Sebuah Langkah Meraih The Best Mortgage Bank di Asia Tenggara 2025

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 18 Februari 2021 - 22:45 WIB

Ilustrasi Bank BTN
Ilustrasi Bank BTN

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Ada tiga macam tempat tinggal yang mungkin dapat anda miliki melalui skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Ketiganya itu adalah rumah subsidi, rumah komersial, dan kemungkinan ketiga adalah lahan kosong atau tanah yang dapat dibangun rumah di atasnya.

Rumah subsidi dapat dimiliki melalui KPR dengan persyaratan yang cukup ringan, yaitu suatu keluarga cukup berpenghasilan minimum Rp5 juta per bulan. Ada perhitungan sederhana untuk memiliki rumah subsidi ini.

Menurut Keputusan Menteri PUPR Nomor 242/KPTS/M/2020 yang berlaku sejak 1 April 2020, maksimal penghasilan penerima subsidi kredit pemilikan rumah (KPR) adalah sebesar Rp8 juta per bulan. Itu untuk KPR rumah bersubsidi, yaitu KPR Sejahtera Tapak dan KPR Sejahtera Susun.

Dengan demikian, jika berpenghasilan Rp5 juta per bulan, maka anda sudah berkesempatan memiliki rumah subsidi. Itu dimungkinkan, karena banyak rumah berharga kurang dari Rp200 juta per unit yang kini ditawarkan melalui skema KPR rumah bersubsidi. Jika usulan KPR anda disetujui, itu berarti anda memperoleh cicilan kredit yang nilai cicilannya di bawah 35 persen dari penghasilan bulanan anda tersebut.

Karena status rumah subsidi tersebut adalah rumah siap huni, maka anda dapat langsung menempati rumah tersebut. Itu salah satu keuntungan anda mengambil KPR Bersubsidi. Akan tetapi luas bangunan rumah bersubsidi tersebut hanya berkisar 21 hingga 36 meter persegi dengan luas tanah antara 60 hingga 200 meter persegi. Ini sesuai dengan peraturan PUPR Nomor 242/KPTS/M/2020.

Jadi, apakah rumah bersubsidi ini adalah pilihan terbaik bagi anda yang berpenghasilan Rp5 juta per bulan? Jika anda sudah berkeluarga dan memiliki momongan, tetapi tidak memiliki tabungan yang cukup, dan masih tinggal di rumah orang tua yang luas bangunannya antara 60-70 meter persegi, maka rumah subsidi seperti itu kemungkinan bisa menjadi sebuah solusi. Dengan demikian, anda boleh dikatakan berhasil menghadirkan sebuah hunian yang lebih nyaman untuk keluarga kecil anda.

Kemungkinan kedua adalah jika anda ingin memiliki hunian berkualitas lebih baik dari rumah subsidi, maka rumah komersial merupakan pilihan terbaik. Kendati sama-sama dibangun pengembang (developer), rumah komersial memiiki luas tanah yang lebih besar dibanding rumah subsidi.

Di samping itu, rumah komersial biasanya dibangun dengan kualitas material yang lebih bagus. Istimewanya, rumah komersial ini dapat dibeli secara indent. Meski demikian, karena kualitas materialnya yang tinggi, maka harga rumah komersil ini dipastikan juga lebih tinggi dibandingkan rumah bersubsidi.

Jika anda ingin membeli rumah komersial seharga Rp300 juta, dan anda ingin membeli rumah tersebut lewat KPR dengan uang muka (Down Payment/DP) 20 persen atau Rp60 juta, maka utang pokok yang harus dilunasi KPR tersebut adalah Rp240 juta. Itu adalah selisih antara harga rumah dengan uang muka yang anda setorkan tersebut.

Jika asumsi bunga tahunan flat sebesar 10% dengan jangka waktu cicilan 15 tahun, maka rata-rata cicilan anda dapat mencapai Rp2,5 juta per bulan atau sebesar 50% dari penghasilan anda yang Rp5 juta per bulan tersebut. Dengan cicilan bulanan sebesar itu, anda tentunya harus memikul beban berat. Oleh sebab itu, anda harus mencari penghasilan tambahan jika memang ingin membeli rumah komersial dengan skema KPR seperti itu.

Akan tetapi, jika anda bersama pasangan anda memiliki tabungan atau aset lancar dalam jumlah besar, maka anda masih bisa mempertimbangkan untuk membeli rumah komersial tersebut. Pasalnya, semakin besar DP yang anda setor, maka hal itu dapat mengurangi jumlah utang pokok anda atas pembelian rumah komersial tersebut. Akibatnya anda sendiri yang dapat meringankan besarnya cicilan pembelian rumah komersial tersebut.

Kemungkinan ketiga adalah anda dapat membeli tanahnya terlebih dahulu. Jika ada anda bergaji Rp5 juta tetapi masih berstatus lajang atau jomblo dan masih tinggal di rumah orang tua serta belum berencana berumah tangga, itu artinya, kebutuhan papan atau tempat tinggal sudah terpenuhi sehingga anda tidak ada keperluan yang mendesak untuk membeli sebuah hunian baru untuk segera ditempati.

Daripada anda membeli rumah subsidi atau rumah komersial yang mungkin pada akhirnya tidak tepat guna, maka anda dapat membeli tanahnya terlebih dulu. Rata-rata para jomblo biasanya memiliki kondisi keuangan yang masih relatif sehat. Sebidang tanah kosong seluas 100 meter persegi dengan harga Rp150 juta pada tahun 2021 ini masih ada kemungkinan bisa dibeli di kawasan Bogor, Bekasi, Depok, dan Tangerang.

Karena memang tidak ada keperluan yang mendesak untuk membangun hunian, maka tanah tersebut dapat dibangun dalam beberapa tahun ke depan ketika anda sudah membutuhkan hunian baru. Dengan cara ini, maka anda dapat memperoleh tanah yang lebih luas dibandingkan dengan tanah rumah subsidi.

Sesungguhnya, para jomblo ini bagi PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) juga merupakan nasabah potensial untuk memperoleh KPR. Pasalnya, sebagian besar dari para kaum milenial yang masih berkarya saat ini masih berstatus jomblo. Mereka masih terfokus pada pekerjaan dan karir. Apalagi saat ini, sebagian besar dari mereka bekerja di sektor digital yang relatif rata-rata penghasilannya cukup tinggi. Oleh karena itu, penghasilan mereka pada umumnya rata-rata lebih dari cukup untuk membiayai hidup diri mereka sendiri.

Karena itu, sudah saatnya Bank BTN memberikan perhatian kepada para jomblo ini agar Bank BTN dapat mengatur keuangan mereka sehingga penghasilan mereka dapat disimpan dalam bentuk aset properti. Jika Bank BTN menyediakan kredit sejenis KPR, tetapi ini ditujukan untuk kredit lahan kosong, itu artinya bank BUMN telah membantu para jomblo di dalam mempersiapkan masa depan kehidupan mereka dalam hal memiliki tempat tinggal.

Langkah ini akan memberikan efek positif bagi kehidupan di masa depan. Pasalnya, dengan langkah tersebut pemerintah pada masa depan kelak tidak lagi terlalu memikirkan untuk terus menyediakan hunian bagi rakyatnya. Pasalnya, sebagian besar dari mereka sudah diberikan pembinaan oleh Bank BTN mengenai bagaimana memiliki rumah dengan biaya yang relatif lebih murah dan mudah dibandingkan dengan KPR rumah bersubsidi.

Selain itu, dengan kondisi keuangan yang relatif sehat, para jomblo ini nantinya juga berkemungkinan besar dapat membayar cicilan kredit yang diberikan Bank BTN secara lancar. Apalagi mereka hanya membiayai hidup mereka sendiri sehingga tidak terlalu banyak pengeluaran yang harus dilakukan. Akibatnya, kemampuan mereka menyisihkan uang untuk membayar cicilan diperkirakan masih tetap tinggi.

Ke depan, pembiayaan produk-produk properti bagi para jomblo ini dapat dikembangkan oleh Bank BTN. Dengan melihat kekuatan mereka dalam menyelesaikan cicilan pembelian produk-produk properti dengan baik dan memuaskan, maka potensi pasar para jomblo ini di masa depan cukup menjanjikan.

Misalkan, Bank BTN nantinya dapat membiayai para jomblo untuk membeli berbagai jenis apartemen. Pasalnya, apartemen merupakan salah satu produk properti yang sangat cocok bagi para jomblo. Di samping pemeliharaannya praktis, hunian berukuran mungil tersebut juga dapat dijadikan hunian yang mumpuni jika para jomblo tersebut nantinya berumah tangga hingga memiliki dua orang anak.

Selain dapat membantu para jomblo dalam mengelola keuangannya dalam bentuk aset, langkah Bank BTN Ini ke depan juga dapat meningkatkan kualitas hidup para kaum millenial. Lama-kelamaan, hal ini diharapkan dapat menekan permintaan konsumen perumahan terhadap berbagai produk rumah bersubsidi, yang pada akhirnya membantu pemerintah menurunkan biaya subsidi perumahan dalam anggaran belanja tahunannya.

Di samping membantu para jomblo untuk memiliki produk-produk properti yang berkualitas tersebut, langkah Bank BTN ini juga dapat mendorong para jomblo untuk memiliki produk-produk properti yang bernilai investasi tinggi.  Karena memang sudah menjadi hal yang lumrah jika produk-produk properti berkualitas tinggi tersebut dapat juga dijadikan sebuah investasi yang bernilai tinggi.

Apalagi jika pandemi Covid-19 nantinya akan berakhir tuntas dan disusul dengan kehidupan normal yang baru (new normal), maka langkah Bank BTN tersebut dapat dipastikan menjadi salah satu faktor yang cukup diperhitungkan di dalam memanfaatkan peluang yang terbaik untuk meraih gelar bergengsi sebagai The Best Mortgage Bank di Asia Tenggara 2025. (Abraham Sihombing)

 

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P.

Selasa, 13 April 2021 - 07:00 WIB

Panglima TNI Bicarakan Masalah Strategis Bersama Duta Besar LBBP India

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. menerima Kunjungan Kehormatan / Courtesy Call Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) India Y.M. Shri Manoj Kumar Bharti, bertempat di…

Dankormar Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono, M.Tr. (Han)

Selasa, 13 April 2021 - 06:30 WIB

Dankormar Mayjend Suhartono Pimpin Rapat Lomba Menembak KASAL Cap 2021

Dankormar ( Komandan Korps Marinir ) Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono memimpin rapat kesiapan Lomba Menembak Kasal Cup Tahun 2021 di Ruang Rapat Gedung Agoes Subekti Markas Komando Korps Marinir…

Ilustrasi Putusan Pengadilan (ist)

Selasa, 13 April 2021 - 05:30 WIB

Komisi III Soroti Hak Eksekusi PTUN: Mentah Terus...

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Adies Kadir menyoroti hak eksekusi Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang tidak dapat dilaksanakan, karena terganjal oleh Peraturan Pemerintah terkait Undang-Undang…

Pangkogabwilhan I Laksdya TNI I Nyoman Gede Ariawan, S.E., M.M.

Selasa, 13 April 2021 - 05:30 WIB

Pangkogabwilhan I Bagikan Bingkisan Kepada Seluruh Prajurit Sambut Ramadhan 1442 H / 2021 M.

Pangkogabwilhan I Laksdya TNI I Nyoman Gede Ariawan, S.E., M.M. membagikan bingkisan kepada seluruh Prajurit Kogabwilhan I bertempat di halaman parkir belakang kantor Makogabwilhan I Jalan MT…

 Helikopter milik PT Ersa Eastern Aviation

Selasa, 13 April 2021 - 05:00 WIB

Aksi Keji, KKB Teror Satu Helikopter di Puncak Papua

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) tidak hanya mengancam dunia pendidikan di Papua, dan untuk kesekian kalinya KKB kembali menebar aksi teror dunia penerbangan. Kali ini, satu unit helikopter…