Merespons Tim Peneliti UGM Tentang PLB, PPLBI: PLB Sudah Sesuai Peruntukkannya

Oleh : Hariyanto | Selasa, 16 Februari 2021 - 14:20 WIB

Ilustrasi Logistik (ist)
Ilustrasi Logistik (ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Sejak didirikan pada tahun 2016, Pusat Logistik Berikat (PLB) bertujuan untuk mendorong efsiensi logistik dan menjadikan Indonesia Hub Logistik Asia Pasifik. Menuju tahun ke-5 PLB didirikan, PPLBI beserta dengan anggotanya melalukan evaluasi terhadap proses internal yang terjadi di PLB. 

Proses evaluasi ini bukan hanya dilakukan oleh PPLBI sendiri akan tetapi juga menarik perhatian pihak akademisi untuk melakukan penelitian. Tim peneliti dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM) yang terdiri dari Kusdhianto Setiawan, Ph.D., Luluk Lusiantoro, Ph.D., dan Gumilang Aryo Sahadewo, Ph.D., melakukan penelitian yang bertajuk “Evaluasi Proses Bisnis dan Dampak Ekonomi Pusat Logistik Berikat Indonesia”.

Tim Peneliti FEB UGM yang diketuai Kusdhianto Setiawan, Ph.D menjelaskan bahwa program PLB telah dinilai on the right track dan memberikan dampak positif pada perekonomian Indonesia. Hasil penelitian ini meneguhkan kembali peran PLB sebagai sebuah alternatif pengelolaan logistik.

Beberapa pengukuran yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah ini menghasilkan beberapa kesimpulan  seperti  besaran kontribusi positif pada perekonomian  Indonesia,  PLB memberikan dampak meliputi akses bahan baku dan penolong menjadi lebih  efisien dan efektif secara waktu dan prosesnya  sehingga berakibat positif terhadap efisiensi biaya logistik. 

Selain itu penelitian ini juga memberikan gambaran lebih lanjut bagi PPLBI terkait hal hal yang harus menjadi perhatian kedepan dalam pengembangan PLB lanjutan sehingga dampak positif ini bisa lebih meluas di industry skala kecil dan menengah, selain di industry besar.

Beberapa point yang didapatkan dari hasil penelitian ini akan menjadi landasan bagi PPLBI selanjutnya untuk meningkatkan kinerja yang lebih baik dan diharapkan untuk kemudian didukung oleh Lembaga kementrian terkait sehingga percepatan pertumbuhan industry dapat didukung lebih baik lagi oleh PLB, mengingat masa pandemi dan kemudian masa pemulihan ekonomi efisiensi dan efektifitas logistic akan memberikan kontirbusi perbaikan juga.

Dalam tiga bulan mendatang PPLBI akan mengadakan program sosialisasi hasil penelitian ini baik untuk internal maupun external. Tujuan dari program ini adalah untuk menggandeng pihak-pihak terkait agar bisa melakukan kerjasama dan dukungan untuk PLB lebih baik lagi. 

PPLBI juga memberikan apresiasi kepada Kemenkeu khususnya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dan Direktorat Jenderal Pajak terkait dengan dukungan untuk bisa menarik inventori dari luar negeri dan menjadikan Indonesia sebagai hub logistik. 

Selain itu, PPLBI juga memberikan ucapan terima kasih kepada Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian terkait peningkatan kontribusi PLB terhadap industri dalam negeri.  Serta, Kemenko Perekonomian yang mendukung penetapan kebijakan yang mendorong pertumbuhan  industry logistik Indonesia serta efektifitasnya. 

“Dari penelitian tim peneliti FEB UGM ini sudah bisa disimpulkan bahwa PLB yang berjalan saat ini sesuai dengan cita-cita pertama kali PLB didirikan. PLB sudah sesuai fungsi dan peruntukkannya sebagai sebuah fasilitas negara. Sehingga tuduhan negatif mengenai PLB selama ini bisa terbantahkan,” ujar Ety merespons penelitian yang dilakukan tim UGM (15/2/2021).

Beberapa waktu yang lalu PLB juga sempat dicurigai sebagai tempat membanjirnya produk TPT. Data PPLBI menyatakan bahwa pada tahun 2019 dan 2018 volume impor yang  masuk ke PLB untuk TPT hanya berjumlah 5-6% dari volume impor nasional. Sedangkan untuk tahun 2020 TPT yang masuk ke PLB lebih kecil lagi yaitu tidak mencapai 2% dari impor nasional.

“Agak sulit untuk mengatakan membanjiri jika TPT yang masuk PLB kurang dari 10% total impor nasional. Sehingga tidak pas jika PLB dicurigai sebagai penyebab membanjirnya produk impor di pasaran,” tandas Ety.

Tidak semua perusahaan bisa mengajukan diri menjadi operator PLB. Ada persyaratan minimum yang cukup ketat. Selain itu, ada juga kemampuan dalam bidang logistik yang mesti dipenuhi sehingga sebuah perusaahan bisa disetujui oleh Bea dan Cukai menjadi operator PLB. 

Di sisi lain, sebagai sebuah fasilitas negara, tidak semua perusahaan bisa mendapatkan fasilitas PLB. Ada persyaratan ketat yang diminta oleh Bea dan Cukai untuk bisa memasukkan barang ke PLB. Termasuk di dalamnya adalah verifikasi, screening profil entitas perusahaan yang mewajibkan perusahaan untuk melakukan presentasi proses bisnisnya di Bea dan Cukai.

“Selain persyaratan di awal tadi, kami juga dimonitor oleh Bea dan Cukai setiap bulannya melalui KPI yang telah ditentukan. Kemudian, kami juga dievaluasi secara regular per-tiga bulan mengenai performance PLB. Sehingga hampir dapat dipastikan jika ada pemasukkan yang tidak sesuai akan terlacak”, ujar Ety.

Meskipun demikian, Ety menyadari bahwa masih ada kekurangan PLB yang terjadi di lapangan. Akan tetapi hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar karena dimanapun juga tidak ada produk atau sistem yang sangat sempurna. Dan kekurangan tersebut selalu dievaluasi oleh operator PLB bekerjasama dengan Bea dan Cukai agar tidak terulang kembali.

“Jika dilihat PLB, GB dan KB sekilas hampir sama, akan tetapi semua fasilitas tersebut memiliki peruntukkannya masing-masing. Pemahaman ini penting agar mengetahui perbedaan dan fungsi dari masing-masing fasilitas tersebut. Sehingga apabila terjadi hal yang berbeda di lapangan tidak digeneralisasi. Dan kami mendukung aparat berwenang untuk menindak oknum yang terbukti melakukan pelanggaran di lapangan. Selain itu, kami mendukung program pemulihan ekonomi nasional yang sedang giat dikerahkan oleh pemerintah dan untuk PLB bisa berperan lebih lanjut dalam program ini.” tutup Ety.    

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P.

Selasa, 13 April 2021 - 07:00 WIB

Panglima TNI Bicarakan Masalah Strategis Bersama Duta Besar LBBP India

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. menerima Kunjungan Kehormatan / Courtesy Call Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) India Y.M. Shri Manoj Kumar Bharti, bertempat di…

Dankormar Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono, M.Tr. (Han)

Selasa, 13 April 2021 - 06:30 WIB

Dankormar Mayjend Suhartono Pimpin Rapat Lomba Menembak KASAL Cup 2021

Dankormar ( Komandan Korps Marinir ) Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono memimpin rapat kesiapan Lomba Menembak Kasal Cup Tahun 2021 di Ruang Rapat Gedung Agoes Subekti Markas Komando Korps Marinir…

Ilustrasi Putusan Pengadilan (ist)

Selasa, 13 April 2021 - 05:30 WIB

Komisi III Soroti Hak Eksekusi PTUN: Mentah Terus...

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Adies Kadir menyoroti hak eksekusi Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang tidak dapat dilaksanakan, karena terganjal oleh Peraturan Pemerintah terkait Undang-Undang…

Pangkogabwilhan I Laksdya TNI I Nyoman Gede Ariawan, S.E., M.M.

Selasa, 13 April 2021 - 05:30 WIB

Pangkogabwilhan I Bagikan Bingkisan Kepada Seluruh Prajurit Sambut Ramadhan 1442 H / 2021 M.

Pangkogabwilhan I Laksdya TNI I Nyoman Gede Ariawan, S.E., M.M. membagikan bingkisan kepada seluruh Prajurit Kogabwilhan I bertempat di halaman parkir belakang kantor Makogabwilhan I Jalan MT…

 Helikopter milik PT Ersa Eastern Aviation

Selasa, 13 April 2021 - 05:00 WIB

Aksi Keji, KKB Teror Satu Helikopter di Puncak Papua

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) tidak hanya mengancam dunia pendidikan di Papua, dan untuk kesekian kalinya KKB kembali menebar aksi teror dunia penerbangan. Kali ini, satu unit helikopter…