INDUSTRY.co.id - Jakarta - Anemia merupakan suatu keadaan dimana konsentrasi zat besi di dalam sel darah merah yang dicerminkan oleh nilai hemoglobin berkurang. Anemia bisa dialami oleh siapa saja, tidak terbatas pada jenis kelamin atau pun usia. dr. Alvin T.Harahap, Sp.PD Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Pusat Pertamina( RSPP) menyebut penyebab anemia banyak sekali.

Advertisement

“Paling sering disebabkan karena bahan baku pembentuk sel darah merah atau zat besi itu berkurang. Misalnya berkurang karena gangguan penyerapan, bisa juga karena bocor dalam tanda petik perdarahan. Kedua itu kalau gangguan produksinya sel-sel darah di sumsum tulang terganggu, misalnya pada penyakit kanker atau pada penyakit langka misalnya talasemia,” papar dr. Alvin yang dikutip INDUSTRY.co.id dari laman resmi Pertamina, Selasa (31/8/2021).

Menurut dr. Alvin penyebab anemia yang paling sering di Indonesia disebabkan kekurangan zat besi terutama pada Wanita usia muda produktif karena adanya pengeluaran berlebihan pada saat menstruasi. Sementara untuk wanita menopause yang sudah tidak menstruasi lagi perlu diselidiki penyebab dari anemia tersebut.

Advertisement

“Anemia itu yang paling sering dirasakan kelemahan. Orang-orang melihat kita lebih pucat dari biasanya karena kulit kita yang ada pembuluh darah kekurangan zat besi sehingga warna nya pucat akan tampak di bibir, di telapak tangan, dan bagian bawah mata.” jelas dr. Alvin.

Adapun untuk pengobatan dari anemia itu sendiri harus terlebih dahulu diketahui penyebabnya. “Misalnya penyebabnya kekurangan vitamin B tapi yang kita tambah zat besi hasilnya juga gak bagus, kalau penyebabnya talasemia kita tambah tablet besi itu lebih parah lagi bisa terjadi penimbunan besi di tubuh,” ujarnya.

Advertisement

Untuk pasien yang menimbulkan gejala berat dan nilai hemoglobin rendah sekali dibawah 7, biasanya dilakukan transfusi darah. Menurut dr. Alvin agar terbebas dari anemia sebaiknya melakukan pemeriksaan diri jika mengalami tanda-tanda kelemahan atau tanda lainnya. “Jangan mendiagnosa diri sendiri jika ada keluhan konsultasikan dengan dokter,” tutup dr. Alvin.

Advertisement