Simak Baik-baik! Begini Sederet Upaya Pemerintah Lindungi UMKM

Oleh : Candra Mata | Sabtu, 20 Februari 2021 - 11:00 WIB

Ilustrasi UMKM
Ilustrasi UMKM

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Kementerian Koperasi dan UKM  (KemenkopUKM) melalui MenkopUKM Teten Masduki gencar memberikan perlindungan kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). 

Salah satunya dengan melakukan mitigasi terhadap aktivitas perdagangan crossborder yang menjadi ancaman bagi UMKM dan produk lokal. 

KemenkopUKM telah berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk mengecek kepatuhan seluruh penyedia marketplace terhadap ketentuan Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) yang berlaku.

Sebelumnya, perlindungan pemerintah terhadap UMKM juga telah dilakukan melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 199/PMK/010/2019, yang menurunkan ambang batas bea masuk barang kiriman dari 75 dollar AS menjadi 3 dollar AS. 

Barang impor di atas 3 dollar AS dikenai tarif pajak sebesar 17,5% yang terdiri dari bea masuk 7,5%, PPN 10%, dan PPh 0%.

KemenkopUKM juga memperkuat daya saing UMKM melalui program inkubasi, pelatihan, dan pendampingan. 

Antara lain melalui LLP-KUKM (Smesco Indonesia) bekerja sama dengan APINDO UMKM Akademi dalam bentuk pelatihan dan pendampingan tenaga profesional kepada UMKM.  

Berbagai program juga diselenggarakan untuk meningkatkan akses pasar UMKM antara lain Program Bangga Buatan Indonesia, pengalokasian 40% belanja barang dan jasa K/L dan pemerintah daerah kepada UMKM, serta alokasi pengadaan barang dan jasa BUMN kepada UMKM.

Upaya meningkatkan akses pasar dalam negeri juga dilakukan melalui program digitalisasi UMKM yang telah meningkatkan jumlah UMKM yang onboard ke digital dari 7 juta menjadi 11,4 juta UMKM selama tahun 2020. 

Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan berbagai penyedia platform e-commerce.

"Kementerian Koperasi dan UKM terus mendorong transformasi UKM go global. Untuk mendorong ekspor Kementerian Koperasi dan UKM bersama-sama Kementerian Perdagangan dan berbagai asosiasi mencanangkan program 500.000 eksportir baru tahun 2030," ujar Teten dalam keterangan resminya yang diterima redaksi Industry.co.id pada Sabtu (20/2/2021).

Selain itu, komitmen keberpihakan yang sangat kuat terhadap UMKM tercermin dari berbagai kebijakan yang dituangkan dalam Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 Tentang  Cipta Kerja.

"Lewat UU tersebut, UMKM diberikan kemudahan dari perizinan, akses pasar, rantai pasok, hingga akses pembiayaan," pungkas Teten.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Pupuk

Selasa, 13 April 2021 - 09:00 WIB

Pupuk Indonesia Kenalkan Inovasi Digitalnya ke Eropa Melalui Hannover Messe (HM) 2021

PT Pupuk Indonesia (Persero), menjadi satu dari 156 perusahaan di Indonesia yang terpilih dan turut berpartisipasi dalam ajang pameran industri dan perdagangan terbesar di dunia, Hannover Messe…

Pelatihan Konstruksi Layang

Selasa, 13 April 2021 - 08:40 WIB

Luar Biasa!!! Indonesia Bakal Punya Sarana Pelatihan Konstruksi Layang Berstandar Internasional

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) selaku pembina jasa konstruksi nasional terus mendorong dan melakukan pembinaan terhadap para pelaku jasa konstruksi nasional dalam meningkatkan…

Presiden Joko Widodo

Selasa, 13 April 2021 - 08:34 WIB

Di Pembukaan Hannover Messe 2021, Presiden Jokowi Rayu Jerman untuk Bermitra Wujudkan Transformasi Digital di Indonesia

Dalam sambutannya pada pembukaan Hannover Messe 2021, Presiden Joko Widodo menyebutkan, perkembangan ekonomi digital dan industri 4.0 Indonesia merupakan yang tercepat di Asia Tenggara dan akan…

Menteri Ketenagakerjaan - Ida Fauziyah

Selasa, 13 April 2021 - 08:19 WIB

Surat Edaran THR Diterbitkan, Menaker Ida: THR Keagamaan Wajib Dibayarkan Paling Lama 7 Hari Sebelum Hari Raya

Menaker Ida mengatakan, pemberian THR Keagamaan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pengusaha kepada pekerja/buruh.

Presiden Joko Widodo

Selasa, 13 April 2021 - 08:04 WIB

Buka Hannover Messe 2021, Presiden Jokowi Sebut Transformasi Teknologi Digital Semakin Penting

Presiden Jokowi menyampaikan, tema transformasi teknologi yang diusung Hannover Messe kali ini sangat relevan dengan situasi pandemi COVID-19 yang tengah dihadapi saat ini.