E-BPKB Permudah Legalitas Kendaraan

Oleh : Herry Barus | Selasa, 14 November 2017 - 12:47 WIB

Menhub Budi Karya S (humas kemenhub)
Menhub Budi Karya S (humas kemenhub)

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menilai dengan adanya sistem digitalisasi Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) elektronik akan mempermudah untuk legalitas kendaraan, baik roda dua maupun roda empat atau lebih.

"Dengan adanya e-BPKB ini, maka masyarakat terbantu yang tadinya tiga sampai empat hari mengurusnya, bisa hanya dua menit luar biasa. Karena BPKB adalah suatu andalan dan kecenderungannya diabaikan, kalau cepat begini untuk apa diabaikan," katanya dalam peluncuran e-BPKB di Jakarta, Senin (13/11/2017)

Selain itu, Budi menuturkan dengan proses digitalisasi tersebut, maka akan mempermudah pengawasan kepada pemilik kendaraan bermotor.

"Kami merasa terbantu karena semakin terkontrol, lebih gampang mengontrol identitas pemilik kendaraan," katanya.

Nantinya, lanjut dia, juga akan mempermudah untuk proses Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT) yang akan terintegrasi bagi pemegang merk kendaraan.

Budi mengapresiasi upaya Polri dalam peningkatan pelayanan publik sekaligus profesionalisme sesuai dengan mandat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan.

"Ini merupakan lompatan yang berarti bagi masyarakat karena tanpa BPKB, kendaraan tidak ada nyawanya, untuk itu fungsi-fungsi digitalisasi bisa lebih ditingkatkan lagi," katanya.

Dalam kesempatan sama Wakil Ketua Kepolisian Negara Republik Indonesia Komisaris Jenderal Syafruddin mengatakan sistem e-BPKB akan diterapkan di seluruh Indonesia selama jangka waktu tiga bulan.

"Setelah ini di seluruh Indonesia bisa tiga bulan selesai," katanya.

Dengan pemanfaatan teknologi digital, Syafruddin berharap masyarakat tidak lagi terbebani biaya dan waktu untuk pengurusan BPKB serta menghindari adanya praktik pungutan liar (pungli).

Sementara itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur menilai pelayanan publik harus menyesuaikan perkembangan zaman.

"Pelayanan publik sudah harus disesuaikan dengan perkembangan teknologi, kita tidak bisa lagi menghindari adanya teknologi. Pada 2014 pengguna internet tercatat 88,1 juta orang, 2015 naik menjadi 93,4 juta orang dan 2016 sudah lebih dari 100 juta lebih, sehingga pelayanan publik berbasis internet harus menjadi ciri khas Indonesia," ujarnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Inarno Djayadi Dirut BEI (Foto Tribunnews)

Minggu, 22 Juli 2018 - 15:15 WIB

BEI Bakal Percepat Periode Penyelesaian Transaksi Bursa Jadi T Plus Dua

Manajemen Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mempercepat periode penyelesaian (settlement) transaksi bursa dari T+3 menjadi T+2. Itu artinya, penyelesaian transaksi saham hingga penyerahan barang…

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 22 Juli 2018 - 15:03 WIB

Gelombang Ekstrem Masih Terjadi Seminggu ke Depan

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksikan gelombang laut dengan ketinggian 2,5 meter hingga empat meter atau dalam kategori ekstrem dan berbahaya masih akan terjadi dalam…

Lapas Sukamiskin Bandung (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 22 Juli 2018 - 14:58 WIB

DirjenPAS Akui Kejadian di Lapas Sukamiskin Masalah Serius

Direktur Jenderal Pemasyarakatan (DirjenPAS) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sri Puguh Budi Utami mengatakan kejadian operasi tangkap tangan (OTT) di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin,…

Lapas Sukamiskin Bandung (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 22 Juli 2018 - 14:54 WIB

DirjenPas Akui Fasilitas Tak Standar di Lapas Sukamiskin

Direktur Jenderal Pemasyarakatan (DirjenPAS) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sri Puguh Budi Utami membenarkan adanya fasilitas bagi narapidana korupsi yang tidak sesuai standar di Lembaga…

Indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (dok INDUSTRY.co.id)

Minggu, 22 Juli 2018 - 14:45 WIB

Pekan Lalu, Indeks Harga Saham Gabungan Terkoreksi 1,2%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan 1,2% ke posisi 5.872,78 sepanjang pekan lalu (16-20 Juli 2018) dibandingkan posisi pada akhir pekan sebelumnya…