bank Indonesia (BI) sedang memproses perijinan akuisisi Gojek terhadap dua perusahaan calon jasa sistem pembayaran. Meskipum Gojek bukan pelaku jasa sistem pembayaran tetap harus ijin ke BI.…