Pendapatan Dian Swastatika Sentosa Ditargetkan US$750 Juta pada 2017

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 13 Desember 2016 - 18:35 WIB

Produsen Batubara
Produsen Batubara

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Pendapatan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), produsen batu bara, ditargetkan US$750 juta pada 2017. Itu lebih tinggi 25% dibandingkan dengan target pendapatan perseroan pada tahun ini sebesar US$600 juta.
 
“Kami targetkan pendapatan konsolidasi sebesar itu pada 2017 karena kami yakin harga batu bara global akan membaik karena bisnis ini akan mengalami pemulihan yang besar. Mayoritas pendapatan kami tahun depan masih ditopang oleh penjualan batu bara,” ujar Hermawan Tarjono, Direktur DSSA di Jakarta, Selasa (13/12).
 
Hermawan mengemukakan, sekitar 60-70% dari target pendapatan konsolidasi tersebut dikontribusikan oleh penjualan batu bara. “Untuk tahun ini, kontribusi dari penjualan batu bara masih kurang dari 50%,” tuturnya.
 
Selanjutnya, menurut Hermawan, pendapatan konsolidasi perseroan pada tahun depan akan disumbang oleh bisnis pembangkit tenaga listrik dan multimedia. Saat ini, DSSA memiliki tiga pembangkit listrik, yaitu pembangkit listrik independent (independent power plant/IPP) PLTU Sumsel-5 berkapasitas 2x150 megawatt (MW) yang dibangun dengan investasi US$400 juta; IPP Kalteng-1 berkapasitas 2x100 MW dengan investasi US$337 juta; dan IPP PLTU Kendari-3 yang dibangun dengan investasi bernilai US$200 juta dan berkapasitas 2x50 MW.
 
Hermawan berharap, bisnis pembangkit listrik ini akan memberikan kontribusi hingga 25% terhadap pendapatan konsolidasi DSSA dalam lima tahun kedepan. “Kedepan, kami mungkin akan lebih memusatkan perhatian ke bisnis pembangkit listrik. Karena itu, kami akan terus menjajaki berbagai proyek baru dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), terutama proyek-proyek pembangkit listrik yang bersinergi dengan batu bara,” paparnya.
 
Sementara itu, Lanny, Direktur Keuangan DSSA, mengungkapkan, laba bersih DSSA pada triwulan ketiga 2016 tercatat US$1,41 juta atau melonjak 105% dibanding periode yang sama pada 2015. “Pada triwuan ketiga 2015, bottom line kami negatif, tetapi kini menjadi positif berkat pemangkasan biaya umum dan administrasi serta pengaruh nilai tukar rupiah,” pungkasnya. (abr)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

DFSK Indonesia Donasikan Super Cab

Minggu, 21 Juli 2019 - 15:40 WIB

DFSK Mudahkan Konsumen Miliki Super Cab Dengan Cicilan Mulai Rp100 Ribu Perhari

Pikap produksi Cikande, Serang, Banten ini hadir dengan kombinasi tenaganya yang kuat, muatan lebih banyak, tangguh, dan sangat terjangkau oleh kantong konsumen.

Rusun ASN Ditjen Imigrasi Kota Batam

Minggu, 21 Juli 2019 - 15:31 WIB

Kementerian PUPR Resmikan Rusun ASN Ditjen Imigrasi Kota Batam

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan telah menyelesaikan pembangunan Rusunawa yang diperuntukan bagi Aparatur Sipil Negara…

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono

Minggu, 21 Juli 2019 - 15:08 WIB

Menteri PUPR Targetkan Renovasi Masjid Istiqlal Rampung Maret 2020

Renovasi Masjid Istiqlal merupakan tindaklanjut perintah Presiden Joko Widodo usai menerima kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Masjid Istiqlal pada tanggal 30 Mei 2018 lalu.

Semen Indonesia (Agung Parameswara/Getty Images)

Minggu, 21 Juli 2019 - 15:06 WIB

Semen China Masuk, Industri Semen Dalam Negeri Terancam

Jakarta - Masuknya semen dari merek prinsipal China yang diproduksi di dalam negeri ke pasaran Indonesia menimbulkan pro kontra. Pasalnya semen asal china dijual dengan harga yang lebih murah…

Joune Ganda (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 21 Juli 2019 - 14:39 WIB

Calon Kuat Bupati Minut, Pengusaha Joune Ganda Masuk Struktur DPD PDIP Sulut

Keseriusan pengusaha muda Minahasa Utara (Minut) Joune Ganda untuk membangun Sulawesi Utara (Sulut) pada umumnya, dan secara khusus tanah kelahirannya Minut semakin terlihat.