Presiden Jokowi Minta Ada Trobosan Pengelolaan Hutan

Oleh : Hariyanto | Rabu, 02 Agustus 2017 - 14:27 WIB

Presiden Jokowi Minta Ada Trobosan Pengelolaan Hutan (Foto Setkab)
Presiden Jokowi Minta Ada Trobosan Pengelolaan Hutan (Foto Setkab)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Presiden Joko Widodo dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLK) 2017 di Jakarta, Rabu (2/8/2017)  meminta ada terobosan dalam pengelolaan hutan di Indonesia.

"Pertama, pentingnya sebuah strategi besar pembangunan hutan yang memiliki dimensi ekonomi dan lingkungan. Kita perlu melakukan sebuah koreksi besar mestinya ada 'corrective action' agar ada sebuah terobosan, ada sesuatu yang besar yang baru yang harus kita lakukan sehingga pengelolaan hutan kita lebih baik," kata Presiden.

Dalam peringatan tersebut, Presiden Joko Widodo menyaksikan pemberian penghargaan Kalpataru, Adipura Kencana, Adipura, Adiwiyata Mandiri dan Nirwasita Tantra kepada individu, kelompok, maupun pemerintah daerah yang berkomitmen dalam melestarikan lingkungan.

"Jangan kita berpikir rutinitas, jangan kita berpikir linear, berpikir monoton, tidak pernah membuat terobosan-terobosan sehingga dalam sekian tahun ini, mohon maaf pengelolaan hutan kita berada pada posisi yang monoton, yang rutinitas yang tidak ada pembaharuan di situ," ucap Presiden, menegaskan.

Presiden pun meminta agar program-program berorientasi proyek harus segera dihentikan.

"Jangan ada lagi ada program-program yang orientasinya proyek, sudah hentikan itu. Arahnya fokus, konsentrasi daerahnya dilokalisasi tapi bisa dijadikan contoh nanti yang lain tinggal tiru. Sudah terlalu lama kita bekerja dengan orientasi proyek, kita blak-blakan saja, kalau saya mau buka satu persatu nanti ramai, saudara sudah tahu apa yang saya maksudkan," ancam Presiden seperti dilansir Antara.

Presiden yang merupakan yang merupakan lulusan kehutanan Universitas Gadjah Mada itu meminta agar dalam rapat kerja nasional (rakernas) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk membuat pemikiran baru dalam pengelolaan hutan.

"Oleh sebab itu dalam rakernas ini rumuskan pemikiran-pemikiran baru agar pengelolaan hutan kita betul-betul pengelolaan yang konsisten yang bisa kita kerjakan terus-menerus dan memberikan hasil yang baik," ungkap Presiden.

Ia mencontohkan pengelolaan yang dilakukan oleh Swedia dan Finlandia yang perekonomiannya 70-80 persen berasal dari pengelolaan hutan.

"Saya kira kita tidak usah sulit2, 'dikopi' saja dan disesuaikan dengan keadaan hutan negara kita, tapi pengelolaan hutan beratus tahun baik itu yang harus kita jadikan contoh, jadi 'sample', kirim dari Kementerian LHK melihat bagaimana pengelolaan hutan dan lingkungan hidup berjalan bersama-sama, ekonominya dapat lingkungannya juga dapat," tambah Presiden.

Ia berharap terobosan itu pun didukung oleh semua pihak termasuk para rimbawan.

"Dibutuhkan jiwa-jiwa mulia, para rimbawan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan konkrit, persoalan riil di lapangan dengan sebuah etos kerja yang baik sehingga mana yang dilindungi, mana yang diproteksi jelas, mana yang dipakai konsesi, mana untuk hutan sosial, betul-betul jelas," tutur Presiden, menjelaskan.

Seusai menyaksikan penyerahan penghargaan, Presiden Joko Widodo melakukan penanaman pohon jati (tectona grandis) di Arboretum Lukito Aryadi sebagai simbol (landmark) Hutan Indonesia dan menandatangani prasasti "landmark" Hutan Indonesia pada kayu fosil yang ditemukan 12 meter di bahwa tanah. Presiden juga meluncurkan perangko Hari Lingkungan Hidup.

Tema Hari Lingkungan Hidup 2017 adalah "Connecting People to Nature" (Menyatu dengan Alam), tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingya isu lingkungan, mendorong keterlibatan dan keaktifan masyarakat dalam upaya perlindungan lingkungan dan ruang introspeksi tentang kondisi lingkungan yang telah dicapai selama setahun.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Inarno Djayadi Dirut BEI (Foto Tribunnews)

Minggu, 22 Juli 2018 - 15:15 WIB

BEI Bakal Percepat Periode Penyelesaian Transaksi Bursa Jadi T Plus Dua

Manajemen Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mempercepat periode penyelesaian (settlement) transaksi bursa dari T+3 menjadi T+2. Itu artinya, penyelesaian transaksi saham hingga penyerahan barang…

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 22 Juli 2018 - 15:03 WIB

Gelombang Ekstrem Masih Terjadi Seminggu ke Depan

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksikan gelombang laut dengan ketinggian 2,5 meter hingga empat meter atau dalam kategori ekstrem dan berbahaya masih akan terjadi dalam…

Lapas Sukamiskin Bandung (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 22 Juli 2018 - 14:58 WIB

DirjenPAS Akui Kejadian di Lapas Sukamiskin Masalah Serius

Direktur Jenderal Pemasyarakatan (DirjenPAS) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sri Puguh Budi Utami mengatakan kejadian operasi tangkap tangan (OTT) di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin,…

Lapas Sukamiskin Bandung (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 22 Juli 2018 - 14:54 WIB

DirjenPas Akui Fasilitas Tak Standar di Lapas Sukamiskin

Direktur Jenderal Pemasyarakatan (DirjenPAS) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sri Puguh Budi Utami membenarkan adanya fasilitas bagi narapidana korupsi yang tidak sesuai standar di Lembaga…

Indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (dok INDUSTRY.co.id)

Minggu, 22 Juli 2018 - 14:45 WIB

Pekan Lalu, Indeks Harga Saham Gabungan Terkoreksi 1,2%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan 1,2% ke posisi 5.872,78 sepanjang pekan lalu (16-20 Juli 2018) dibandingkan posisi pada akhir pekan sebelumnya…