INDUSTRY.co.id - Jakarta, Perusahaan fintech atau Financial technologi mengharapkan adanya lebih banyak kerja sama dan kolaborasi dengan regulator. Berkembangnya penggunaan teknologi di sektor keuangan membuktikan bahwa pasar Indonesia memiliki potensi yang sangat besar Sehingga hal ini patut menjadi salah satu agenda penting bagi pemerintah.
"Mempererat kerja sama dengan pemerintah dalam hal ini regulator menjadi hal yang sangat penting bagi perusahaan fintech. Dalam hal ini, kolaborasi di antara pemain fintech dengan regulator harus ditingkatkan demi semakin mudahnya akses masyarakat Indonesia terhadap layanan-layanan keuangan berbasis teknologi (financial technology/fintech)," tutur Rio Quiserto, Deputy of CEO UangTeman kepada INDUSTRY.co.id melalui keterangan tertulis akhir pekan lalu.
Rio menuturkan, dari data Survei Fintech Indonesia 2016 yang dilakukan oleh suatu lembaga penelitian, ada lima area fintech yang memiliki kebutuhan paling tinggi dalam pengembangan regulasi.
"Antara lain, payment gateway (60%), e-money atau e-wallet (58%), mekanisme Know Your Client/KYC (57%), P2P Lending (57%), dan digital signature (54%)." lanjut Rio.
Pada kuartal pertama 2017, UangTeman mencatat realisasi pertumbuhan kredit hingga sebesar 100% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi hampir sebesar Rp 20 miliar.
"Pencapaian ini melampaui ekspektasi kami dan diyakini dapat terus tumbuh seiring dengan tingkat kepercayaan dan kenyamanan masyarakat menggunakan UangTeman."pungkasnya.