Sandiaga Uno Dukung Pengembangan Ponpes An-Nawawi Tanara Jadi Destinasi Wisata

Oleh : Chodijah Febriyani | Jumat, 24 Desember 2021 - 11:15 WIB

Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara, Banten, Jawa Barat (Kemenparekraf)
Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara, Banten, Jawa Barat (Kemenparekraf)

INDUSTRY.co.id - Dalam kunjungannya ke pondok pesantren An-Nawawi Tanara, Banten, Jawa Barat, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan akan mendukung pengembangan sebagai destinasi wisata yang unggul, sehingga membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi para santri dan masyarakat setempat.

Menparekraf Sandiaga mengatakan di masa pandemi dan tantangan ekonomi maka pelaku usaha pariwisata harus inovatif, adaptif, dan diperkuat dengan kolaborasi. Terlebih lagi pendekatan digital yang saat ini sangat diperlukan.

“Saya melihat ada hubungan dengan program-program yang kami lakukan di Kemenparekraf yaitu pariwisata halal dan juga program Santri Digitalpreneur yang nanti kita gabungkan dengan Simac (Santri Milenial Center). Ini adalah cara-cara kekinian yang insyaAllah akan menjadi penyemangat kita untuk membangun Islam yang rahmatan lil alamin dan menghadirkan destinasi-destinasi unggulan,” kata Menparekraf melalui siaran pers yang diterima Industry.co.id.

Seperti diketahui, Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara didirikan oleh KH. Ma'ruf Amin pada tahun 2001. KH. Ma'ruf Amin sendiri merupakan keturunan dari Syekh Nawawi Al Bantani, seorang ulama besar yang pernah menjadi Imam Besar di Masjidil Haram, Mekkah. Tak heran jika pondok pesantren ini ingin meneladani spirit perjuangan Syekh Nawawi dalam menggali ilmu agama. Di samping itu, KH. Ma'ruf Amin merasa perlu ada pengembangan pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Pembina Pondok Pesantren An Nawawi Tanara Gus Syauqi mengatakan kedatangan Menparekraf ke ponpes ini merupakan berkah yang luar biasa. Ia berharap dengan hadirnya Menparekraf, bisa membantu mengawal dan mendampingi para santri dan juga pesantren ini agar dapat terus bergerak maju dalam meningkatkan ekonomi dari sisi pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Karena kita butuh banyak dukungan, dorongan, termasuk fasilitas-fasilitas yang bukan hanya output tapi juga menjadi outcome buat pesantren. Dan ternyata banyak sekali program Kemenparekraf yang bisa kita sinergikan. Dan kita harap pesantren ini juga bisa menjadi basis pemberdayaan ekonomi masyarakat di pondok pesantren dan sekitarnya,”  tukasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Parfum Summerscent

Rabu, 29 Juni 2022 - 22:30 WIB

Summerscent Hadirkan Wewangian Mewah dengan Harga Terjangkau

Dalam beberapa tahun terakhir, produk wewangian atau parfum lokal mulai menjamur dan tengah digandrungi oleh masyarakat. Banyak brand wewangian lokal yang menarik perhatian, salah satunya Summerscent.…

Webinar Jamkrindo preneur

Rabu, 29 Juni 2022 - 19:49 WIB

Jamkrindo Dukung Transformasi Digitalisasi UMKM

Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-52, PT Jaminan Kredit Indonesia (PT Jamkrindo), perusahaan penjaminan kredit terbesar di Indonesia, menyelenggarakan Coaching Clinic Jamkrindopreneur…

Depot air isi ulang

Rabu, 29 Juni 2022 - 19:32 WIB

Asosiasi Depot Air Minum: Label BPA Bantu Pertumbuhan UMKM.

Ketua Umum Asosiasi Pemasok dan Distributor Depot Air Minum Indonesia (APDAMINDO) —induk organisasi 60.000 depot air minum di Indonesia, Budi Darmawan, menepis isu pelabelan Bisfenol A atau…

Cisco Indonesia berhasil menduduki peringkat pertama dalam Best Workplaces Indonesia tahun 2022

Rabu, 29 Juni 2022 - 19:29 WIB

Great Place to Work Indonesia Berikan Penghargaan kepada Perusahaan dengan Budaya Tempat Kerja Terbaik

Jakarta-Great Place to Work® adalah otoritas global dalam budaya tempat kerja, mengumumkan daftar perdana Certified™ dan 10 Best Workplaces™ terbaik pada acara Indonesia Best Workplaces…

Ilustrasi Kwitansi

Rabu, 29 Juni 2022 - 19:12 WIB

Pengertian dan Cara Menggunakan Kwitansi dalam Melakukan Transaksi Keuangan

Pengertian kwitansi adalah salah satu dokumen bukti transaksi keuangan. Mengenai transaksi keuangan, mungkin sejak kecil kita sudah biasa melakukannya. Seperti ketika kita membeli jajan di pedagang…