Emil Salim: Impor Pangan Sengsarakan Petani

Oleh : Wiyanto | Jumat, 30 Juli 2021 - 07:47 WIB

Ilustrasi Impor Beras (ist)
Ilustrasi Impor Beras (ist)

INDUSTRY.co.id-Jakarta – Ekonom senior Emil Salim meminta pemerintah untuk tidak lagi mewujudkan ketahanan pangan dengan menjalankan kebijakan impor. Menurutnya, impor pangan hanya akan menyengsarakan petani.

“Jika stok pangan kita berkurang, maka yang harus dilakukan bukan impor, tapi meningkatkan kapasitas produksi kita. Jika harga naik, maka kita perlu mencari tahu hambatan di lapangan seperti apa,” ungkap Emil saat menjadi pembicara pada webinar “Potensi Sektor Pertanian Dalam Mencegah Krisis Ekonomi”, Kamis (29/07/2021).

Emil menyebutkan, pemerintah seharusnya mengubah mindsetnya untuk tidak lagi berfokus mewujudkan ketahanan pangan, tapi beralih pada upaya meraih kedaulatan pangan.

“Orientasi yang kita kejar bukan lagi ketahanan pangan, melainkan kedaulatan pangan. Kalau ketahanan pangan, maka jalan keluarnya impor. Itu sering dilakukan. Padahal impor berdampak pada anjloknya harga di tingkat petani,” imbuhnya.

Untuk itu, Emil berharap bisa memperhatikan biaya produksi sehingga petani bisa memiliki keuntungan. Sarana produksi, seperti pupuk dan bibit, hingga sewa lahan dan rantai distribusi, harus turut menjadi fokus dalam kebijakan pemerintah.

“Kalau biaya produksi, seperti harga pupuk dan sewa lahan terus naik, bagaimana bisa masyarakat tertarik untuk bertani? Tentunya prospek pertanian tidak menarik dikembangkan karena cost naik, sementara revenue turun,” ungkapnya.

Selain itu, Emil pun turut meminta pemerintah untuk dapat meningkatkan kapasitas petani, terutama dalam penggunaan teknologi.

“Kondisi Indonesia bagian timur tentunya berbeda dengan Indonesia bagian barat maupun tengah. Teknologi presisi harus dikuasai oleh petani dan penyuluh. Manfaatkan teknologi sebaik-baiknya,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasul Qolbi mengungkapkan komitmen Kementerian Pertanian (Kementan) untuk terus berpihak pada kepentingan petani. Tapi Harvick mengakui bahwa persoalan pertanian hanya bisa diatasi jika ada sinergi antar kementerian, maupun dengan masyarakat.

“Sinergi memang harus dilakukan dengan beberapa pihak, termasuk Kementerian Perdagangan (Kemendag). Seperti para peternak petelur kita saat ini yang dihadapkan pada persoalan fluktuasi harga pakan dan dinamika harga di pasaran. Tentunya kondisi ini perlu kita carikan solusinya bersama,” jelas Harvick.

Kementan saat ini pun terus berupaya untuk meningkatkan kapasitas petani seraya meningkatkan minat anak muda untuk terjun ke sektor pertanian. Menurutnya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar sector pertanian bisa diminati.

“Pertama, pendapatan. Tanpa pendapatan yang memadai, mereka tidak akan tertarik. Selain itu, akses informasi pun harus dilakukan secara terbuka. Dengan transparansi informasi, diharapkan bisa menjadi motivasi anak muda untuk masuk ke sektor pertanian,” sebut Harvick.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

PTPP Lakukan Pemancangan Tiang Pertama SPAM Lintas Kota

Rabu, 22 September 2021 - 16:11 WIB

PTPP Lakukan Pemancangan Tiang Pertama SPAM Lintas Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar

Salah satu perusahaan konstruksi dan investasi, PT PP (Persero) Tbk, melalui anak usaha dan cucu usaha yang bergerak di bidang investasi infrastruktur, yaitu PT PP Infrastruktur (PP Infra) dan…

Imunisasi pada Anak (Foto Dok Halodoc)

Rabu, 22 September 2021 - 16:00 WIB

Imunisasi Anak Penting, Telekonsultasi Dapat Dimanfaatkan

Melaksanakan protokol kesehatan di masa Pandemi Covid-19 merupakan hal baku untuk tetap dipatuhi. Namun, jika jadwal imunisasi pada anak akan berlangsung, tentu hal tersebut harus dipenuhi para…

Aplikasi Media Sosial (Ist)

Rabu, 22 September 2021 - 15:50 WIB

5 Hal yang Perlu diketahui Sebelum Posting di Medsos

Dari 275 penduduk Indonesia, sebanyak 202,6 juta telah menggunakan internet dengan 170 juta di antarany telah aktif di media sosial. Hal yang mengagetkan, jumlah gadget atau perangkat mobile…

KemenkopUKM jalin kerja sama dengan Kementerian UKM dan Startup Korea

Rabu, 22 September 2021 - 15:30 WIB

Dorong Startup Naik Kelas, KemenkopUKM Gandeng Kementerian UKM dan Startup Korea

Kementerian Koperasi dan UKM Indonesia bersama dengan Ministry of SMEs and Start-up Korea dan ASEM SMEs Eco-Innovation Center (ASEIC) bekerjasama dalam Ecothon Indonesia 2021.

Menparekraf Sandiaga Uno

Rabu, 22 September 2021 - 15:15 WIB

Luar Biasa! Bangun Pariwisata Indonesia, Sandiaga Uno Sukses Datangkan Investasi Capai Rp6,9 Triliun

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, memastikan investasi masih tetap mengalir ke sektor pariwisata.