INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Keuangan Sri Mulyani terus mendorong Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) untuk dapat bekerjasama dengan bea cukai dunia dalam rangka memperkokoh rantai pasokan global.
"Hal ini dilakukan karena perdagangan global mengalami kontraksi terburuk sejak 1930 yang disebabkan oleh pandemi COVID-19, yaitu sebesar 13%-32%," kata Sri Mulyani secara virtual dalam acara International Custom Day yang diperingati oleh World Custom Organization (WCO) beberapa waktu lalu.
Di level internasional ini, Kementerian Keuangan menurutnya, melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) juga terus berupaya untuk mewujudkan perjanjian perdagangan bebas lingkup ASEAN dan negara mitranya, melalui Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership).
Langkah DJBC ini dipastikan akan memperkuat posisi Indonesia di level internasional.
Hal ini juga dibuktikan antara lain dengan mandat yang dipercayakan kepada DJBC sebagai WCO Asia Pacific Vice Chair periode 2020-2022.
"Selain itu, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Bea Cukai telah menjadi pusat pendidikan untuk wilayah nasional dan regional yang diakui oleh WCO," ungkapnya.
Dijelaskannya lebih lanjut, guna mendukung percepatan proses ekspor impor di Indonsia, DJBC telah mengembangkan National Logistic Ecosystem (NLE) yang bertujuan untuk menyederhanakan sistem logistik agar lebih efisien, terjangkau, transparan, dan tepat waktu.
"Dengan adanya sistem digital ini, diharapkan tercipta bisnis proses yang lebih sederhana, efektif, dan pelayanan yang lebih cepat," jelas Sri Mulyani.
"Saya berharap DJBC dapat segera mewujudkan visi untuk menjadi institusi bea dan cukai terdepan di dunia dan dapat mendorong pemulihan ekonomi nasional dan global melalui kerja sama penguatan rantai pasokan global!," pungkasnya.