Kemenpar Himbau Para Parekraf Perketat Prokes Libur Lebaran

Oleh : Chodijah Febriyani | Kamis, 13 Mei 2021 - 13:00 WIB

Ilustrasi Protokol Kesehatan (Pakai Masker)
Ilustrasi Protokol Kesehatan (Pakai Masker)

INDUSTRY.co.id - Sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19 pada libur Lebaran 2021, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menghimbau agar pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif memperketat penerapan protokol kesehatan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) dan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

"Para pengelola destinasi wisata, mall, restoran, dan kafe diharapkan untuk dapat memperketat protokol kesehatan CHSE dan 3M. Kita harus tingkatkan di lokasi yang masuk ke dalam bingkai PPKM skala mikro di daerah masing-masing. Hal ini dilakukan untuk menekan laju penularan COVID-19,” kata Menparekraf Sandiaga, melalui siaran pers yang Industry.co.id terima, Rabu (12/5/2021).

Sebelumnya, Kemenparekraf/Baparekraf telah meluncurkan hand book atau buku panduan mengenai protokol kesehatan berbasis CHSE untuk berbagai bidang industri pariwisata dan ekonomi kreatif, yang dapat diunduh melalui situs http://chse.kemenparekraf.go.id/. Lalu, juga ada sertifikasi CHSE bagi pelaku industri agar dapat memberikan jaminan kesehatan dan keselamatan bagi wisatawan.

"Tentunya buku panduan ini harus dipatuhi secara ketat dan disiplin. Dan kami bekerja sama dengan Pemerintah Daerah, untuk memastikan kepatuhan pada penerapan protokol kesehatan," ujarnya.

"Di samping itu, kami juga membutuhkan peran serta dari masyarakat, jika melihat ada venue atau destinasi yang tidak patuh dan abai mohon dilaporkan segera. Kami akan secara tegas berkoordinasi untuk menindak secara cepat agar tidak memicu penularan COVID-19," tegas Sandiaga.

Seperti diketahui, pemerintah melarang masyarakat untuk melakukan perjalanan antarkota/kabupaten/provinsi/negara untuk tujuan mudik. Kebijakan tersebut dilandasi dengan peningkatan kasus positif COVID-19 saat libur panjang pada tahun 2020, seperti Idul Fitri 2020 naik 93 persen, Tahun Baru Hijriah 2020 naik 119 persen,

Tahun Baru 2021 naik 78 persen, dan pada 10 Mei 2021 pun terdapat 4.123 kasus positif COVID-19 dari 6.742 pemudik.

"Data menunjukkan bahwa kebijakan peniadaan mudik sudah tepat dan kita harus sosialisasi secara total agar masyarakat dapat mematuhi dan memahami untuk tidak mudik," katanya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Stop Kekerasan Terhadap Perempuan (Foto Ist)

Senin, 21 Juni 2021 - 13:00 WIB

Perlunya Sosialisasi Kekerasan Berbasis Gender Online Agar Mencegah Meningkatknya Kasus Baru

Meningkatnya jumlah pengguna internet di Indonesia sebanyak 8,9 persen atau menjadi 171 juta jiwa pengguna membuat kewaspadaan terhadap ancaman kejahatan cyber semakin tinggi. Diketahui selama…

Ilustrasi penelitian vaksin (rino/industry.co.id)

Senin, 21 Juni 2021 - 12:49 WIB

Fakultas Kedokteran Ini Lakukan Riset Penyebab Lonjakan Kasus COVID-19, Temuannya Mengerikan...!

Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (UGM) hari ini mengeluarkan hasil penelitian Whole Genome Sequencing (WGS) rujukan dari Balai Penelitian dan…

Gubernur Anies Bersepeda atau Bike To Work

Senin, 21 Juni 2021 - 12:23 WIB

Gubernur Anies Bersepeda ke Balai Kota (Bike To Work), Netizen: Luar Biasa! Jawaban Cerdas...

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada pagi ini mengunggah sebuah video yang memperlihatkan dirinya sedang bersepeda menuju Kantor Balai Kota Jakarta. Dalam unggahan di jejaring media sosialnya…

Doge listing di Zipmex

Senin, 21 Juni 2021 - 12:02 WIB

Per 17 Juni 2021, Aset Kripto DOGE Hadir di Platform Zipmex

Peluncuran DOGE ke dalam platform Zipmex Indonesia dilakukan bersamaan dengan tiga aset kripto ternama lainnya, yakni Stellar Lumen (XLM), Cardano (ADA), dan Binance Coin (BNB).

3 Tips bagi UMKM untuk Maksimalkan Tools dan Program Gratis demi Kemajuan Usaha

Senin, 21 Juni 2021 - 12:00 WIB

Survei Mengungkapkan 4,7 Juta UMKM Beralih ke Digital Selama Pandemi

Marketplace diibaratkan sebuah pasar di dunia maya dengan penjual yang berbeda-beda. Marketplace ini berbeda dengan e-commerce yang hanya menjual produk sendiri dan hanya ada satu toko, sementara…