INDUSTRY.co.id - Jakarta, Memasuki usia ke-75 tahun, PT Lautan Luas Tbk. (IDX: LTLS) menegaskan arah transformasi bisnis berkelanjutannya dengan memperkuat strategi transisi energi di seluruh jaringan operasional perusahaan. 

Langkah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Heads of Agreement (HoA) bersama Greenvolt Power Indonesia untuk menjajaki pengembangan pemanfaatan energi surya dalam skala grup.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya Lautan Luas dalam memperkuat posisinya sebagai Integrated Ingredients and Solutions Provider, sekaligus menjawab meningkatnya kebutuhan industri terhadap praktik bisnis yang lebih efisien, tangguh, dan berkelanjutan.

Berlandaskan visi perusahaan, "A Better World Through What We Do," Lautan Luas memandang pemanfaatan energi bersih sebagai strategi jangka panjang untuk meningkatkan ketahanan operasional, mengantisipasi fluktuasi biaya energi, serta memenuhi tuntutan keberlanjutan dari pelanggan maupun mitra bisnis global.

Presiden Direktur PT Lautan Luas Tbk., Indrawan Masrin, mengatakan bahwa kerja sama tersebut merupakan langkah nyata perusahaan dalam mengubah komitmen keberlanjutan menjadi aksi bisnis yang terukur.

"Momentum 75 tahun menjadi landasan transformasi Lautan Luas dari implementasi PLTS di tingkat anak usaha menuju pendekatan yang lebih terintegrasi untuk membantu kami mengoptimalkan pemanfaatan energi di seluruh operasional, sekaligus memperkuat efisiensi, ketahanan bisnis, dan daya saing jangka panjang," ujar Indrawan.

Ia menambahkan, kolaborasi dengan Greenvolt Power Indonesia akan mempercepat implementasi inisiatif tersebut secara lebih sistematis.

"Kolaborasi dengan Greenvolt Power Indonesia akan membantu kami mewujudkan inisiatif ini secara lebih efektif dan terencana, sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan."

Berdasarkan HoA yang telah ditandatangani, Greenvolt Power Indonesia akan mendukung penyusunan dan implementasi peta jalan energi surya Lautan Luas melalui kajian teknis dan komersial, pengembangan proyek beserta skema pembiayaan, pembangunan sistem, pengoperasian, pemeliharaan jangka panjang, hingga penyediaan data kinerja untuk kebutuhan pelaporan Environmental, Social and Governance (ESG).

Pendekatan tersebut memungkinkan implementasi solusi energi terbarukan secara lebih terintegrasi di berbagai anak perusahaan, sekaligus memberikan fleksibilitas untuk diperluas ke fasilitas lainnya di masa mendatang.

Setelah seluruh tahapan proyek selesai, implementasi di delapan fasilitas Lautan Luas yang tersebar di Jabodetabek dan Jawa Timur—termasuk kantor pusat serta fasilitas manufaktur—diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 1.780.508,6 kWh energi bersih setiap tahun. 

Program ini juga diperkirakan dapat menekan emisi dari konsumsi listrik hingga sekitar 1.454,7 ton CO₂e per tahun, sejalan dengan target yang tertuang dalam Sustainability Roadmap Lautan Luas 2022–2031.

Menariknya, proyek ini akan dijalankan melalui skema investasi yang disiapkan Greenvolt Power Indonesia sehingga Lautan Luas tidak memerlukan investasi awal. Dengan demikian, perusahaan tetap dapat menjaga fleksibilitas penggunaan modal sambil mempercepat proses transisi menuju energi terbarukan. 

Tahap implementasi direncanakan berlangsung secara bertahap, dimulai pada 2026 dan dilanjutkan pada fase kedua pada 2027 sesuai persetujuan regulator.

Country Director Greenvolt Power Indonesia, Adam Salter, menilai kolaborasi tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan transformasi keberlanjutan Lautan Luas.

"Kami bangga dapat melanjutkan kolaborasi dengan Lautan Luas di momen penting perjalanan keberlanjutan mereka. Bagi grup industri berskala besar, adopsi energi terbarukan membutuhkan solusi yang mampu mengakomodasi berbagai perbedaan kebutuhan teknis, operasional, dan komersial di setiap fasilitas."

Menurut Adam, pengalaman Greenvolt Power Indonesia dalam mengembangkan proyek energi terbarukan di berbagai negara, dipadukan dengan pemahaman terhadap karakteristik sektor energi di Indonesia, menjadi modal penting untuk mendukung integrasi energi bersih yang efisien dan berkelanjutan.

"Pengalaman kami dalam berbagai proyek energi terbarukan di berbagai negara, dipadukan dengan pemahaman terhadap karakteristik sektor energi di Indonesia, memungkinkan kami mendukung Lautan Luas mengintegrasikan energi bersih ke dalam operasionalnya sekaligus memperkuat efisiensi dan ketahanan bisnis jangka panjang."

Kolaborasi ini melanjutkan kerja sama yang telah terjalin sebelumnya melalui implementasi proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di dua anak usaha Lautan Luas, yakni PT Dunia Kimia Jaya dan PT Liku Telaga, yang dilaksanakan pada 2025.

Usai penandatanganan HoA, kedua perusahaan akan segera memulai fase kajian teknis di sejumlah fasilitas Lautan Luas. Melalui peta jalan transisi energi yang terintegrasi, kedua pihak berharap dapat mempercepat adopsi energi terbarukan di sektor industri sekaligus mendukung agenda dekarbonisasi nasional.