Laba Per Juni 2021 Rp14,5 Triliun, Kinerja BCA Tetap Solid Hadapi Ketidakpastian

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 23 Juli 2021 - 08:00 WIB

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Jahja Setiaatmadja. (Foto: Humas Bank BCA)
Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Jahja Setiaatmadja. (Foto: Humas Bank BCA)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) membukukan laba bersih Rp14,5 triliun pada paruh pertama 2021, atau naik 18,1% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Kenaikan laba tersebut karena bank tersebut mampu memangkas biaya kredit (cost of credit) pada semester pertama tahun ini.

Laba sebesar itu diperoleh BCA dari pendapatan operasional yang tercatat mencapai Rp38,5 triliun per Juni 2021, atau meningkat 2,4% dibandingkan di periode yang sama pada 2020. Pendapatan operasional tersebut berasal dari pendapatan bunga bersih, pendapatan non-bunga, serta pendapatan fee dan komisi.

Pendapatan bunga bersih BCA tumbuh 3,8% menjadi Rp28,3 triliun pada semester pertama 2021. Pendapatan non-bunga turun tipis 1,2% menjadi Rp10,2 triliun. Penurunan ini akibat dari one-off gain penjualan portofolio reksa dana yang dibukukan tahun lalu, namun sebagian besar dapat diimbangi oleh kenaikan pendapatan fee dan komisi. Pendapatan fee dan komisi naik 7,5%, lebih tinggi dibandingkan level pra-pandemi, terutama ditopang oleh pulihnya pendapatan fee dari perbankan transaksi seiring dengan peningkatan jumlah nasabah dan volume transaksi.

“Kami laporkan kinerja BCA pada semester pertama 2021 solid. Kami menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada pemerintah dan regulator atas dukungan yang luar biasa, dan tentunya kepada seluruh nasabah setia yang selalu menginspirasi kami untuk memberikan layanan yang berkualitas,” ujar Presiden Direktur Bank BCA, Jahja Setiaatmadja, pada acara paparan publik virtual di Jakarta, Kamis (22/ 07/2021).

Jahja menuturkan, hingga Juni 2021, beberapa sektor ekonomi mulai tumbuh. Itu ditandai dengan peningkatan permintaan KPR selama pelaksanaan BCA Online Expoversary pada Maret 2021. Dalam beberapa waktu ke depan, manajemen BCA akan mencermati dinamika situasi, khususnya selama periode Kebijakan PPKM Darurat yang ditetapkan pemerintah sebagai respon pengendalian lonjakan kasus COVID-19 yang terjadi belakangan ini.

Nilai bisnis dan frekuensi transaksi nasabah BCA menunjukkan pemulihan pada enam bulan pertama tahun ini, sejalan dengan membaiknya aktivitas perekonomian. Transaksi belanja nasabah mengalami tren peningkatan. Per Juni 2021, kredit tumbuh 0,8% dibandingkan per Juni 2020. Pertumbuhan itu ditopang oleh segmen korporasi dan KPR yang naik masing-masing 2,1% dan 3,8%.

Sementara itu, kredit komersial dan UKM mulai membaik pada triwulan II 2021 dibandingkan triwulan I 2021. Dari sisi pendanaan, current account and savings account (CASA) per Juni 2021 tumbuh 8,3%, sejalan dengan peningkatan nilai transaksi, basis nasabah yang semakin besar, serta penguatan dan perluasan ekosistem pelayanan bersama para mitra bisnis bank.

Total kredit yang disalurkan BCA hingga akhir Juni 2021 tercatat Rp593,6 triliun. Itu didukung oleh segmen korporasi, KPR, dan kartu kredit. Kredit korporasi naik 1,0% menjadi Rp260,4 triliun pada Juni 2021. KPR meningkat 2,9% menjadi Rp93,6 triliun sebagai hasil dari pelaksanaan BCA Online Expoversary pada Maret 2021, dimana sebagian besar kredit tersebut dibukukan pada triwulan kedua tahun ini. Saldo outstanding kartu kredit juga naik 4,5% menjadi Rp14 triliun. Kredit komersial dan UKM turun 1% menjadi Rp182,8 triliun, dipengaruhi oleh perlambatan aktivitas bisnis. Sementaraitu, KKB turun 13,4% menjadi Rp36,8 triliun.

Kinerja dana pihak ketiga tetap kokoh, dimana CASA naik 21,0% menjadi Rp697,1 triliun. Deposito berjangka meningkat 6,8% mencapai Rp198,2 triliun. Secara keseluruhan, total dana pihak ketiga tumbuh 17,5% menjadi Rp895,2 triliun dibandingkan per Juni 2020. Hal itu mendorong total aset naik 15,8% menjadi Rp1.129,5 triliun di akhir Juni 2021.

Dengan memanfaatkan basis nasabah yang besar serta memperkuat ekspansi ekosistem digital, BCA mampu mempertahankan kekuatan di segmen perbankan transaksi sebagai penggerak pendanaan CASA yang solid. BCA memproses 41 juta transaksi per hari secara rata-rata pada semester I 2021, naik dari 28 juta di periode yang sama tahun lalu. CASA berkontribusi sebesar 77,9% dari total dana pihak ketiga per Juni 2021.

Permodalan BCA tetap berada di posisi yang kokoh dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) tercatat sebesar 25,3%, lebih tinggi dari ketentuan regulator, serta kondisi likuiditas yang memadai dengan loan to deposit ratio (LDR) sebesar 62,4%. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) terjaga sebesar 2,4% didukung oleh kebijakan relaksasi restrukturisasi. Pengelolaan loan at risk akan menjadi salah satu fokus BCA pada semester II tahun ini, mengingat pandemi yang diperkirakan masih akan berlanjut. Sebagai tambahan, rasio pengembalian terhadap aset (return on asset/ROA) tercatatsebesar 3,1%, dan rasio pengembalian terhadap ekuitas (return on equity/ROE) sebesar 16,6%.  (Abraham Sihombing)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Glamping resort di Yogyakarta

Kamis, 30 Juni 2022 - 14:52 WIB

Glamping, Tren Wisata di Alam Bebas Senyaman di Hotel Mewah

Ada banyak pilihan jenis wisata, namun yang menjadi primadona belakangan ini adalah wisata di alam terbuka. Selain menawarkan keindahan, wisata di alam terbuka terasa lebih nyaman dilakukan,…

Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana

Kamis, 30 Juni 2022 - 14:29 WIB

Presiden Jokowi Bertolak ke Moskow Adakan Pertemuan dengan Presiden Vladimir Putin

Setelah menempuh perjalanan dengan Kereta Luar Biasa (KLB) selama 11 jam, Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana tiba di Stasiun Przemysl Glowny di kota Przemysl, Polandia, Kamis, 30 Juni 2022…

Vaksinasi terhadap Sapi

Kamis, 30 Juni 2022 - 14:24 WIB

Terima Vaksin PMK, Gubernur Kalsel Apresiasi Keseriusan Kementan

Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Sahbirin Noor mengapresiasi dan berterimakasih kepada Menteri Pertanian atas alokasi vaksin PMK kepada Provinsi Kalimantan Selatan.

Kepala Bareskrim Polri Komjen. Pol. Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H., menegaskan pihak kepolisian komitmen menuntaskan kasus penipuan Investasi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya. foto: Tribratanews.polri.go.id

Kamis, 30 Juni 2022 - 14:13 WIB

Bareskrim Polri Komitmen Tuntaskan Kasus Penipuan Investasi KSP Indosurya

Jakarta-Kepala Bareskrim Polri Komjen. Pol. Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H., menegaskan pihak kepolisian komitmen menuntaskan kasus penipuan Investasi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya.

Kendaraan Listrik

Kamis, 30 Juni 2022 - 13:30 WIB

RI Siap Akselerasi Bangun Ekosistem Industri Kendaraan Listrik

Indonesia tengah bersiap memasuki era kendaraan listrik, sesuai dengan tren global saat ini. Butuh sinergi berbagai pihak agar mencapai tujuan tersebut. Oleh karena itu, pemerintah dan stakeholders…