Keluarkan Permenkes 10/2021 Tentang Vaksinasi Mandiri, Menkes Budi 'Dipuji-puji' Sejumlah Pengusaha Kadin

Oleh : Ridwan | Sabtu, 27 Februari 2021 - 06:05 WIB

Ilustrasi Vaksin
Ilustrasi Vaksin

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Sejumlah pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memberikan apresiasi kepada pemerintah khusunya Kementerian Kesehatan yang telah mengeluarkan kebijakan vaksin mandiri oleh kalangan dunia usaha.

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kadin DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengakui bahwa keinginan adanya vaksin mandiri murni bentuk partisipasi pelaku usaha membantu pemerintah dalam percepatan dan pemerataan vaksin ditengah masyarakat khusunya pelaku usaha dan karyawan.

"Ini merupakan bentuk partisipasi pengusaha dalam meringankan beban pemerintah dan percepatan pemulihan ekonomi nasional," kata Sarman saat dihubungi INDUSTRY.co.id di Jakarta (26/2/2021) malam.

"Psikologi pengusaha tentu akan sangat optimis dan yakin akan masa depan ekonomi Indonesia dan yang pasti bagaimana agar berbagai aktivitas dunia usaha dan masyarakat dapat segera pulih kembali," tambahnya.

Diakui Sarman, vaksinasi mandiri ini memang dikhususkan kepada pengusaha yang memiliki kemampuan untuk membeli vaksin baik untuk manajemen maupun karyawan atau pekerja secara gratis.

Sarman yang juga Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta berharap pemerintah mematok harga yang terjangkau sehingga akan lebih banyak pengusaha yang ikut serta dalan program vaksinasi mandiri.

"Tentu bagi pengusaha yang tidak mampu akan tetap mengikuti jadwal vaksin dari pemerintah," tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin secara resmi mengizinkan swasta ikut andil dalam proses vaksinasi melalui program mandiri.

Melalui Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 10 Tahun 2021 yang terbit Rabu (24/2/2021), seluruh badan usaha yang sudah mendaftar dan bersedia membeli vaksin dari pemerintah wajib melakukan vaksinasi mandiri kepada karyawan tanpa dipungut biaya, alias gratis.

"Vaksinasi Gotong Royong adalah pelaksanaan vaksinasi kepada karyawan/karyawati, keluarga dan individu lain terkait dalam keluarga yang pendanaannya ditanggung atau dibebankan pada badan hukum/badan usaha," demikian bunyi Pasal 1 ayat 5 dalam beleid tersebut.

Dalam aturan tersebut, kata Vaksinasi Gotong Royong harus didistribusikan gratis diulang dalam dua ayat yaitu Pasal 3 ayat 4 dan 5. Beleid tersebut menekankan dalam proses distribusi Vaksinasi Gotong Royong badan usaha dalam hal ini pemberi kerja harus memastikan ketersediaan vaksin bagi karyawan dan keluarga.

"Karyawan atau karyawati, keluarga dan individu lain terkait dalam keluarga sebagai penerima Vaksin COVID-19 dalam pelayanan Vaksinasi Gotong Royong sebagaimana dimaksud pada ayat 3 tidak dipungut bayaran/gratis," bunyi dalam Pasal 3 Ayat 5.

Sebagai bentuk pengawasan ketat terhadap distribusi yang dilakukan oleh Badan Usaha dalam Pasal 6 ayat 2 dan 3 dijelaskan, perusahaan wajib mendata siapa saja yang sudah diberikan vaksin.

Data tersebut harus tercatat secara lengkap dengan format nama penerima vaksin, alamat lengkap dan nomor induk kependudukan. Usai di data, berkas tersebut wajib dilaporkan kepada Kementerian Kesehatan.

"Dalam rangka penyusunan rencana kebutuhan Vaksinasi COVID-19 sebagaimana dimaksud pada ayat (1), badan hukum/badan usaha harus melaporkan jumlah karyawan/karyawati, keluarga dan individu lain terkait dalam keluarga yang akan dilakukan Vaksinasi Gotong Royong kepada Menteri," bunyi pasal 6 ayat 2.

"Laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) paling sedikit harus memuat jumlah, nama, dan alamat (by name and by address), serta nomor induk kependudukan," lanjutan Pasal 6 ayat 3.

Selain itu, proses Vaksinasi Gotong Royong juga hanya bisa dilakukan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan milik badan usaha. Hal tersebut tertulis dalam Pasal 22 ayat 1. "Pelayanan Vaksinasi Gotong Royong hanya dapat dilaksanakan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan milik masyarakat/swasta yang memenuhi persyaratan."

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Gelis Dorong Penggunaan Kendaraan Listrik

Senin, 19 April 2021 - 01:42 WIB

Gelis Dorong Penggunaan Kendaraan Listrik

Jakarta-PT Solar Panel Indonesia (SPI), produsenkendaraan listrik merk Gelis, memperluas jaringa dengan membuka diler baru di Pondok Pinang Jakarta Selatan. Produsen kendaraan listrik nasional…

Dalam pertemuan lanjutan itu AWG sampaikan terima kasih dan memberikan cinderamata kepada Prof Sudarnoto

Minggu, 18 April 2021 - 23:16 WIB

MUI: RS Indonesia di Hebron Butuh Bantuan Ummat

Aqsa Working Group (AWG) - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Kerjasama Luar Negeri dan Hubungan Internasional, Prof. DR. Sudarnoto Abdul Hakim menegaskan, pembangunan Rumah Sakit Indonesia…

EZVIZ C3N telah dilengkapi mode deteksi gerakan dengan tenaga kecerdasan buatan

Minggu, 18 April 2021 - 22:16 WIB

Cegah Tangan Jahil, Awasi Tanaman Hidroponik dengan Kamera Pintar

Tren bertanam secara hidroponik kian populer di tengah kondisi pandemi seperti ini. Kemudahan dalam bertanam hingga kebutuhan modal yang relatif sedikit untuk merawat tanaman metode hidroponik…

Tower Emergency PLN di NTT

Minggu, 18 April 2021 - 21:54 WIB

Luar Biasa Dahsyat! Dalam 10 Hari, PLN Berhasil Bangun Tower Emergency di Pulau Timor NTT

PLN berhasil membangun menara darurat (tower emergency) sebagai pengganti sementara 2 (dua) menara Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) bertegangan 70 kilo Volt (kV) yang patah dan roboh akibat…

Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (4/5). (BPBD Kabupaten Flores Timur))

Minggu, 18 April 2021 - 21:25 WIB

Luar Biasa! Bantuan Logistik di Daerah Terisolir NTT Terus Mengalir

Jakarta - Distribusi bantuan ke daerah terisolir mulai dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana di Nusa Tenggara Timur, Kamis (15/4/2021). Pemerintah melibatkan helikopter untuk mencapai…