INDUSTRY.co.id - JAKARTA,Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2026 mendorong penerapan prinsip keberlanjutan dalam penyelenggaraan pameran industri sebagai bagian dari upaya mendukung transformasi sektor industri nasional.
Marketing Communications Manager IEE Series Ingrid Muljo mengatakan tema "Sustainability for Industrial Transformation" diterjemahkan melalui sejumlah langkah konkret, mulai dari pengurangan limbah, efisiensi energi hingga penghitungan jejak karbon selama penyelenggaraan pameran.
"Kita paham bahwa penerapan tema 'Sustainability for Industrial Transformation' ini bukan hal yang gampang. Kami paham bahwa transformasi sebuah industri tidak bisa berjalan dalam waktu singkat. Karena itu, tema ini terus kita bawa dan aplikasikan lewat berbagai program turunan," kata Ingrid.
Salah satu upaya yang dilakukan penyelenggara PT Pamerindo Indonesia adalah mengurangi penggunaan material sekali pakai, termasuk karpet di area pameran. Melalui program Better Stands, peserta pameran juga didorong beralih dari konstruksi stan sekali pakai ke sistem yang dapat digunakan berulang kali. Bekerja sama dengan mitra pengelolaan sampah, penyelenggara juga memastikan limbah yang terbuang ke tempat pembuangan akhir dapat ditekan seminimal mungkin.
Dari sisi mobilitas, penyelenggara menyediakan kendaraan listrik sebagai armada shuttle bus bagi pengunjung dan peserta. Efisiensi energi juga dilakukan melalui penggunaan lampu LED untuk seluruh area pameran.
Menurut Ingrid, berbagai program tersebut mengacu pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa yang telah diintegrasikan dalam rencana kerja keberlanjutan untuk seluruh pameran.
"SDGs menjadi standarisasi global yang sudah dikenal luas. Dalam penyelenggaraan IEE Series, kami menjadikan 17 SDGs sebagai kerangka kerja terintegrasi untuk memaksimalkan dampak positif dan meminimalkan dampak negatif. Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai inisiatif nyata, dari pengelolaan lingkungan dan operasional yang berkelanjutan, kolaborasi strategis dengan pemangku kepentingan, hingga program sosial seperti IEE Run for Charity. Setiap program dirancang untuk berkontribusi pada tujuan keberlanjutan yang lebih besar," ujarnya.
Aspek keberlanjutan IEE Series juga mencakup dimensi sosial, antara lain dengan melibatkan penyandang disabilitas sebagai tenaga operasional selama pameran serta membuka ruang bagi mahasiswa dan generasi muda untuk mengenal perkembangan teknologi dan industri melalui seminar dan kegiatan edukasi.
Penyelenggara turut menjalankan kegiatan sosial melalui IEE Run for Charity serta memanfaatkan kanal digital, media sosial, dan kolaborasi dengan key opinion leader (KOL) untuk memperluas edukasi mengenai praktik dan gaya hidup berkelanjutan.
Ingrid mengatakan salah satu tantangan dalam menerapkan konsep tersebut adalah membangun pemahaman yang sama di antara seluruh ekosistem pameran, khususnya peserta dan pengunjung, mengenai pentingnya mengurangi dampak lingkungan tanpa mengurangi kualitas penyelenggaraan.
"Tantangannya adalah bagaimana mengedukasi ekosistem pameran. Kita ingin menampilkan pameran yang bagus, tetapi tetap seimbang dan tidak menambah limbah. Menyeimbangkan antara estetika pameran dan prinsip keberlanjutan adalah proses edukasi yang terus kami jalankan," kata Ingrid.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, IEE Series 2026 diarahkan tidak hanya menjadi ruang pertemuan pelaku industri dan bisnis, tetapi juga mendorong praktik penyelenggaraan kegiatan yang lebih efisien, inklusif, dan berkelanjutan.
Kebutuhan tersebut semakin kuat ketika kolaborasi lintas sektor terwujud dalam pameran ini. "Kami sebagai penyelenggara platform dengan berbagai sektor di dalamnya ingin mendorong pemahaman bahwa keberlanjutan bukan hanya mengenai teknologi yang lebih ramah lingkungan, tetapi juga bagaimana industri dapat meningkatkan efisiensi, produktivitas, keselamatan, dan ketahanan, sekaligus menciptakan nilai jangka panjang," ujar Hanung Hanindito, Deputy Event Director PT Pamerindo Indonesia.
Perspektif ini tercermin dalam IEE Series – Engineering Week 2026 yang berlangsung pada 9–12 September 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Rangkaian ini mempertemukan berbagai sektor industri melalui Construction Indonesia, Concrete Show Southeast Asia – Indonesia, Mining Indonesia, Oil & Gas Indonesia, Water Indonesia, ADEXCO, serta GIFA & METEC Indonesia.
Tahun ini, Engineering Week diikuti oleh 1.694 perusahaan peserta dari 34 negara dengan luas area pameran lebih dari 88.000 meter persegi. Ajang ini mempertemukan pelaku industri, penyedia teknologi, pemerintah, asosiasi, dan berbagai pemangku kepentingan untuk bertukar pengetahuan, membangun koneksi, serta membuka peluang bisnis dan kolaborasi.