INDUSTRY.co.id - Jakarta, Persiapan menuju terbentuknya ekosistem hidrogen nasional terus dimatangkan. Salah satu langkah yang tengah dilakukan adalah memastikan kesiapan pilot project Bus Hydrogen-Diesel Dual Fuel (H₂ DDF) yang ditargetkan diluncurkan pada Global Hydrogen Ecosystem Summit & Exhibition (GHES) 2026.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama DAMRI, PLN, PT SUCOFINDO, serta sejumlah pemangku kepentingan melakukan Join Survey untuk meninjau kesiapan kendaraan yang akan menjadi salah satu showcase pengembangan teknologi hidrogen di sektor transportasi.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari tahapan persiapan akhir sebelum peluncuran Pilot Bus Konversi Hydrogen-Diesel Dual Fuel (H₂ DDF) pada GHES 2026.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan aspek teknis dan kesiapan kendaraan terpenuhi sebelum bus diperkenalkan sebagai pilot project hidrogen pertama di Indonesia.
Teknologi H₂ DDF dikembangkan sebagai salah satu langkah awal pemanfaatan hidrogen pada kendaraan berat dengan tetap memanfaatkan mesin diesel yang telah tersedia.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang uji bagi penerapan hidrogen sekaligus membuka jalan menuju pengembangan transportasi rendah emisi di Indonesia.
Melalui penerapan teknologi H₂ DDF, sejumlah aspek dapat diuji, mulai dari performa dan keamanan penggunaan hidrogen, potensi pengurangan emisi CO₂ sektor transportasi, hingga kesiapan proses homologasi kendaraan.
Selain itu, pengembangan bus tersebut diharapkan dapat menjadi fondasi bagi pengembangan transportasi berbasis hidrogen secara lebih luas di tingkat nasional.
Menuju GHES 2026
Join Survey kesiapan Bus H₂ DDF menjadi salah satu tahapan dalam rangkaian persiapan menuju peluncuran pilot bus pada Global Hydrogen Ecosystem Summit & Exhibition (GHES) 2026.
Sejumlah tahapan masih harus diselesaikan sebelum kendaraan dimobilisasi ke lokasi penyelenggaraan GHES.
Tahapan tersebut mencakup pengujian emisi gas buang, finalisasi sistem hidrogen-diesel, dokumentasi teknis kendaraan, hingga mobilisasi bus ke lokasi GHES.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, Bus H₂ DDF akan menjadi salah satu showcase yang memperlihatkan langkah awal Indonesia dalam mengembangkan pemanfaatan hidrogen untuk transportasi.
Direktur Energi Baru Kementerian ESDM, Ir. Senda Hurmuzan Kanam, M.Sc., menegaskan pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam membangun ekosistem hidrogen nasional.
“Dengan sinergi yang erat antara pemerintah, badan usaha, dan seluruh pemangku kepentingan, kita sedang membangun fondasi kokoh bagi implementasi dan pengembangan ekosistem hidrogen nasional, khususnya di sektor transportasi," Kata Senda Hurmuzan.
Pengembangan Bus H₂ DDF sekaligus menunjukkan bahwa transisi menuju transportasi rendah emisi membutuhkan tahapan pengujian dan pengembangan teknologi secara bertahap.
Melalui kolaborasi pemerintah, badan usaha, dan pemangku kepentingan, Indonesia terus menyiapkan fondasi untuk memperluas pemanfaatan hidrogen di sektor transportasi.
Kehadiran Bus H₂ DDF pada GHES 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkenalkan hasil pengembangan teknologi hidrogen dalam negeri sekaligus memperkuat arah pembangunan ekosistem hidrogen nasional.