Lebaran dan Fitrah: Tadisi Mudik dan Pelancongan

Oleh : Bintang Handayani | Jumat, 14 Mei 2021 - 10:03 WIB

Bintang Handayani, PhD
Bintang Handayani, PhD

INDUSTRY.co.id - Tanah Nusantara bergembira merayakan hari Raya Idul Fitri, sebuah selebrasi khas yang dulunya melekat dengan liburan dan kegembiraan berkumpul dengan sanak famili, saudara, dan handaitaulan. Dua tahun sudah pandemik mengintervensi tradisi tahunan. Apa yang khas dan mengapa lebaran menjadi fenomana spektakuler. Berikut kajian singkat terkait dengan lebaran dimasa pandemik tahun ini.

Mudik, kembali kekampung halaman merupakan arti harfiah. Kata mudik selayaknya diikuti oleh ekspresi simpul semangat baru yang didapat dari perjumpaan dengan kekasih hati, ayah-bunda, orang tua, sang significant others, tetangga sebelah rumah, dan kawan-kawan satu blok dikompleks perumahan. Fenomena dinamika mudik melahirkan hubungan baru manakala berjumpa dengan para sepupu yang baru lahir ataupun para sepupu yang selalu diceritakan hebat oleh sanak famili, sebagai motivasi untuk kita menjadi lebih baik. 

Selain itu, kemelekatan hubungan darah, ikatan satuan kelompok dimana eksistensi individu berada juga tercerahkan kembali dengan saling mengunjungi sambil makan ketupat, kue nastar lebaran dan makanan khas lainnya. Selebrasi lebaran menumbuhkan identitas individu, membuat lelah perjalanan panjang mudik menjadi lebih berkesan (memorable). Disisi lain, mudik lebaran bermakna kematangan spirituality, keyakinan kukuh pada Sang Yang Maha Esa, dan kebersyukuran atas Rahmat, kebaikan alam semesta. 

Mudik merupakan selebrasi lebaran, juga melekat dengan tradisi melancong, mengekplorasi lokalitas destinasi pariwisata dan alam sekitar. Dari segi keberkesanan, tradisi melancong pada saat mudik lebaran bukan hanya menguatkan hubungan ikatan antar pribadi sebagai bagian dari silsilah akar famili, namun juga yang terpenting, tradisi melancong pada saat mudik lebaran memberikan transformasi batin dan badaniah, manandakan keberkesanan bauran menikmati keindahan alam, atraksi wisata, dan juga kearifan lokal. Tak mengejutkan, tradisi melancong pada saat mudik lebaran tergambar dari muka individu yang lebih segar, cerah, dan bersemangat. Sayangnya, tradisi melancong pada saat mudik lebaran pun tak dapat dilakukan mengingat pandemik COVID-19 belum lagi usai. 

Bagaimana mengembalikan tradisi melancong pada saat mudik lebaran telah menjadi pertanyaan besar yang tengah dikaji oleh para peneliti, termasuk Pusat Kajian atau Lembaga terkait seperti Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Sejauh ini staycation dijadikan pilihan untuk liburan lebaran dan saat mudik. Staycation diartikan sebagai pilihan terbaik untuk selebrasi lebaran dan tradisi mudik lebaran. 

Secara harfiah staycation mengindikasikan keterbatasan untuk mobilitas pelancong dan pengunjung kesuatu destinasi wisata. Namun definisi staycation secara implisit sebenarnya merujuk pada kreativitas eksplorasi tingkat tinggi pelancong dan pengunjung. Disinilah letak kukuh dari structuralist perspektif pariwisata. 

Structuralist pada spektrum pariwisata dan hospitaliti mengacu pada cakrawala berpikir pelancong dan pengunjung yang sudah melek, terpelajar (literate), tepatnya para pelancong dan pengunjung e-literate. Untuk itu, staycation melekat dengan para pelancong dan pengunjung yang sudah masuk pada kategori pelancong dan pengunjung e-literate. Strukturalisasi perspektif staycation pariwisata merujuk pada kemampuan untuk menggambarkan suatu attraksi wisata dengan pemaknaan para pelancong dan pengunjung e-literate. 

Pelancong dan pengunjung e-literate memiliki kemampuan untuk mengolah pengalaman kunjungan dengan basis strukturalisasi. Contohnya kunjungan melancong pada agro-wisata pada saat mudik lebaran cocok dengan konsep staycation, melekat pada gambaran kampung halaman, tradisi selebrasi bersama keluarga, kekukuhan tradisi kampung, dan kearifan lokal. Kunjungan staycation agro-wisata pada musim mudik lebaran secara sederhana digambarkan sebagai kemampuan untuk memaknai kunjungan ke hotel resort yang melekat dengan agro-wisata.

Para pelancong dan pengunjung tersebut dapat memaknai pangalaman kunjungan staycation agro-wisata pada musim mudik lebaran dengan basis strukturalisasi pariwisata. Contoh basis strukturalisasi pariwisata staycation adalah pengambaran kunjungan pada agro-wisata, ketika para pelancong atau pengunjung menikmati buah strawberi atau menyantap nasi khas Sunda beralas daun pisang di kamar hotel resort. 

Dengan demikian strukturalisasi pariwisata staycation tidak melihat mediasi teknologi pada pengalaman wisata, namun yang terpenting memahami koeksistensi pencapaian pengalaman wisata. Daripada bepusat pada perubahan yang dibawa oleh pandemik COVID-19, menjadi lebih terjangkau dengan koeksistensi strukturalisasi pariwisata staycation. 

Sejenak, melihat kembali fenomena mudik dimasa lampau, terdengar alunan lagu klasik Dewa 19 “cinta kan membawamu kembali”. Jakarta Raya sepi, quiet saat lebaran. Kota Baru dan Kota Tua ramai dan festive, penuh dengan muka-muka berseri-seri.
Selamat lebaran 1442 hijriah, selamat liburan. 

Penulis : Bintang Handayani, PhD, Dosen dan Peneliti Senior. 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

11 Bank Dukung Pembiayaan Jalan Tol Serang Panimbang

Jumat, 18 Juni 2021 - 18:17 WIB

Ekonomi Kawasan Banten Bakal Tumbuh Pesat, 11 Bank Dukung Pembiayaan Jalan Tol Serang Panimbang

Jakarta– PT Wijaya Karya Serang Panimbang (WSP) sebagai entitas anak PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) menandatangani perjanjian kredit sindikasi dan line fasilitas pembiayaan sindikasi…

Ilustrasi Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) (Ist)

Jumat, 18 Juni 2021 - 18:15 WIB

Perlunya Sosilasi Tuk Cegah Meningkatnya Kasus Kekerasan Gender Berbasis Online

Meningkatnya jumlah pengguna internet di Indonesia sebanyak 8,9 persen atau menjadi 171 juta jiwa pengguna membuat kewaspadaan terhadap ancaman kejahatan cyber semakin tinggi. Diketahui selama…

Sambal tabur BonCabe Level 50 Max End yang merupakan produk teranyar PT Kobe Boga Utama. (Foto: Humas PT Kobe Boga Utama)

Jumat, 18 Juni 2021 - 18:11 WIB

BonCabe level 50 Max End, Maximize to The End

Jakarta - Para penggemar mie instan dan berbagai makanan gorengan tentunya tidak asing lagi dengan yang namanya sambal, apalagi sambal botol alias sambal yang dikemas dalam botol dan penggunaannya…

Candi Borobudur

Jumat, 18 Juni 2021 - 18:00 WIB

Ketum IMI Pastikan The FIM MXGP World Championship 2021 Digelar di Kawasan Candi Borobudur

Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo (Bamsoet) memastikan Indonesia akan dua kali menjadi tuan rumah penyelenggaraan kejuaraan internasional bergengsi…

Maskapai Garuda Indonesia

Jumat, 18 Juni 2021 - 17:45 WIB

Gara-gara Tunda Bayar Kupon Bond 500 Juta Dolar, BEI Setop Perdagangan Saham Garuda (GIAA)

Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi mengumumkan penghentian sementara perdagangan saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.  Menurut BEI, penghentian tersebut dilakukan lantaran pemilik…