Kabar Baik! Bantar Gebang Dapat Mengolah Sampah 100 Ton/Hari dan Menghasilkan Energi Listrik 731,1 KWH

Oleh : Kormen Barus | Kamis, 04 Maret 2021 - 03:31 WIB

Tempat pembuangan akhir sampah Bantar Gebang, Bekasi. (Bay Ismoyo/AFP)
Tempat pembuangan akhir sampah Bantar Gebang, Bekasi. (Bay Ismoyo/AFP)

INDUSTRY.co.id, Dalam rangka mendukung pelaksanaan proyek strategis nasional, Menristek/Kepala BRIN Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro mengunjungi Pilot Project PLTSa Merah Putih di Bantar Gebang, Bekasi (03/03). Kunjungan ini merupakan rangkaian kunjungan kerja di Kabupaten Bekasi untuk meninjau pupuk Hayati serta Pilot Project Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Menristek mengapresiasi upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang telah bekerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dalam menanggulangi tumpukan sampah yang ada di Bantar Gebang.

“Ini merupakan contoh baik dari sinergi triple helix antara pemerintah, akademisi, dan industri dalam menghasilkan inovasi untuk menjawab masalah bangsa,” kata Bambang disela kunjugannya.

Ia menyebut, PLTSa Bantar Gebang dapat mengolah sampah sebanyak 100 ton per hari dan menghasilkan energi listrik sebesar 731,1 KWH. Namun lebih dari itu, selama Februari hingga Oktober 2020 PLTSa Bantar Gebang telah membakar sebanyak 8.190 ton sampah. PLTSa merupakan hasil kerja sama Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta dengan BPPT sejak 2017 lalu.

Ke depan Bambang berharap Kemenristek / BRIN dan BPPT dapat membuat lebih banyak PLTSa di berbagai daerah di Indonesia guna mengurangi masalah sampah yang ada.

Sementara, Deputi Bidang Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam (TPSA) BPPT Yudi Anantasena menyampaikan sampah menjadi permasalahan hampir di semua kota di Indonesia dan jumlah timbunan sampah terus meningkat sehingga semakin sulit mencari lahan TPA baru. 

Selain itu, permasalahan sampah ini sudah menjadi perhatian Presiden  dengan terbitnya Perpres percepatan pembangunan PLTSa atau lebih tepat disebut sebagai  Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Menurut Yudi, keberadaan PLTSa merupakan komitmen BPPT sebagai lembaga kaji terap teknologi yang mendukung kebijakan pemerintah terkait percepatan pembangunan PLTSa di beberapa kota besar di Indonesia.

Keberadaan PLTSa dimaksudkan sebagai upaya solusi penyelesaian permasalahan darurat sampah. Untuk mendukung program pemerintah tersebut, BPPT lanjut Yudi, melakukan inovasi teknologi pengolahan sampah yang dapat mengolah secara cepat, signifikan dan ramah lingkungan. BPPT mendapat tugas untuk membangun Pilot Project PLTSa skala 100 ton per hari.

BPPT berkomitmen guna mendukung program pemerintah yang fokus pada lingkungan melalui penanganan sampah di Indonesia. Selain Pilot Project PLTSa, saat ini BPPT juga tengah terlibat dalam kegiatan penanganan sampah melalui pengembangan incinerator modular dan reverse engineering teknologi Refuse Derived Fuel (RDF), pungkasnya.

Sebagai informasi, PLTSa terdiri dari empat peralatan utama yaitu bungker terbuat dari concrete yang dilengkapi dengan platform dan crane, ruang bakar dilengkapi boiler system reciprocating grate yang didesain dapat membakar sampah dengan suhu di atas 9500 Celsius sehingga meminimalisir munculnya gas buang yang mencemari lingkungan, sistem pengendali polusi, dan unit steam turbin pembangkit listrik.

Selain sebagai percontohan, infrastruktur ini nantinya dimaksudkan sebagai wahana pendidikan dan pelatihan sumberdaya manusia yang handal untuk kegiatan perancangan, pembangunan dan pengoperasian PLTSa khususnya untuk Pemprov DKI Jakarta selaku mitra BPPT maupun stakeholder lainnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Dalam pertemuan lanjutan itu AWG sampaikan terima kasih dan memberikan cinderamata kepada Prof Sudarnoto

Minggu, 18 April 2021 - 23:16 WIB

MUI: RS Indonesia di Hebron Butuh Bantuan Ummat

Aqsa Working Group (AWG) - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Kerjasama Luar Negeri dan Hubungan Internasional, Prof. DR. Sudarnoto Abdul Hakim menegaskan, pembangunan Rumah Sakit Indonesia…

EZVIZ C3N telah dilengkapi mode deteksi gerakan dengan tenaga kecerdasan buatan

Minggu, 18 April 2021 - 22:16 WIB

Cegah Tangan Jahil, Awasi Tanaman Hidroponik dengan Kamera Pintar

Tren bertanam secara hidroponik kian populer di tengah kondisi pandemi seperti ini. Kemudahan dalam bertanam hingga kebutuhan modal yang relatif sedikit untuk merawat tanaman metode hidroponik…

Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (4/5). (BPBD Kabupaten Flores Timur))

Minggu, 18 April 2021 - 21:25 WIB

Luar Biasa! Bantuan Logistik di Daerah Terisolir NTT Terus Mengalir

Jakarta - Distribusi bantuan ke daerah terisolir mulai dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana di Nusa Tenggara Timur, Kamis (15/4/2021). Pemerintah melibatkan helikopter untuk mencapai…

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. terus memacu realisasi penyaluran kredit dengan menggelar akad massal. Terlampir siaran pers dan semoga bermanfaat. Terima kasih

Minggu, 18 April 2021 - 21:20 WIB

Gokil...Pacu Realisasi Kredit, 1 Cabang Bank BUMN Ini Gelar Akad Massal Untuk 600 Rumah

Jakarta-Realisasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional terus didorong oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Nurul Arifin (Foto Dok DPR.go.id)

Minggu, 18 April 2021 - 20:40 WIB

Nurul Arifin Dukung Upaya Kementerian Prabowo Tingkatkan Anggaran Pertahanan dari Rp137 Triliun Menjadi Rp300 Triliun

Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin menilai peran TNI tidak lagi semata-mata menjalankan peran konvensional, seperti berperang secara fisik. TNI harus mengembangkan perannya dengan mempertahankan…