INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memproyeksi anggaran untuk vaksin Covid-19 sebesar Rp73,3 triliun akan mengalami kenaikan. 

Advertisement

"Estimasi Rp73,3 triliun berdasarkan estimasi harga yang disampaikan. Tentu, kita akan melihat dinamika yang terjadi," kata Sri Mulyani di Jakarta (28/1/2020).

Kenaikan anggaran vaksin salah satunya disebabkan oleh negara kaya yang mulai memborong semua ketersediaan vaksin Covid-19.

Advertisement

"Mulai terjadi kenaikan harga vaksin sebab orang-orang negara kaya memborong semua dan orang-orang kaya di negara kaya mulai memborong sendiri," terang Menkeu.

Meski demikian, Sri Mulyani memastikan Pemerintah Indonesia tetap akan melakukan vaksinasi gratis untuk seluruh masyarakat untuk menjamin bahwa semua orang harus divaksinasi tanpa pengecualian.

Advertisement

"Total dosis diamankan itu 663,5 juta vaksin ini untuk memenuhi vaksinasi gratis herd immunity dan jangka waktu yang Presiden harapkan dapat selesai 2021, meski sebetulnya 15 bulan," katanya.

Untuk memenuhi kebutuhan vaksin, maka akan dilalukan realokasi anggaran agar tidak terjadi defisit. Realokasi juga difokuskan pada belanja nonprioritas serta penyesuaian pada belanja barang dan belanja modal nonoperasional.

Advertisement

"Ini akan diselesaikan pada Februari agar pelaksanaan pemulihan ekonomi dapat segera berjalan," tutupnya.