Dorong Terbentuknya Program Pendidikan Profesi Arsitek, IAI Gandeng Unika Soegijapranata dan Universitas Sebelas Maret

Oleh : Hariyanto | Rabu, 08 Desember 2021 - 11:03 WIB

Ikatan Arsitek Indonesia
Ikatan Arsitek Indonesia

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Unika Soegijapranata, Universitas Sebelas Maret dan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) resmi menandatangani Nota Kesepahaman Penyelenggaraan Program Pendidikan Profesi Arsitek (PPAr) pada Senin (6/12/2021). Penandatanganan tersebut dihadiri oleh Ketua Umum Ikatan Arsitek Indonesia, Georgius Budi Yulianto, beserta Kaprodi dari kedua Universitas.

Seperti Nota Kesepahaman PPAr dengan Perguruan Tinggi Arsitektur lainnya, Nota Kesepahaman ini merupakan Induk/ Payung dari perjanjian kerjasama yang disusun secara tersendiri untuk setiap bidang kerjasama sesuai Kegiatan yang akan dilaksanakan dan atau ditindaklanjuti oleh Para Pihak.

Adapun sebagai mitra kerja dan mitra belajar bagi Perguruan Tinggi Arsitektur dalam Program Pendidikan Profesi Arsitek (PPAr) , hal utama yang menjadi Lingkup kerjasama Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) diantaranya : menyediakan Dosen mata kuliah, Dosen Tamu, dan Reviewer untuk berbagai ujian terkait keprofesian, yang turut andil dalam pengembangan ilmu keprofesian, arsitektur, etika profesi, serta kerjasama Publikasi Kegiatan.

Posisi Pendidikan Profesi Arsitek (PPAr) dalam Pendidikan 
Arsitektur dan Profesi Arsitek Internasional Pendidikan Tinggi Arsitektur saat ini mengalami perubahan yang menuntut model pembelajaran yang lebih dinamis, multidisiplin dan fokus dalam menghasilkan lulusan yang memenuhi standar kompetensi yang diakui secara nasional, regional dan internasional. 

Tantangan di tingkat regional ditandai salah satunya dengan diberlakukannya Pasar Bebas ASEAN Tahun 2015 melalui Mutual Recognition Arrangement (MRA) for Architectural Services. Atas dasar prinsip kesetaraan mutu serta kesepahaman tentang kualifikasi dari berbagai bidang pekerjaan dan profesi di era global, maka Indonesia juga perlu mengikuti standar kualifikasi internasional.

Dunia internasional melalui organisasi profesi arsitek sedunia, the Union Internationale des Architectes (UIA), dimana Arsitek Indonesia melalui Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) menjadi anggotanya, merekomendasikan bahwa seorang calon arsitek harus mengikuti pendidikan minimal selama 5 tahun di Perguruan Tinggi Arsitektur, disusul dengan mengikuti proses magang sekurang-kurangnya 2 tahun sebelum diperbolehkan berpraktik sebagai seorang arsitek.

Di Indonesia, tuntutan tersebut direspons oleh Ikatan Arsitek Indonesia dengan merekognisi model 4 tahun +1 yang merupakan perwujudan pendidikan sarjana (4 tahun) ditambah program pendidikan profesi arsitek (1 tahun). 

Seiring dengan tuntutan untuk legitimasi di ranah legalitas akademik, utamanya dengan UU No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, diperlukan penyesuaian dengan menjadikan program tersebut sebagai program studi “Profesi Arsitek”.

Untuk memfasilitasi sekitar 6.000 Sarjana Arsitektur Indonesia yang lulus setiap tahunnya, sejak tahun 2005, Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) mendorong terbentuknya lebih banyak Program PPAr di Perguruan-Perguruan Tinggi Arsitektur, demi menyetarakan Pendidikan Arsitektur Indonesia dengan standar internasional.

Dari 31 Perguruan Tinggi Arsitektur yang telah memiliki Nota Kesepahaman PPAr dengan IAI, 8 diantaranya telah telah aktif Program Pendidikan Profesi Arsiteknya. Sesuai data yang dimiliki oleh Asosiasi Pendidikan Tinggi Arsitektur (APTARI), diambil dari rilis resmi penyelenggaraan masing-masing per 2020, berikut ini adalah daftarnya:

Dimulai oleh Universitas Sumatera Utara (USU), Medan dan Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Bandung di tahun 2006 yang pertama kali mendirikan Program PPAr, disusul oleh Universitas Indonesia (UI), Depok di tahun 2009, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya tahun 2009, Universitas Kristen Petra, Surabaya tahun 2010, Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta tahun 2012, Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta tahun 2015, Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta tahun 2019. 

Namun per tahun 2020, PPAr di beberapa Perguruan Tinggi Arsitektur ditunda untuk mengajukan ijin Program Studi ke DIKTI, hingga saat ini hanya ada 5 yang telah resmi beroperasi, yaitu :
1. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya
2. Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta
3. Universitas Indonesia (UI), Depok
4. Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta
5. Universitas Sumatera Utara (USU), Medan

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Krakatau Sarana Properti Jajaki Ekspansi Kerjasama Dengan PT Asahimas Chemical

Rabu, 19 Januari 2022 - 21:43 WIB

Krakatau Sarana Properti Jajaki Peluang Kerjasama Dengan Perusahaan Asal Jepang, PT Asahimas Chemical

Krakatau Sarana Properti (KSP) terus melakukan ekspansi bisnis dengan para mitranya. Terbaru, KSP tengah menjajaki peluang kerjasama dengan PT Asahimas Chemical (ASC), perusahaan asal Jepang…

PT Pertamina Trans Kontinental Raih Sertifikat ISO 37001:2016

Rabu, 19 Januari 2022 - 20:09 WIB

PT Pertamina Trans Kontinental Raih Sertifikat ISO 37001:2016

PT Pertamina Trans Kontinental (PTK), anak usaha dari PT Pertamina International Shipping (PIS) Subholding Integrated Marine and Logistics (IML), memperoleh Sertifikat ISO 37001:2016 dengan…

SUN Energy Teken Nota Kesepahaman Dengan Sojitz Indonesia

Rabu, 19 Januari 2022 - 19:59 WIB

Wujudkan Energi Hijau, SUN Energy dan Sojitz Indonesia Kembangkan Proyek PLTS di Kawasan Industri GIIC

Dalam mewujudkan target bauran Energi Baru dan Terbarukan (EBT) sebesar 23% di tahun 2025, kawasan industri mempunyai peran yang sangat penting. Mengingat kegiatan operasional di kawasan industri…

PT Pegadaian menyalurkan bantuan kepada masyarakat korban bencana gempa Banten di Kecamatan Sumur, Pandeglang.

Rabu, 19 Januari 2022 - 19:23 WIB

Peduli Gempa Banten, Pegadaian Serahkan Bantuan untuk Warga Pandeglang

Pandeglang- PT Pegadaian menyalurkan bantuan kepada masyarakat korban bencana gempa Banten di Kecamatan Sumur, Pandeglang.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di JIS

Rabu, 19 Januari 2022 - 18:17 WIB

Usai Nidji, Gubernur Anies Pamer Potret Afgan 'Check Sound' di JIS, Netizen: Luar Biasa Pak...

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan baru-baru ini kembali mengunggah sebuah penampilan dari musisi Indonesia yakni Afgan yang melakukan check sound dan check venue di lapangan Jakarta International…