Rusak Parah, Kementerian PUPR Segera Perbaiki Bendung Benanain NTT

Oleh : Hariyanto | Kamis, 22 April 2021 - 16:42 WIB

Bendung Benanain NTT
Bendung Benanain NTT

INDUSTRY.co.id - Malaka - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara II Kupang akan segera melakukan perbaikan Bendung Benanain di Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang rusak akibat diterjang banjir pada awal April 2021.

Wakil Menteri PUPR Jhon Wempi Wetipo dalam kunjungannya ke Malaka mengatakan, perbaikan permanen Bendung Benanain diperkirakan membutuhkan waktu cukup lama sekitar 18 bulan. Hal ini disebabkan kerusakan cukup parah terjadi pada bangunan utama bendung dan juga pada saluran induk.

"Untuk normalisasi sementara Bendung Benenain diperlukan pinjam lahan lima keluarga yang ada di sekitar kawasan bendung. Perbaikan sementara ini diperlukan agar hasil produksi pertanian di Daerah Irigasi Malaka tetap terjaga," kata Wamen Wempi, Rabu (21/4/2021).

Untuk itu, Wamen Wempi meminta kepada Pemerintah Kabupaten Malaka untuk dapat berkomunikasi dengan warga pemilik lahan agar dapar segera dilakukan penanganan darurat normalisasi Bendung Benenain.

"Setelah penanganan darurat selesai, Pemerintah Kabupaten juga harus mengatur pengairan masing-masing lahan irigasi untuk dapat digilir mendapatkan air, hal ini harus dilakukan selama masih dalam menunggu perbaikan permanen," tutur Wamen Wempi.

Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II Kupang Agus Sosiawan dalam laporannya menyatakan, kerusakan cukup parah juga terjadi pada bagian trashrack di bangunan pengambilan, proteksi inlet dan outlet siphon.

"Tanggul pengaman yang jebol juga mengakibatkan putusnya saluran irigasi, serta kerusakan pada saluran induk mengakibatkan terputusnya suplai irigasi ke
daerah layanan," tuturnya.

Dalam masa perbaikan permanen akan dilakukan perbaikan saluran induk irigasi dengan mengembalikan kondisi saluran ke kondisi semula dengan melakukan penimbunan menggunakan material timbunan pilihan serta perkuatan di kaki tebing sungai sekitar timbunan.

"Juga diperlukan pembangunan tanggul pengaman sungai," tambah Agus.

Bendung Benanain berlokasi di Sungai Benanain di Desa Kakaniuk, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Belu, Propinsi Nusa Tenggara Timur, sekitar 320 Km dari kota Kupang.

Pembangunan Bendung dilaksanakan pada tahun 2001-2004 (tahap I) dan 2005-2007 (tahap II) oleh Kementerian PUPR untuk melayani jaringan irigasi seluas 6.750 ha meliputi Kecamatan Malaka Tengah, Malaka Barat dan Kobalima.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pamglima TNI dan Menkominfo Plate

Kamis, 06 Mei 2021 - 06:00 WIB

Menkominfo Jonny G Plate dan Panglima TNI Bahas Persiapan Pembangunan 5000 BTS, Termasuk di Papua

Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P., didampingi Asops Panglima TNI Mayjen TNI Syafruddin, S.E., M.M., M.Tr.(Han), Aster Panglima TNI Mayjen TNI Madsuni, S.E. dan Waasintel…

Prajurit Batalyon Infanteri 2 Marinir

Kamis, 06 Mei 2021 - 05:45 WIB

Prajurit Batalyon Infanteri 2 MarinirTingkatkan Ketangkasan Karate

Meningkatkan kemampuan seorang prajurit yang handal dan selalu mematikan adalah kemampuan bela diri yang selalu diasah dan dilatih secara tepat, seperti anggota Batalyon Infanteri 2 Marinir…

Dankormar Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono

Kamis, 06 Mei 2021 - 05:30 WIB

Dankormar Mayjen Suhartono Ikuti Peringatan Nuzulul Quran

Di Markas Komando Korps Marinir (Mako Kormar) TNI AL Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono menghadiri peringatan Nuzulul Quran yang dilaksanakan di Mesjid At-Taqwa…

Prajurit Yonbekpal 1 Mar

Kamis, 06 Mei 2021 - 05:15 WIB

Prajurit Yonbekpal 1 Mar Tingkatkan Kemampuan Menembak

Para prajurit petarung Turangga Caqti Batalyon Perbekalan dan Peralatan 1 Marinir (Yonbekpal 1 Mar) yang tergabung dalam seleksi Tim Pembinaan Satuan (Binsat) mempertajam materi menembak laras…

Sarang burung walet

Kamis, 06 Mei 2021 - 05:00 WIB

Wuidih Luar Biasa! China Bakal Borong Harta Karun RI Senilai Rp16 Triliun

Sarang burung walet dari Indonesia kini tengah menjadi incaran sejumlah negara. Bahkan, China berencana membeli sarang burung walet dari Indonesia senilai Rp16 triliun.