Terungkap! Siapkan Uang Berkoper-koper, Tesla Bakal Bikin Proyek 'Power Bank' Raksasa di RI

Oleh : Candra Mata | Jumat, 05 Februari 2021 - 16:28 WIB

Box penyimpanan listrik milik Tesla (foto Ist)
Box penyimpanan listrik milik Tesla (foto Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat perusahan Tesla milik Elon Musk akan segera membangun sebuah proyek berkapasitas besar sejenis power bank atau energy storage system (ESS).

Hal tersebut merupakan isi dari salah satu poin proposal Non-Disclosure Agreement (NDA) dari perusahaan Tesla Inc yang diterima pemerintah RI.

"ESS ini kapasitasnya tenaganya besar, puluhan mega watt bahkan sampai 100 mega watt. ESS ini bisa menggantikan pembangkit-pembangkit peaker. Peaker itu pembangkit yang hanya digunakan untuk ketika electricity demand-nya itu jauh melebihi penggunaan rata-ratanya," kata Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Marves, Septian Hario Seto dalam keterangannya seperti dikutip redaksi Industry.co.id dari Kompas TV pada Jumat (5/2/2021).

Oleh karena itu, Seto menyebut pemerintah sangat tertarik bekerja sama, karena Tesla tidak sekedar mengeksploitasi bahan baku nikel di indonesia.

"Jadi, kenapa sebenarnya kalau dari kami kok agak excited bekerja sama dengan Tesla. Boleh dibilang Tesla ini untuk lithium baterai untuk electric vehicle adalah salah satu yang terbaiklah di dunia," ungkapnya.

Namun dalam kesempatan itu, Seto belum dapat mengungkapkan berapa total nilai investasi sesungguhnya yang akan dikeluarkan Tesla untuk membangun proyek power bank tersebut.

Selain itu, Seto mengatakan kehadiran Tesla akan melengkapi investasi dari perusahaan dunia yang berminat menanamkan modalnya di sektor nikel, yakni LG Chem oeman industri baterai asal Korsel dan Contemporary Amperex Technology (CATL) asal China. 

"Ada juga investasi dari CATL, lalu investasi dari LG produsen lithium baterai yang juga memiliki teknologinya sangat baik plus ditambah juga dengan Tesla," jelas Seto.

"CATL bahkan telah menandatangani komitmen investasi sebesar US$ 10 miliar atau Rp 140 triliun," sambungnya.

Sebelumnya, kementerian BUMN menyebut, kedua perusahaan tersebut  akan terlibat dalam proyek holding baterai listrik BUMN bernama Indonesia Battery Corporation (IBC)

Didalam holding tersebut, terdapat empat BUMN yaitu Inalum, Antam, Pertamina, dan PLN.

IBC sendiri nantinya akan menggarap pengembangan baterai kendaraan listrik dari hulu hingga hilir dan ditargetkan bisa terbentuk di semester pertama 2021.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

Sabtu, 24 Juli 2021 - 17:50 WIB

Bantu Penanganan Covid-19, Menperin Agus 'Gercep' Siapkan 500 Fasilitas Isoman Dilengkapi Konsentrator Oksigen

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berperan aktif untuk mendorong percepatan penanganan dan pengendalian pandemi Covid-19 di tanah air. Berbagai langkah strategis telah dijalankan,…

Tempat Wisata di Venesia (Foto: Instagram/fabianalorenzon_tma)

Sabtu, 24 Juli 2021 - 17:15 WIB

Venesia Berhasil Lolos Dari Daftar Situs Warisan Dunia Dalam Bahaya UNESCO

Venesia baru saja berhasil menghindari atau lolos dalam daftar situs Warisan Dunia Dalam Bahaya UNESCO. Hal ini dikarenakan Italia kini melarang kapal pesiar besar bersandar di laguna Venesia.

Ilustrasi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Belajar Online (ist)

Sabtu, 24 Juli 2021 - 17:02 WIB

Pahamify dan Xiaomi Ajak Siswa Sambut Tahun Ajaran Baru Penuh Semangat

Tahun Ajaran 2021/2022 baru saja dimulai beberapa waktu lalu. Di tengah pandemi COVID-19 yang masih melanda Indonesia, sekolah dilaksanakan dengan berbagai metode yang disesuaikan dengan keadaan…

Dahlan Iskan

Sabtu, 24 Juli 2021 - 17:00 WIB

Ulama Wanita

KALI ini yang mendapat giliran meninggal karena Covid-19 adalah ulama perempuan: Prof Dr Huzaemah Tahido Yanggo, 77 tahun. Beliau guru besar ilmu fikih Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif…

Ilustrasi PLTS

Sabtu, 24 Juli 2021 - 15:32 WIB

Asosiasi Energi Surya Indonesia Minta Regulasi PLTS Atap Memihak Kepada Masyarakat

Revisi Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No. 49/2018 belum juga selesai meski telah melewati pembahasan selama beberapa bulan.