Operasional Pabrik Semen Rembang Telah Memenuhi Seluruh Syarat dan Perizinan

Oleh : Hariyanto | Rabu, 04 Oktober 2017 - 06:16 WIB

Pabrik Semen Rembang (Ist)
Pabrik Semen Rembang (Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk menyatakan, operasional pabrik Rembang telah memenuhi seluruh perizinan yang disyaratkan.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia, Agung Wiharto mengatakan, Putusan peninjauan kembali kedua Mahkamah Agung yang menyatakan N.o (niet ontuankelijke verklaard) atau gugatan tidak diterima, tidak mempengaruhi operasional pabrik.

"Keputusan tersebut tidak terkait dan tidak berdampak hukum terhadap operasional pabrik semen Rembang," kata Agung kepada pers di Jakarta, Selasa (3/10/2017).

Pabrik semen Rembang dapat beroperasi secara sah berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 660.1/6 Tahun 2017 tentang Izin Lingkungan Kegiatan Penambangan dan Pembangunan Pabrik Semen dengan kode emiten SMGR di Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah, pada 23 Februari 2017.

Izin lingkungan tersebut merupakan tindak lanjut dari pemenuhan pertimbangan hakim dalam putusan PK Nomor 99 PK/TUN/2O16 melalui mekanisme addendum amdal dan telah dinyatakan layak pada sidang komisi penilai amdal pada 2 Februari 2017.

Kemudian, izin lingkungan pabrik semen Rembang No.660.1/6 Tahun 2017 tersebut kembali digugat Walhi pada 23 Mei 2017. Namun, melalui penetapan PTUN 16 Juni 2017 dan putusan perlawanan tanggal 16 Agustus 2017, gugatan tersebut ditolak PTUN Semarang dan dimenangkan oleh gubernur Jawa Tengah.

"Dengan demikian keputusan tersebut telah berkekuatan hukum tetap (inkrah), sehingga izin lingkungan Nomor 660.1/6 2017 tetap berlaku dan sah sebagai dasar beroperasinya pabrik semen Rembang," ujar Agung.

Semen Indonesia, pada tahun ini, banyak menghabiskan belanja modal untuk pembangunan pabrik, termasuk di Rembang. Perseroan juga membangun pabrik Indarung VI di Sumatra Barat. (imq)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Direktur Enterprise & Business Service Telkom Dian Rachmawan (kedua dari kiri), President (ASEAN) Cisco Systems Naveen Menon (kedua dari kanan), Managing Director (ASEAN) Cisco Systems Dharmesh Malhotra (paling kanan) dan Vice President Enterprise Bu

Senin, 21 Mei 2018 - 22:42 WIB

Telkom dan Cisco Mendukung Transformasi Digital BUMN

INDUSTRY.co.id - Jakarta-PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) dan Cisco International Limited (Cisco) sepakat untuk mendukung transformasi digital BUMN. Kesepakatan dua perusahaan tersebut…

Tito Sulistio, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (Foto Dok Industry.c.id)

Senin, 21 Mei 2018 - 21:46 WIB

Morgan Stanley Dikhawatirkan Bakal Turunkan Bobot Investasi Indonesia

Setelah mendepak beberapa saham Indonesia yang terdapat di MSCI Small Cap Indeks beberapa waktu lalu, Morgan Stanley kini mulai memasukkan 302 saham baru yang diambil dari indeks bursa saham…

PTAIA Financial (AIA),salah satu perusahaan asuransi jiwa di Indonesia, memperkenalkan produk baru untuk perlindungan jiwa khusus dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri, yaitu Asuransi Kecelakaan Gratis.

Senin, 21 Mei 2018 - 21:28 WIB

AIA Berikan Asuransi Jiwa Cuma-Cuma untuk Para Pemudik

PT AIA Financial, salah satu perusahaan asuransi jiwa terkemuka di Indonesia,memperkenalkan produk baru untuk perlindungan jiwa khusus dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri, yaitu Asuransi Kecelakaan…

Kris Wijoyo Soepandji berikan orasi GETANKAS: Geopolitik, Ketahanan Nasional, dan Kemerdekaan Sejati (Foto: Jababeka)

Senin, 21 Mei 2018 - 19:39 WIB

Paham Geopolitik Dibutuhkan untuk Samakan Persepsi Bangsa

Pengajar Dasar-Dasar Ilmu Hukum di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) Kris Wijoyo Soepandji, mengatakan bahwa dunia saat ini memasuki perang generasi keempat. Perang generasi keempat…

Pengunjung mengamati papan elektronik yang memperlihatkan pergerakan IHSG di gedung BEI (Foto Rizki Meirino)

Senin, 21 Mei 2018 - 19:28 WIB

Penjualan Tunas Baru Lampung Ditargetkan Tumbuh 10-15% pada 2018

Penjualan PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) ditargetkan antara Rp9,87-10,31 triliun pada 2018, atau diharapkan tumbuh antara 10-15% dibandingkan dengan realisasi penjualan perseroan pada 2017…