Konsolidasi Ideologi di Tengah Gerakan Desukarnoisasi Yang Masih Menghantui

Oleh : Untung Suropati | Selasa, 30 November 2021 - 18:03 WIB

Laksamana Muda TNI (Purn) Untung Suropati
Laksamana Muda TNI (Purn) Untung Suropati

INDUSTRY.co.id - Konsolidasi internal Gerakan Pemuda Marhaenis atau GPM pasca-kongres mencakup dua agenda besar, yaitu konsolidasi organisasi dan konsolidasi ideologi. Penataan organisasi dan ideologi menjadi sangat krusial mengingat GPM telah mati suri lebih dari setengah abad. Tanpa organisasi yang solid didukung kader-kader Marhaen militan yang bewust ideologi, kebangkitan GPM tidak akan membawa perubahan apa pun.

Terlebih GPM bangkit tepat di tengah ketika gerakan desukarnoisasi yang dilakukan secara terstruktur dan sistematis masih kuat. Sudah bukan rahasia gerakan politik yang bertujuan menafikan ketokohan, kepahlawanan, dan jasa Sukarno itu berdampak sangat masif. Antara lain makin merosot dan memudarnya nilai-nilai Pancasila, bias dan kaburnya identitas dan jati diri bangsa, serta rapuh dan rusaknya sendi-sendi kehidupan bernegara. 

Di bidang ideologi, desukarnoisasi mengakibatkan Marhaenisme, mahakarya pemikiran Sukarno mati suri. Padahal Marhaenisme sejatinya adalah teori sekaligus ideologi perjuangan rakyat yang menjadi asas dan panduan untuk membebaskan rakyat dari kebodohan, kemiskinan dan ketidakadilan sejak masa prakemerdekaan. Terbukti, Indonesia akhirnya benar-benar merdeka. 
Rumusan Pancasila usulan Sukarno pada sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945 pun tidak terlepas dari teori ini. Itulah sebabnya bagi kaum Marhaen, Pancasila adalah pancaran ruh Marhaenisme. 

Di bidang politik, desukarnoisasi menyebabkan UUD NRI 1945 menjadi liberal-kapitalistik alias kehilangan karakter kerakyatannya. Sosio-Nasionalisme dan Sosio-Demokrasi - dua pilar utama Marhaenisme - tidak lagi jelas jabaran dan praktiknya. Tidak aneh kini oligarki makin kuat dan tentakelnya menjulur kemana-mana. Ringkasnya, pasca-empat kali amandemen konstitusi kita telah kehilangan ruh Marhaenismenya. Tidak jauh berbeda di bidang ekonomi, sosial-budaya, dan pertahanan-keamanan. Bukti gerakan desukarnoisasi dampaknya sangat masif. 

Kondisi tersebut diperparah globalisasi yang melanda dunia dekade 1980-an. Karena selain berdampak positif, globalisasi sebagai konsekuensi logis pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi - khususnya teknologi informsi - juga berdampak negatif. Terutama bagi negara-negara yang kurang adaptif dan responsif mengantisipasinya. Tidak heran beragam jenis kejahatan lintas negara kini bermunculan. Contohnya drug smuggling, human trafficking dan money laundering. Demikian pula aksi kekerasan berbasis agama, seperti puritanisme, radikalisme dan ekstremisme/ terorisme. 

Sesaat sebelum memulai pidato tanggal 17 Agustus 1957 berjudul "Suatu Tahun Ketentuan", Sukarno membacakan ikrar "Revolusi Agustus". Menurut Sukarno peristiwa 17 Agustus 1945 adalah sebuah revolusi karena mengandung unsur dobrak dan bangun. 
Mendobrak penjajahan, membangun Indonesia merdeka. "Revolusi Agustus" berisi lima agenda strategis, yaitu 1) Naskah Proklamasi, 2) Bendera Merah Putih/ lagu kebangsaan Indonesia Raya, 3) Dasar negara Pancasila, 4) Konstitusi UUD NRI 1945, dan 5) Mewujudkan masyarakat sosialisme Indonesia, yaitu masyarakat adil makmur berdasar Pancasila. Dari seluruh agenda, hanya no. 5 atau agenda terakhir yang belum tuntas. Itulah sebabnya Sukarno menegaskan revolusi belum selesai. 

10 tahun kemudian Sukarno kehilangan kekuasaan, tiga tahun berikutnya sang proklamator wafat. Sejak itulah seperti telah diuraikan, Indonesia terus mengalami turbulensi. Setelah kepergian Sukarno, ajaran Marhaenisme pun redup. Tragisnya PNI satu-satunya parpol berasas Marhaenisme menyusul kepergian sang patron. Beberapa ormas Marhaenis memang masih bertahan. Tapi keberadaan dan kiprahnya tidak jelas. 

Di sinilah kebangkitan GPM menjadi sangat penting dan ditunggu. Karena GPM-lah yang diharap mampu membuat Marhaenisme bersinar kembali. GPM-lah yang digadang-gadang mampu menjadi cucuk lampah dan membuka jalan bergeloranya kembali revolusi yang belum selesai. 

MERDEKA!!!

Oleh: Untung Suropati, Ketua Dewan Pembina GPM

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita

Minggu, 07 Agustus 2022 - 16:00 WIB

Kebutuhan Meningkat, Menperin Agus Bakal Genjot Produksi Gula Nasional

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan terus mendorong peningkatan produktivitas industri gula melalui pola intensifikasi dan ekstensifikasi hingga pemanfaatan digitalisasi. Langkah ini…

Penyanyi Pop Melayu Andrigo

Minggu, 07 Agustus 2022 - 14:46 WIB

Penyanyi Pop Melayu Andrigo Rilis Single Karam Ditengah Harapan

Dalam bermusik bila ingin mudah dikenali, mesti konsisten d:-\engan genre musik yang sebagai pilihannya. Hal itu yang tengah dijalani, Andrigo, ia setia sebagai penyanyi pop melayu. Sebagai…

OPPO Bazaar Fashion Festival

Minggu, 07 Agustus 2022 - 14:38 WIB

OPPO Bazaar Fashion Festival Jadi Fashion Show Didokumentasikan demham Smartphone OPPO Find X5 Pro 5G

Berbeda dari peragaan busana lain yang menampilkan fashion show dengan sorot pencahayaan yang terang dan gemerlap, OPPO Bazaar Fashion Festival membawa nuansa redup dan temaram namun tetap dengan…

Danone Indonesia Raih Penghargaan di Ajang IDEAS Awards 2022

Minggu, 07 Agustus 2022 - 13:50 WIB

Danone Indonesia Raih Juara Umum Dengan 7 Penghargaan di Ajang IDEAS Awards 2022

Danone Indonesia berhasil menjadi juara umum dengan 7 penghargaan dalam ajang IDEAS 2022 yang diselenggarakan oleh Humas Indonesia bagian dari PR Indonesia Group yang berlangsung secara offline…

Migas Ilustrasi

Minggu, 07 Agustus 2022 - 13:50 WIB

Hadapi Gejolak Ekonomi Global, AKLP Harap Pemerintah Jamin Keberlanjutan Harga Gas Industri USD6/MMBTU

Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman (AKLP) optimis pemerintah sesegera mungkin akan menetapkan regulasi booster/penguat untuk menghadapi gejolak ekonomi global selepas pandemi Covid-19 yang…