Lima Terobosan Pemerintah Capai Produksi Listrik 7.200 MW

Oleh : Irvan AF | Kamis, 25 Mei 2017 - 10:52 WIB

Pembangkit Listrik
Pembangkit Listrik

INDUSTRY.co.id, Padang Aro - Pemerintah Indonesia melakukan lima terobosan guna mencapai produksi listrik sebesar 7.200 Megawatt pada 2025 bisa tercapai.

Direktur Panas Bumi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral, Yunus Saefulhak di Padang Aro, Kamis (25/5/2017), mengungkapkan lima terobosan itu adalah melakukan lelang lima WKP tahun ini, menugaskan BUMN melakukan eksplorasi dan mempersingkat proses perizinan.

Selanjutanya memberikan insentif fiskal kepada pengembang dan sudah didapatkan oleh pengembangan serta Gevermen Drilling yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan.

Dia menjelaskan untuk perizinan dari 29 perizinan sekarang hanya lima, dan itu semua di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan tidak ada lagi di Direktorat Panas Bumi.

Untuk Governmen Drilling katanya pemerintah juga ikut memitigasi risiko saat eksplorasi.

"Saat eksplorasi atau pencarian risikonya paling tinggi sehingga pemerintah ikut memitigasinya, dan setelah itu akan banyak investor yang mau mengembangkan," tambahnya.

Dia menyebutkan, energy baru terbarukan dalam target nasional sebesar 23 persen dan porsi untuk panas bumi sebesar 16 persen atau 7.200 Megawatt pada 2025.

"Saat ini panas bumi di Indonesia yang sudah tercapai baru 1.698,5 Megawatt atau setara 1,7 Gigawatt sehingga butuh 5.500 Megawatt untuk memenuhi target 2025," lanjutnya.

Yang 4.000 Megawatt, terangnya sudah diberikan pada pengembang-pengembang dan itu sudah kontrak siap untuk melaksanakan eksplorasi.

"Yang 1.500 Megawatt akan kita kembangkan melalui lima terobosan tadi," ujarnya.

Sementara itu Presiden Direktur PT Supreme Energy mengatakan, risiko yang paling tinggi saat pengeboran panas bumi adalah saat eksplorasi.

Untuk menarik minat investor, menurutnya ada dua opsi yaitu pemerintah menaikkan harga jual listrik atau pemerintah yang melakukan eksplorasi.

Kalau harga jual listrik PLTP naik tentu akan menarik minat investor untuk melakukan pengeboran panas bumi karena sebanding dengan risikonya.

Sedangkan yang kedua, tambahnya pemerintah yang melakukan eksplorasi, sementara swasta masuk pada tahap eksploitasi maka investor tidak harus menanggung risiko kegagalan eksplorasi yang sangat tinggi. (Ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Budi Hikmat, Kepala Makro Ekonomi dan Direktur Strategi Investasi PT Bahana TCW Investment Management,

Selasa, 21 Mei 2019 - 11:00 WIB

Lonjakan Defisit Neraca Dagang Tuntut Reformasi Struktural

Kabar kurang menggembirakan kembali mengejutkan pasar finansial Indonesia pada pertengahan Mei ini. Tak hanya polemik perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok semakin panas, investor…

Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil, PhD dan Kepala Karantina dan Keamanan Pangan Sarawak, Gasing Anak Nyalu

Selasa, 21 Mei 2019 - 10:53 WIB

Kementan Capai Kesepakatan bersama Otoritas Serawak Terkait Ekspor

Kuching - Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) jajaki harmonisasi aturan perkarantinaan Indonesia - Sarawak, Malaysia terkait lalu lintas komoditas pertanian di…

Perusahaan pembiayaan Federal International Finance (FIFGROUP) meresmikan Reading Corner di 5 SMK unggulan di 5 kota di Indonesia, Senin (20/5/2019)

Selasa, 21 Mei 2019 - 10:39 WIB

Tingkatkan Kualitas SDM, FIF Group Resmikan Reading Corner di Lima Kota

Perusahaan pembiayaan Federal International Finance (FIFGROUP) meresmikan Reading Corner di 5 SMK unggulan di 5 kota di Indonesia, Senin (20/5/2019) kemarin.

Perakitan perangkat Xiaomi

Selasa, 21 Mei 2019 - 10:34 WIB

Xiaomi Pastikan Produksi Lancar Menjelang Momentum Lebaran

Berkomitmen untuk memenuhi tingginya permintaan konsumen di bulan Ramadan, Xiaomi berfokus pada kelancaran proses produksi dan distribusi.

Ilustrasi e-money. (Foto: Istimewa)

Selasa, 21 Mei 2019 - 10:20 WIB

Ini Dia 100 Titik Layanan Top Up E-money bagi Pemudik

Bank Indonesia (BI) berkoordinasi dengan perbankan nasional dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) menyediakan lebih dari 100 layanan mobile top up e-money (uang elektronik) di sejumlah titik peristirahatan…