INDUSTRY.co.id-Jakarta-Reksadana syariah mendapat tempat di hati investor tanah air. Tidak tanggung-tanggung 10 Manager Investasi terlibat dalam penjualan reksadana tersebut.
Pemimpin Pasar Reksadana syariah adalah Manulife Asset Management Indonesia (MAMI) dengan market share mencapai 20 persen.
"Jumlah dana kelolaan MAMI untuk produk syariah mencapai Rp 8,2 triliun per Juni 2021," kata Director & Chief of Legal, Risk, and Compliance Officer MAMI Justitia Tripurwasani di Jakarta, Rabu (1/9/2021).
Pertumbuhan reksadana syariah MAMI melampaui kinerja reksadana secara industri yang terkoreksi sebanyak 37 persen. Sebaliknya MAMI mampu tumbuh 36 persen year to year (yoy).
Pada Juli 2021, secara industri dana kelolaan reksadana syariah terkoreksi 46 persen sepanjang tahun berjalan/YtD dan minus 37 persen secara tahunan/YoY. Dana kelolaan reksadana syariah pada bulan lalu Rp40,56 triliun. Sebelumnya pada Juni 2021, dana kelolaan reksadana syariah mencapai Rp40,76 triliun dan pada Mei 2021 tercatat masih Rp41,18 triliun, dan pada April 2021 tercatat Rp78,01 triliun.
Ia menjelaskan, reksadana syariah MAMI kinclong ditunjang oleh lima produk reksadana syariah' antara lain, Reksadana Syariah Terproteksi Manulife Syariah Proteksi Misbah I (terproteksi), Manulife Syariah Sukuk Indonesia (pendapatan tetap).Manulife Syariah Sektoral Amanah Kelas A (saham), Reksa Dana Manulife Dana Kas Syariah (pasar uang) dan Manulife Saham Syariah Asia Pasifik Dollar AS (saham), yang menjadi reksadana syariah berbasis efek syariah luar negeri pertama di Indonesia.
Ia katakan, ada peran Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang mendukung ekosistem syariah dengan melakukan pengawasan dan memastikan agar tetap compliance terhadap syariah.
"Guna memastikan produk syariah MAMI berjalan sesuai dengan berbagai persyaratan, MAMI memiliki dewan pengawas syariah (DPS)," jelasnya.