Dapat Binaan Pentingnya Pariwisata, Nusa Penida, Kini Makin Berkembang

Oleh : Chodijah Febriyani | Senin, 20 November 2017 - 17:30 WIB

Wisata Nusa Penida (Foto:https://www.tripadvisor.com)
Wisata Nusa Penida (Foto:https://www.tripadvisor.com)

INDUSTRY.co.id, Bali - Bali, merupakan salah satu destinasi wisata di Indonesia yang gaungnya sudah mendunia, begitu banyak tempat wisata yang sangat indah dan menawan yang membuat para wisatawan domestik bahkan wisatawan mancanegara yang mengaku takjub akan keindahan Pulau Dewata tersebut.

Salah satunya, adalah Nusa Penida yakni sebuah pulau yang terpisah dan masuk dalam kawasan pulau-pulau kecil. Dan,  terbukti, Nusa Penida kini mengalami perkembangan yang pesat di sektor pariwisatanya.

"Hal itu berkat kesiapan dan kesadaran masyarakat setempat memberikan pelayanan yang maksimal kepada pelancong sehingga mampu memberikan dampak positif bagi kehidupan mereka," kata Kepala Bidang Sumber Daya Pariwisata, Dinas Pariwisata Kabupaten Klungkung Tjokorda Gede Romy Tanaya, Minggu, (19/11/2017).

Hal senada juga diungkapkan Perbekel Desa Lembongan I Ketut Arjaya sehingga perkembangan sektor pariwisata itu secara bertahap mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Kelompok sadar wisata (pokdarwis) muncul dari kesadaran masyarakat yang terus mendapat pembinaan secara intensif dari Dinas Pariwisata setempat, sehingga dapat mengembangkan potensi yang ada secara maksimal untuk menambah daya tarik wisata ke daerah terpencil itu.

"Kami tidak ingin pariwisata yang kini menjadi andalan masyarakat Lembongan bernasib sama dengan komoditas rumput laut, dimana karena mengejar kuantitas kita melupakan kualitas yang menyebabkan sumber penghasilan itu hilang selamanya," ujar I Ketut Arjaya.

Ia mengharapkan lewat pembentukan Pokdarwis Desa Lembongan mampu menyadarkan masyarakat untuk mewujudkan pariwisata yang berkualitas sekaligus mengangkat taraf hidup mereka.

Menurut Kepala Bidang Sumber Daya Pariwisata, Dinas Pariwisata Kabupaten Klungkung Tjokorda Gede Romy Tanaya kemajuan sektor pariwisata itu perlu diimbangi dengan adanya pengawasan agar tetap berjalan dengan baik.

Desa Lembongan sebagai desa wisata sudah sepantasnya mempunyai kelompok sadar wisata yang nantinya bisa ikut andil dalam melakukan pengawasan dan memberi masukan kepada pemerintah, ujar Tjok Romy.

Dalam pembentukan Pokdarwis Desa Lembongan, Gede Sutawan ditunjuk sebagai ketua dan Wayan Suwarbawa sebagai wakil Ketua, dilengkapi dengan seksi-seksi untuk memudahkan menjalankan program yang diharapkan bermanfaat kedepannya.

"Saya masih buta memimpin organisasi apalagi Desa Lembongan bukanlah Desa wisata yang baru berkembang, namun desa yang sudah sangat maju pariwisatanya dan tentu saja sudah banyak masalah yang ada, dengan itu saya akan selalu minta bimbingan dari Dinas Pariwisata sehingga Pokdarwis bisa berjalan sesuai rencana," ujar Gede Sutawan. (ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

GIIAS Medan 2018 (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:45 WIB

Rangkaian GIIAS Roadshow 2018 Ditutup Pesta Harga Akhir Tahun di GIIAS Medan Auto Show

Menghitung mundur kurang dari dua minggu menuju penyelenggaraan rangkaian pameran mobil GAIKINDO Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2018 yang akan kembali dilangsungkan di Medan. Kembali…

Menteri Basuki saat meninjau lokasi pembangunan Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA)

Kamis, 18 Oktober 2018 - 19:29 WIB

Penyaluran Bantuan Rumah Risha Disalurkan Lewat Pokmas Untuk Jamin Akuntabilitas

Untuk mempercepat penyaluran bantuan, Pemerintah telah menyederhanakan format pencairan dana perbaikan rumah dari sebelumnya 17 formulir menjadi 1 formulir saja.

Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih berfoto bersama dengan para peserta pameranpada peringatan Hari Kopi Internasional di Makassar (Foto: Kemenperin)

Kamis, 18 Oktober 2018 - 19:22 WIB

Pacu Pertumbuhan IKM Pengolahan Kopi, Inilah Langkah Strategis Kemenperin

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong pertumbuhan industri pengolahan kopi di dalam negeri termasuk skala industri kecil dan menengah (IKM).

Dean Novel

Kamis, 18 Oktober 2018 - 19:02 WIB

Kisah Petani Jagung Berdasi (2): Memilih NTB Ketimbang Jawa

Dean betah berladang di NTB karena menurutnya petani di Lombok masih haus dengan inovasi. Masih mendengar jika diberi penyuluhan, masih penasaran dengan ilmu-ilmu baru dalam pertanian.

Mario Nicolas, VP Product and Business OY! Indonesia.(FotoDok Industry.co.id)

Kamis, 18 Oktober 2018 - 19:00 WIB

Melalui Aplikasi OY!, Kirim Uang Bisa Dilakukan dengan Mudah

OY! hadir sebagai sebuah wadah yang mempermudah kehidupan serta komunikasi sehari- hari masyarakat Indonesia. Melalui fitur Transfer Antar bank Tanpa Ongkos langsung dari dalam chat room OY!,…