INDUSTRY.co.id - Batam, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani melakukan peluncuran Batam Logistic Ecosystem (BLE) di Batam. BLE ini merupakan bagian dari National Logistic Ecosystem (NLE). 

Advertisement

Menurut Luhut, BLE ini dibangun agar pelabuhan sebagai bagian dari konektivitas logistik Indonesia dapat lebih efisien dan kompetitif (berdaya saing) dari segi biaya dengan negara-negara lain seperti Singapura.

"Kita ingin efisien. Ada (perdagangan antar) B2B (Business to Business), G2G (Government to Government), B2G (Business to Government). Kita ingin Indonesia bisa bersaing dari cost (biaya)," kata Luhut, dikutip redaksi INDUSTRY.co.id pada Kamis malam (18/3/2021).

Advertisement

Ditegaskannya, saat ini biaya logistik di RI sangat tinggi jauh diatas biaya negara tetangga Singapura.

"Negara di seberang kita ini (Singapura) 13%, kita 25,19%. Beda hampir 10%, itu kan cost. Anda bayangkan kalau perdagangan segitu banyak, beda selisihnya 10%, ngapain datang ke Indonesia investasi?," tegas Luhut.

Advertisement

"Sesimpel itu saja. Jika itu terjadi (efisiensi), maka penerimaan negara bertambah," jelasnya lagi.

Ia melanjutkan, dari 18 labuh jangkar, dijadikan 6 saja untuk efisiensi dengan dikontrol, dipromosikan, kemudian Gubernur Kepulauan Riau membantu dari peran Pemerintah Daerah (Pemda).

Advertisement

Sehingga diharapkan dari sekitar 81 ribu kapal yang melintas, jika Indonesia dapat bagian 20% saja, maka akan berdampak signifikan untuk penerimaan negara.