INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa Pemerintah memiliki misi menjadikan Indonesia, negara yang bisa keluar dari middle income trap pada tahun 2045.
Untuk mengejar misi tersebut, Ia mengatakan bahwa seluruh pekerjaan rumah (PR) harus diselesaikan meski didalam kondisi Pandemi Covid-19.
“Pandemi ini tidak menghalangi Indonesia untuk menyelesaikan pekerjaan kita dalam melakukan reformasi struktural secara nasional, salah satunya melalui penerapan UU Cipta Kerja. UU ini akan menyederhanakan, menyinkronkan, dan mengefektifkan peraturan yang seringkali menghambat kegiatan bisnis Indonesia,” kata Airlangga, seperti dikutip redaksi INDUSTRY.co.id pada Sabtu (27/3/2021).
Selain itu, lanjutnya, Pemerintah juga telah membentuk Indonesia Investment Authority (INA) sebagai lembaga pengelola investasi.
"Pemerintah juga tetap akan melanjutkan Proyek Strategis Nasional (PSN) di tengah Pandemi Covid-19," paparnya.
Dijelaskannya lebih rinci, saat ini terdapat total 201 proyek dan 10 program yang memiliki nilai investasi lebih dari 4,817 triliun rupiah.
"Pembangunan infrastruktur melalui PSN ini akan membantu pemerataan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia serta meningkatkan investasi," imbuh Airlangga.
Kemudian, peningkatan kerja sama ekonomi internasional juga terus dilakukan.
Salah satunya, menurut Airlangga, melalui Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan Foreign Direct Investment (FDI).
Sebagai informasi, akses pasar RCEP adalah sebesar 186 miliar USD dan meliputi 30% dari Gross Domestic Product (GDP) dunia.
“Berbagai strategi ini akan berhasil jika kita mendapat dukungan dari semua pihak, termasuk dari dunia usaha. Pemerintah akan berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif. Untuk itu, dunia usaha silakan memanfaatkannya dengan baik dan bersama-sama membantu pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi,” pungkas Menko Airlangga.