INDUSTRY.co.id - Bogor - PT Eka Sari Lorena Tbk Transport Tbk (LRNA) bekerja sama dengan PT Garindo Persada Trans akan masuk ke dalam bisnis angkutan industri limbah medis. Langkah ini dilakukan Lorena sebagai pengembangan bisnis yang dilakukan semasa pandemi Covid-19 berlangsung hingga kini.

Advertisement

Peluang bisnis ini timbul setelah munculnya peraturan pemerintah yang ketat bahwa limbah medis saat ini, terutama karena adanya pandemi Covid-19, tidak boleh dibiarkan begitu saja dalam waktu lebih dari 1 x 24 jam. Dengan demikian, limbah medis tersebut harus segera diangkut dan diolah di pabrik pengolahan limbah sesegera mungkin.

“Oleh karena itu, rumah-rumah sakit dan berbagai institusi kesehatan lainnya diminta agar dalam waktu 1 x 24 jam dapat mengangkut limbah-limbah medis tersebut ke berbagai pabrik pengolahan limbah,” papar Direktur LRNA, Dwi Rianta Soerbakti, MBA, dalam acara paparan publik di Bogor, Jumat (27/08/2021).

Advertisement

Rianta mengemukakan, setiap rumah sakit dan berbagai institusi kesehatan lainnya harus cepat tanggap dalam mengantisipasi menumpuknya limbah medis tersebut agar dapat senantiasa dikirim ke pabrik pengolahan limbah sesegera mungkin.

“Untuk itu, kami akan bekerja sama dengan PT Garindo Persada Trans untuk menawarkan jasa angkutan limbah-limbah medis tersebut ke berbagai rumah sakit maupun institusi kesehatan lainnya. Untuk tahap awal, kami sudah mempersiapkan tiga truk pengangkut limbah medis tersebut,” papar Anta.

Advertisement

Rianta menuturkan, langkah usaha yang dilakukan LRNA tersebut bertujuan mengantisipasi efek domino dari tantangan ekonomi yang muncul selama masa pendemic Covid-19 yang berkepanjangan.

Rianta mengemukakan, Lorena juga berkonsorsium dengan Perusahaan Jasa Transportasi Trans Pakuan milik Pemda Bogor untuk mengikuti tender “Buy The Service” di Bogor yang diadakan oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Kemenhub Republik Indonesia. Pada 18 Agustus 2021, konsorsium tersebut telah dinyatakan sebagai pemenang tender.

Advertisement

Selain itu, demikian Rianta, Lorena juga ikut serta dalam proyek “Buy The Service” yang akan berjalan selama tujuh tahun ke depan dengan mengadopsi pola operasi Trans Jakarta. Konsorsium bertindak sebagai operator yang mengoperasikan 75 bis medium dan dibayar menurut Rupiah/Kilometer. Proyek ini adalah langkah “revolusioner” dalam penataan angkutan umum di kota Bogor. Pasalnya, proyek tersebut akan mereduksi angkutan kota (angkot) yang beroperasi di koridor-koridor dari “Buy The Service” tersebut.

Rianta menjelaskan, berbagai pengembangan usaha yang dilakukan manajemen Lorena pada masa pandemi Covid-19 ini bertujuan untuk mempertahankan kinerja perseroan ke depan. Pasalnya, dampak Covid-19 masih dirasakan Lorena hingga triwulan pertama 2021 dimana pendapatannya tercatat sebesar Rp17,08 miliar atau lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama pada 2020 sebesar Rp20,97 miliar.

“Akan tetapi, ketatnya efisiensi biaya yang kami terapkan dalam pengoperasian bisnis perseroan mampu memperkecil kerugian yang dialami menjadi Rp7,21 miliar pada triwulan pertama 2021 dibandingkan periode yang sama pada 2020 sebesar Rp11,46 miliar,” imbuh Rianta. (Abraham Sihombing)