Ngeri, Banyak Pasangan Suami Istri Tidak Mampu Hamil, Morula IVF Tawarkan Solusi Bantu Masalah Infertilitas Pasangan

Oleh : Kormen Barus | Minggu, 20 Juni 2021 - 20:47 WIB

Sebagai rangkaian dari Morula Fertility Fest 2021, Morula melakukan serangkaian acara Morula Fertility Talk yang dimulai di kota Padang pada Minggu, 20 Juni 2021,
Sebagai rangkaian dari Morula Fertility Fest 2021, Morula melakukan serangkaian acara Morula Fertility Talk yang dimulai di kota Padang pada Minggu, 20 Juni 2021,

INDUSTRY.co.id, Padang – Sebagai rangkaian dari Morula Fertility Fest 2021, Morula melakukan serangkaian acara Morula Fertility Talk yang dimulai di kota Padang pada Minggu, 20 Juni 2021, dengan mengangkat tema terkait infertilitas dan peranan Teknologi Reproduksi Berbantu (TRB) bayi tabung/IVF.

Kegiatan Fertility Talk Morula IVF Padang disiapkan sebagai edukasi dan memberikan solusi tentang masalah infertilitas yang banyak dialami pasangan suami istri di Indonesia.

Ditemui saat seminar Morula Fertility Talk 2021 di Hotel Grand Zuri, Padang (20/06), menurut dr. Haviz Yuad, SpOG, KFER, dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan - Fertilitas Endokrinologi Reproduksi - Morula IVF.

Infertilitas sendiri merupakan ketidakmampuan pasangan untuk hamil sekurang-kurangnya 1 tahun berhubungan seksual teratur tanpa kontrasepsi.

Penyebabnya bisa macam-macam, mulai dari gaya hidup, menstruasi tidak teratur hingga penyakit infeksi.

Siklus haid sendiri dikatakan normal apabila berlangsung antara 24 hingga 35 hari.

Ada pun periode menstruasi umumnya antara empat sampai tujuh hari atau maksimal sepuluh hari.

Untuk beberapa kasus infertilitas, teknologi bayi tabung (in vitro fertilization/ IVF) dikenal sebagai salah satu upaya program kehamilan yang bisa membantu pasangan mendapatkan keturunan.

Bayi tabung kini semakin diminati bagi mereka yang merencanakan kehamilan namun memiliki kendala gangguan kesuburan atau infertilitas.

Program Bayi Tabung

Program bayi tabung adalah Teknik Reproduksi Berbantu (TRB) atau teknik rekayasa reproduksi dengan mempertemukan sel telur matang dengan sperma di luar tubuh manusia (in vitro fertilization/IVF).

Kemudian setelah terjadi pembuahan, sejumlah 2-3 embrio akan ditanam kembali ke rahim istri.

Data penelitian menunjukkan, angka keberhasilan bayi tabung mencapai 30%-40%, paling tinggi di antara program kehamilan berbantu lain seperti penggunaan obat-obatan dan inseminasi.

Kini, peluang keberhasilan itu semakin optimal dengan dukungan teknologi mutakhir yang memaksimalkan setiap tahapan program bayi tabung.

Dengan perkembangan teknologi dan ilmu kedokteran, pasangan suami istri yang mengalami infertilitas masih bisa memiliki kesempatan untuk hamil dan memiliki anak dengan menjalani program bayi tabung/IVF.

Kehadiran beragam teknologi canggih yang digunakan sangat bermanfaat memaksimalkan peluang keberhasilan program bayi tabung. Namun demikian, faktor lain yang juga sangat menentukan kesuksesan bayi tabung yakni, usia si calon ibu.

Jangan Tunda Kehamilan

Kondisi pandemi membuat sebagian besar pasangan memilih untuk menunda program kehamilan. Namun, kehamilan yang ditunda, khususnya pada usia tertentu ternyata tak disarankan.

Kondisi tersebut berkaitan dengan jumlah sel telur di rahim yang berperan besar dalam proses kehamilan. Menurut dr.Dedy Hendru, SpOG. KFER, dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan - Fertilitas Endokrinologi Reproduks - Morula IVF Padang.

"Usia terbaik Wanita adalah di bawah 38 tahun, semua tergantung usia. Kalau menunda kehamilan justru jumlah sel telur makin sedikit," ungkapnya.

Di usia ke 23 tahun ini, Morula IVF Indonesia mengusung tema ‘1 Ikhtiar 1 Pohon’ sebagai Mid Year Program bayi tabung.

“Penanaman pohon merupakan gambaran bagian dari kehidupan dimana jika dari awal sudah dipersiapkan dengan baik, bibit-bibit yang bagus ini akan menjadi keturunan yang baik,” ujar dr.Ivan Rizal Sini, MD, FRANZCOG, GDRM, MMIS, Sp.OG - President Director Morula IVF Indonesia.

Dengan mengangkat filosofi Morula sebagai suatu layanan program kesuburan, melalui gerakan 1 ikhtiar 1 pohon, mengingatkan bagaimana Morula IVF Indonesia turut berjuang bersama untuk mewujudkan mimpi pasangan dengan ber-ikhtiar mempersiapkan yang terbaik sejak awal proses hingga saatnya bisa menggendong sang buah hati.

Program 1 ikhtiar 1 pohon ini menjadi perhatian Morula pada ekosistem kehidupan yang saling berkaitan yakni, setiap 1 pasangan yang melakukan ikhtiar lewat program IVF akan menjadi 1 kebaikan bagi lingkungan melalui penanaman 1 pohon.

Program ini dilakukan sebagai wujud nyata komitmen Morula IVF Indonesia untuk menjaga ekosistem kehidupan untuk masa depan generasi Indonesia yang akan datang.

Morula IVF Indonesia merupakan bagian dari Bundamedik Healthcare System yang fokus dalam pengembangan klinik fertilitas “Morula IVF” di Indonesia.

Dalam pengembangan Bundamedik Healthcare System, pada tahun 1997 mendirikan Klinik Fertilitas Morula yang saat ini telah berganti nama menjadi Morula IVF Jakarta.

Dengan pengalaman lebih dari 22 tahun serta mengantongi sertifikasi internasional, Morula IVF telah membantu 90.000 pasangan dari seluruh dunia dengan tingkat keberhasilan kehamilan tertinggi hingga 72%, menjadikan Morula IVF sebagai salah satu klinik fertilitas terbesar di Indonesia.

Morula IVF Padang merupakan bagian dari Morula IVF Indonesia, telah hadir sejak tahun 2012, bertempat di RSU Bunda Padang, Jl. Proklamasi no.37, Kota Padang, Sumatera Barat, yang fokus dalam membantu pasangan terkait infertilitas.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Aksi Cepat Tanggap (ACT)

Minggu, 01 Agustus 2021 - 13:54 WIB

ACT dan Gernas MUI Bergerak Bersama Atasi Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 adalah permasalahan bangsa yang harus diselesaikan bersama-sama. Semua elemen bangsa harus bersatu dalam menuntaskannya. Persatuan sangatlah penting, sebagaimana yang dicontohkan…

Ilustrasi Paspor Vaksin (Ist)

Minggu, 01 Agustus 2021 - 13:45 WIB

Jepang Mulai Memberlakukan Paspor Vaksinasi Covid-19

Jepang mulai menerima paspor vaksin bagi mereka yang telah sepenuhnya divaksinasi Covid-19 sebagai syarat bahwa warganya dapat melakukan perjalanan internasional.

Peraih medali emas Hidilyn Diaz dari Filipina (Foto Reuters)

Minggu, 01 Agustus 2021 - 13:21 WIB

Anak Tukang Becak Ini Ungkap Rahasia Doa, Hingga Meraih Medali Emas Pertama Filipina di Olimpiade Tokyo

Jakarta-Para uskup Katolik Filipina mengucapkan selamat kepada Hidilyn Diaz, atas prestasinya meraih medali emas Olimpiade pertama Filipina. Atlet angkat besi ini, tidak hanya atas kemenangannya…

Menpora Amali Pastikan Semua Atlet Olimpiade Tokyo Dapat Apresiasi dari Pemerintah Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali memastikan semua atlet, pelatih dan ofisial yang berangkat ke Olimpiade Tokyo 2020 akan mendapat apresiasi dari pemerintah. Terutama para atlet yang sudah menyumbangkan medali untuk Indonesia dalam ajang olahraga paling bergengsi di dunia tersebut.(foto:putra/kemenpora.go.id)

Minggu, 01 Agustus 2021 - 13:21 WIB

Menpora Amali Sampaikan Kabar Baik! Semua Atlet Olimpiade Tokyo Bakal Dapat Bonus dari Pemerintah

Jakarta-Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali memastikan semua atlet, pelatih dan ofisial yang berangkat ke Olimpiade Tokyo 2020 akan mendapat apresiasi…

Ilustrasi Perjalanan Udara (Shutterstock)

Minggu, 01 Agustus 2021 - 12:30 WIB

Krisis Covid-19, India Perpanjang Larangan Penerbangan Internasional Hingga 31 Agustsus 2021

India sekali lagi telah memperpanjang larangan penerbangan internasional hingga 31 Agustus 2021. Hal ini sesuai surat edaran yang telah dikeluarkan oleh regulator penerbangan Direktorat Jenderal…