INDUSTRY co.id - Jakarta, Pemerintah Singapura komitmennya untuk terus meningkatkan kerjasama dan Investasi di Indonesia.

Advertisement

Hal tersebut terungkap dari hasil kunjungan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan ke Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian beberapa saat lalu.

Pertemuan tersebut, sejatinya merupakan kelanjutan dari hasil pertemuan tingkat menteri Indonesia-Singapura yang digelar secara virtual dengan Menteri Perdagangan dan Industri Singapura. 

Advertisement

“Kita sepakat untuk terus bekerja sama, terutama memperdalam kerja sama ekonomi antara kedua negara dan mengatasi tantangan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung,” ujar Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, dikutip redaksi INDUSTRY.co.id pada Sabtu (27/3/2021).

Senada dengan Airlangga, Menteri Luar Negeri Singapura mengatakan bahwa untuk memperbaiki perekonomian mutlak dibutuhkan kerjasama.

Advertisement

“Kita tidak dapat pulih sendirian, melainkan membutuhkan peran seluruh wilayah untuk bekerja sama,” papar Vivian.

Dalam pertemuan tersebut, menteri juga membahas persiapan dan penyampaian pertemuan Leaders 'Retreat antara Perdana Menteri Singapura dengan Presiden Republik Indonesia.

Advertisement

Airlangga menjelaskan bahwa pertemuan kedua kepala negara tersebut terbilang sangat penting, mengingat terdapat enam Kerja Ekonomi Bilateral (6WG), yaitu:

1. Kerjasama Batam-Bintan-Karimun dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) lainnya.

2. Kerjasama Investasi.

3. Kerjasama Ketenagakerjaan.

4. Kerjasama Transportasi.

5. Kerjasama Agribisnis.

6. Kerjasama Pariwisata.

"Pemerintah Indonesia mengapresiasi komitmen kuat Singapura untuk terus berinvestasi di Indonesia," imbuh Airlangga.

Namun tak Hanya tahun ini, bahkan tahun lalu, terang Airlangga, FDI Singapura mencapai 9,8 miliar USD atau meningkat 34% dibandingkan tahun 2019.

Investasi ini sejatinya merupakan rekor investasi tertinggi dalam 6 tahun terakhir.

“Kantor kami selalu terbuka untuk inisiatif dan kolaborasi yang diprakarsai bersama untuk terus mempromosikan peluang bisnis di Indonesia dan Singapura”, tandas Airlangga.

Kemudian, dibocorkan lebih lanjut Airlangga, pertemuan tersebut juga membahas soal investasi Singapura di proyek Integrasi Pembangunan Batam, Bintan, dan Karimun-Singapura.

Lalu inisiatif kerja sama Industri Digital, Kerja Sama Program Pengembangan Tech-Talent, Travel Bubble Innitiatives Singapura-Bintan, Kawasan Industri Kendal.

Dibahas pula soal Kerja Sama dalam Infrastruktur (infrastruktur keras dan lunak), Pengembangan Smelter Alumina di KEK Galang Batang, Pembangunan Jembatan Batam-Bintan, Pengembangan Maintenance Repair & Overhaul (MRO) KEK Batam Aero Technic dan terakhir Leaders’ Retreat.

Selain itu, dalam kerjasama multilateral ini, Airlangga juga ingin mencari dukungan Singapura pada Presidensi G20 Indonesia di tahun 2022. 

Pasalnya, Indonesia berharap kerja sama G20 dapat membawa pesan positif dengan upaya untuk mengatasi tantangan besar saat ini dalam pemulihan ekonomi global.

&ldquo Saya ingin menutup dengan kembali komitmen kuat Pemerintah Indonesia untuk terus bekerja sama dengan Singapura. Saya yakin bahwa masih banyak peluang yang harus dimanfaatkan kedua negara di tahun-tahun mendatang, ”pungkas Airlangga